
Pemakaman ibu Ae-Ri masih sangat terawat, karena ayahnya selalu memperhatikan makam tersebut. Ae-Ri tertunduk dan menangis di depan pusara tersebut. Ia sangat menyesal selama ini tak pernah mengunjungi ibunya.
"Eomeoni, maafkan aku. Aku putri yang tak berbakti padamu. Aku meninggalkanmu selama 10 tahun, aku anak yang sangat jahat." ujar Ae-Ri seraya menangis. "Ma, jika aku tak menjemput Aerum, mungkin aku tak pernah bisa mengunjungimu karena kesalahan yang telah aku perbuat pada ayah. Aku benar benar anak yang jahat." sambungnya, kali ini tangisannya semakin meledak.
Aerum hanya bisa menepuk pundak kakaknya.
"Ma, aku akan membawa Aerum ke Amerika, ia akan bekerja dan hidup bersamaku disana. Kau pasti senang kan karena aku dan Aerum bersatu kembali. Aku akan bertanggung jawab pada Aerum dan mengurangi beban ayah. Ma, ayah menikah lagi tapi kau tidak marah kan, itu ia lakukan agar ada yang menjaga kami. Ma, kau pasti bahagia di surga." ujar Ae-Ri.
"Ma, Aerum akan tinggal bersama eonni. Eomeoni pasti senang kan sekarang karena eonni dekat dengan Aerum. Aku janji akan menjaga eonni seperti yang kau inginkan sebelum meninggal. Ma, aku mencintaimu." kata Aerum.
Setelah keduanya mengatakan semua yang ada dipikiran mereka. Mereka pun kembali ke hotel karena hari semakin gelap.
"Eonni, apa kau lega sekarang?" tanya Aerum.
Ae-Ri menghela nafasnya dan mengangguk. "Maaf untuk sikapku sebelumnya Aerum dan terima kasih kau membawa ayah datang ke Seoul." jawabnya.
"Eonni kau tak perlu minta maaf dan berterima kasih padaku, aku melakukan itu karena aku melihat ada kerinduan di matamu. Aku tahu kau tak membenci ayah. Jadi aku memutuskan untuk menghubungi ayah agar datang kemari." jawab Aerum.
"Jika saja kau tak melakukan itu, mungkin aku tak pernah menyelesaikan kesalahpahaman ini. Aku senang kau bisa tumbuh dewasa dan pintar Aerum." kata Ae-Ri.
Aerum tertawa. "Eonni berlebihan, aku janji akan bekerja sebaik mungkin disana." janjinya.
"Hei...aku sama sekali tak menyuruhmu bekerja sejak awal, jadi kau pikirkan setelah sampai di Amerika." jawab Ae-Ri.
Aerum menggeleng. "Tidak eonni, aku akan bekerja. Itulah niatku dari awal. Aku bukan hanya ingin dekat denganmu, tapi juga ingin sepertimu eonni. Kau menghasilkan banyak uang dan membuatku bisa lulus kuliah."
"Dan kau hampir saja ingin melakukan kesalahan karena pria gila itu. Apa Tae Hyun masih mengganggumu?" tanya Ae-Ri.
"Sejak eonni mengancamnya, ia tak pernah menggangguku lagi." jawab Aerum.
"Syukurlah." ujar Ae-Ri.
Malam semakin larut, akhirnya mereka sampai ke hotel kembali. Mereka terkejut saat melihat Kim Soo Han dan istrinya menunggu mereka di lobi hotel.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Ae-Ri.
"Kami sangat mengkhawatirkan kalian, menurut informasi cuaca akan turun hujan lebat di dekat pemakaman ibu kalian. Tapi syukurlah kalian sudah sampai sebelum hujan itu turun." ujar Kim.
"Kami tahu akan hujan lebat, makanya kami segera kembali. Kalian sangat berlebihan." ujar Aerum.
"Kau anak nakal Aerum." ujar Song Gi seraya menarik telinganya.
Ae-Ri bisa melihat kedekatan mereka berdua lalu tersenyum. "Apa kalian sudah makan malam?" tanyanya.
Keduanya menggeleng. "Ya Tuhan, ini sangat larut. Apa yang kalian lakukan sampai belum makan malam?" tanya Ae-Ri lagi.
"Menunggu kalian." jawab keduanya bersamaan membuat Aerum terkekeh.
"Baiklah, ayo kita makan malam walaupun ini sangat terlambat." ajak Ae-Ri.
Semuanya mengikuti Ae-Ri menuju restoran hotel tempat mereka menginap.
*****
Ae-Ri terus terkekeh saat mendengar adiknya kesal dengan ucapan ucapan ayahnya.
"Kau jangan terus tertawa Ae-Ri, kau juga putriku walaupun kau sudah berada di Amerika selama 10 tahun, tapi kau juga harus tetap menjaga dirimu. Aku tahu Aerum berbeda denganmu, kau lebih menghargai orang lain daripada anak nakal ini." ujar Kim.
"Oh ya ampun ayah, kau seperti kakek tua saja. Kau lebih cerewet daripada wanita." ujar Aerum.
"Aerum, ayahmu benar nak. Kau lebih sulit diatasi. Sikapmu itu seperti anak anak yang terus-menerus memberontak." ujar Song Gi.
"Oh baiklah, kalian tenang saja. Aku tak mungkin membuat masalah disana. Ada eonni yang akan mengawasiku." kata Aerum.
"Ayah dah ibu jangan terlalu khawatir, aku tak akan membiarkan Aerum melakukan kesalahan. Aku akan menjaganya." janji Ae-Ri.
"Kami percaya padamu nak." jawab Kim.
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai ke bandara Internasional Incheon. Tiba tiba Song Gi memeluk Aerum dan menangis.
"Oh tidak bu, jangan membuatku berat meninggalkanmu." ujar Aerum yang akhirnya tak kuasa menahan air matanya.
"Kau seperti putriku sendiri, kau selalu mengisi hari hariku selama 10 tahun terakhir. Mengapa kau ingin meninggalkan kami Aerum?" tanya Song Gi.
"Bu, aku pergi agar kehidupan kita lebih baik. Aku tak meninggalkanmu sepenuhnya. Kau dan ayah bisa mengunjungi kami kapanpun. Bukankah eonni sudah mengatakannya." jawab Aerum.
"Ibu, kami akan terus menghubungi kalian." janji Ae-Ri.
Song Gi memeluk Ae-Ri. "Walaupun kita baru bertemu kembali setelah 10 tahun lebih, tapi kau sangat terasa dekat Ae-Ri. Aku sangat ingin kalian tetap disini."
"Song Gi, biarkan anak-anak kita lebih mandiri. Kita tak berhak melarang kehidupan mereka. Kita akan bertemu mereka lagi." ujar Kim.
Suara panggilan penerbangan menuju Amerika terdengar. Mereka akan berangkat langsung menuju bandara Los Angeles. Kali ini keempatnya saling berpelukan. Mereka akhirnya berpisah di bandara.
"Jaga kesehatan kalian, kami akan mengabari jika sudah sampai." ujar Aerum.
"Jangan bekerja terlalu keras ayah, aku akan mengirimi kalian uang setiap bulan." ujar Ae-Ri.
"Tidak perlu nak, kami masih mampu bekerja." jawab Kim.
"Jangan menolakku ayah, aku akan marah padamu." ancam Ae-Ri.
Kim Soo Han akhirnya mengangguk. Pria itu mengecup kening putrinya secara bergantian, dengan berat hati akhirnya mereka berpisah. Ae-Ri dan Aerum menuju check in dan boarding pass. Pesawat pun akhirnya take off membawa mereka menuju Amerika.
"Tidurlah Aerum, kita akan melakukan perjalanan lebih dari 11 jam." ujar Ae-Ri.
"Aku mengerti, tapi aku masih ingin melihat pemandangan dari udara. Ini pertama kalinya aku naik pesawat." jawab Aerum.
Ae-Ri lupa jika adiknya baru pertama kali melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Ia hanya bisa mengangguk dan tersenyum pada adiknya. Kehidupan baru akan dimulai bersama adiknya. Kali ini ia memiliki tanggung jawab baru untuk adiknya yang selama ini baru ia temui. Keduanya akan tinggal bersama ibu angkat mereka.
*****
__ADS_1
Happy Reading All...😘