Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Persiapan Pesta


__ADS_3

Beberapa jam setelah keluarga Ae-Ri bersatu kembali, kini mereka sedang berbicara bersama di kamar Ae-Ri. Kim Soo Han menceritakan semua yang pernah ia lakukan untuk dapat melihat Ae-Ri, sehingga lagi lagi Ae-Ri tak mampu membendung air matanya.


"Maafkan aku, aku sangat keras kepala. Aku tak tahu kalau ayah masih bersamaku selama ini. Aku hanya tahu jika ayah tak perduli lagi denganku sejak menikahi wanita lain." ujar Ae-Ri. Ia memandang Song Gi. "Maafkan aku." sambungnya.


"Tidak apa apa Ae-Ri, aku sangat mengerti apa yang kau rasakan. Ayahmu memang terlalu cepat mengambil keputusan." jawab Song Gi.


Ae-Ri menggeleng. "Jika saja aku tahu dari awal alasan ayah menikah lagi, mungkin aku tak selama ini memendam kebencian. Saat itu aku masih remaja yang tak mengerti apapun." ujarnya.


Kim Soo Han menggenggam tangan Ae-Ri. "Maafkan ayah, seharusnya ayah yang menjelaskan semuanya sebelum mengambil keputusan. Tapi percayalah Ae-Ri, ayah sangat mencintai ibumu." ujarnya.


Ae-Ri mengangguk. "Aku mengerti sekarang, bolehkah aku memanggilmu ibu?" tanya Ae-Ri pada Song Gi.


Dengan mata yang berkaca-kaca, Song Gi mengangguk. "Ya Tuhan, aku sudah lama ingin kau seperti ini." ujarnya.


Ae-Ri memeluk Song Gi. "Maafkan aku ibu, aku sudah lama salah paham padamu. Aku mohon jaga ayah sampai kapanpun." pintanya.


Song Gi membalas pelukan Ae-Ri. "Tentu saja, ibu akan selalu menjaga ayahmu." jawabnya.


Aerum menghela nafasnya karena lega. "Tugasku benar benar sudah selesai, aku lega kita bisa berkumpul seperti keluarga seutuhnya. Eonni, aku menyayangimu." ujarnya.


Ae-Ri tersenyum, ia beralih memeluk adiknya. "Aku juga sangat menyayangimu Aerum. Ayah, mulai besok aku akan menggantikan ayah untuk bertanggungjawab terhadap Aerum. Aku akan menjaganya di Amerika. Kapanpun kalian ingin menjenguk kami disana, pintu rumah mami Warres akan selalu terbuka untuk kalian. Jangan khawatir soal biaya, aku akan mengirimkannya jika kalian ingin mengunjungi kami." kata Ae-Ri.


Kim Soo Han dan Song Gi merasa bahagia mendengarnya, kini mereka benar benar bisa bersatu seperti keluarga pada umumnya.


"Kalian tetaplah tinggal disini sampai kami berangkat besok. Aerum bersiaplah, kita harus mengunjungi makam ibu." ujar Ae-Ri.


Aerum mengangguk, ia segera masuk ke kamar mandi. Makam ibu mereka memang berada di Seoul, kota asal ibunya. Sebelum mereka berangkat ke Amerika, Ae-Ri ingin mengunjungi makam itu setelah lebih dari 10 tahun ia pergi. Kim Soo Han dan istrinya juga kembali ke kamar mereka.


*****


"Bagaimana menurutmu?" tanya Jordan pada kakaknya. Keduanya sedang berada di hotel San Marino untuk mengecek lokasi tempat mereka mengadakan pesta 4 hari lagi.


"Ini sesuai dengan seleramu, tentu saja aku tak bisa memberi pendapat apapun." jawab Jidan.

__ADS_1


"Oh ayolah kak, jangan seperti itu. Pesta kemenangan kita akan dihadiri ratusan karyawan SinMart. Kau juga harus memberikan pendapatmu." ujar Jordan.


"Aku pikir ini cukup Jo, ruangan ini sangat luas. Bisa menampung ratusan orang. Lalu bagaimana pemesanan kamar hotel?" tanya Jidan.


"Sudah selesai." jawab Jordan. "Kau aku pesankan kamar yang sangat indah." sambungnya.


"Kita tak perlu memesan kamar Jo, kita bisa pulang ke rumah." jawab Jidan.


"Tidak, aku juga sudah memesan kamar hotel. Aku ingin kita menghabiskan waktu pesta, dan aku harap kau tak menghindari minuman keras kak. Aku akan mengejekmu sepanjang hidupmu." kata Jordan seraya tertawa.


"Dasar pria gila." ujar Jidan.


Jordan masih tertawa, seorang manager hotel menghampiri mereka.


"Halo selamat sore pak JiJo." sapa Chris.


"Halo selamat sore juga pak Chris, terima kasih telah menyediakan tempat ini untuk SinMart." jawab Jordan.


"Tentu saja kami akan melakukan yang terbaik untuk anda pak Jo. CEO kita ingin kalian mencicipi menu makanan yang akan disiapkan untuk pesta." ujar Chris.


Manager hotel tersebut mempersilahkan si kembar untuk menuju restoran hotel, mereka dibawa ke ruang VVIP.


"Sepertinya kita makan malam lebih awal." ujar Jordan.


"Kita harus melakukannya, aku ingin pesta kita kali ini sempurna seperti biasanya." jawab Jidan.


Jordan mengangguk, keduanya sudah duduk di ruangan itu sambil menunggu beberapa pelayan menyiapkan makanan. Meja yang sangat panjang itu penuh dengan beberapa menu.


"Pak Chris, kita tak mungkin bisa menghabiskan semua makanan ini, jadi mungkin kita hanya mencicipinya sedikit sedikit." ujar Jordan.


"Tentu saja pak Jo, kami hanya ingin kalian mencicipi rasanya agar kami bisa mendengar pendapat kalian." jawab Chris.


"Untuk semua makanan yang ada di depan kami sekarang ini, sudah sangat cukup untuk pesta. Tapi kami tentu saja akan mencicipinya." kata Jidan.

__ADS_1


Chris mengangguk dan mempersilahkan mereka memakannya. Jordan dan Jidan berkali-kali menganggukkan kepalanya. Mereka cukup puas dengan makanan yang disediakan hotel tersebut. Bahkan Jordan lebih banyak memakan makanan itu, membuat Jidan menggelengkan kepalanya.


"Jo, jangan berlebihan, kau bisa sakit perut. Pencernaanmu kurang baik jika memakan terlalu banyak." ujar Jidan.


"Iya, aku hanya memakan yang aku sukai." jawab Jordan. "Pak Chris, sepertinya makanan hotel ini sangat baik." sambungnya.


"Aku sangat senang jika sesuai dengan selera kalian." jawab Chris. Pria itu memanggil pelayan untuk membawakan anggur. "Dan ini anggur terbaik yang ada di hotel kami dan tentu saja ini sesuai permintaan pak Jo." sambungnya.


Jidan dan Jordan sama sama menyesap minuman itu lalu keduanya mengangguk.


"Benar benar sesuai harapan kami, terima kasih pak Chris." ujar Jordan.


"Dengan senang hati pak Jo. Mengapa kalian yang datang langsung kemari? Aku sangat terkejut saat mendengar kalianlah yang mengecek lokasi." tanya Chris.


Jordan tertawa. "Pak Presdir SinMart sangat perfect, jadi pestanya pun harus sesuai dengan keinginannya." jawabnya.


"Kau berlebihan Jo, aku hanya sekedar memastikan. Aku tak tahu jika harus mencicipi menu makanan juga." ujar Jidan.


"Benar benar suatu kehormatan bagi hotel kami pak Ji. Anda ingin datang kemari dan melihat semuanya. Aku juga selama ini ingin sekali menemui kalian secara langsung. Selama ini aku hanya mendengar dan melihat kalian di televisi. Maaf jika aku tak sopan." ujar Chris.


Jidan tersenyum. "Tidak ada yang istimewa dari kami, kami sama seperti kalian."


"Bagaimana mungkin kalian sama seperti kami, kalian adalah panutan semua orang dalam berbisnis." kata Chris.


Keduanya hanya bisa tertawa mendengarnya.


"Baiklah, kami rasa sudah cukup. Kami tunggu pelayanan kalian 4 hari lagi, kami masih ada sedikit pekerjaan. Jadi harus kembali sekarang." ujar Jordan.


Chris mengangguk. "Senang bisa mendapatkan nilai positif dari kalian. Sampai berjumpa 4 hari lagi, kami akan melakukan yang terbaik." ujarnya.


Keduanya mengangguk lalu meninggalkan hotel San Marino menuju perusahaan SinMart dengan mobil masing-masing.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2