Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Jordan Berubah


__ADS_3

Seketika Aerum berhenti dan menoleh ke belakang. Ia menatap Jordan yang baru saja memanggil namanya.


"Apa kau mengenalku?" tanya Aerum.


Seketika Jordan tertawa membuat wajahnya terlihat semakin tampan. "Ya Tuhan aku tak salah menebak wajahmu sama seperti kakakmu, hanya saja sikapmu berbanding terbalik." ujar Jordan.


Aerum mencibir. "Kau siapa?" tanyanya lagi.


Jordan mendekatinya lalu mengulurkan tangannya. "Aku Jordan Sin, CEO SinMart." ujarnya.


Aerum terbelalak lalu menyambut uluran tangan Jordan, seketika sikapnya berubah.


"Apakah anda salah satu si kembar Sin?" tanya Aerum masih tak percaya.


Jordan mengangguk. "Siapa lagi pemilik SinMart." jawabnya seraya menatap penampilan Aerum dari atas sampai bawah. "Sepertinya kau harus mengganti pakaianmu, aku takut ada pria yang berniat jahat padamu." ajak Jordan.


"Tidak perlu terima kasih." jawab Aerum.


Jordan terbelalak karena ditolak. Tapi ia bukan pria yang bisa ditolak begitu saja. Jordan menarik tangan Aerum kedalam toko yang ia masuki tadi. Aerum sedikit memberontak namun ia tak bisa melepaskan genggaman tangan Jordan.


Pelayan terkejut saat melihat Jordan dan wanita yang menghina tokonya tadi.


"Apakah anda pak Jo?" tanya pelayan.


Jordan mengangguk. "Tolong carikan beberapa pakaian yang lebih pantas untuknya." ujar Jordan.


"Wanita ini yang mengusirku untuk kembali ke Korea." ujar Aerum.


"Maafkan aku nona, aku tak bermaksud seperti itu." ujar pelayan itu ketakutan.


Jordan menatap keduanya. "Jadi kalian baru bertengkar?" tanyanya.


Pelayan itu seketika menggeleng. "Tidak pak Jo, maafkan aku. Nona ini bilang..."


"Tidak ada alasan apapun yang bisa diterima, kau seorang pelayan bukankah harus menghargai pelanggan seperti apapun sikapnya. Kau aku pecat." ujar Jordan.


Pelayan itu berlutut dan menangis. "Jangan pecat aku pak, aku mohon." ujarnya.


Seketika Ae-Ri masuk ke toko itu. "Ada apa ini?" tanyanya.


"Ternyata general manager kita sudah masuk kerja." ujar Jordan. "Apakah ada kata maaf untuk pelayanan yang kurang prima di SinMart?" tanyanya.


Ae-Ri menggeleng. "Tidak ada pak Jo." jawabnya.


"Kalau begitu keputusanku sudah tepat." ujar Jordan. "Aku pinjam adikmu, kita akan bertemu di kantor." sambung Jordan seraya menarik tangan Aerum keluar dari toko.


Ae-Ri sangat terkejut. "Ada apa sebenarnya?" tanyanya pada pelayan toko.

__ADS_1


"Bu Ae-Ri bantu aku, aku tak ingin berhenti bekerja. Aku tak tahu jika nona itu adik anda, ia mengatakan jika toko ini tidak fashionable dan semua barangnya jelek dan mahal, aku hanya mengatakan jika ia ingin pakaian seperti yang ia kenakan maka kembali ke negaranya sendiri. Tapi aku tak berniat mengusirnya. Maafkan aku bu Ae-Ri, aku mohon." pinta pelayan itu.


"Ya Tuhan Aerum membuat masalah." ujar Ae-Ri seraya membangunkan pelayan itu. "Jangan menangis lagi, aku akan berbicara pada pak Jordan." sambungnya seraya keluar dari toko itu.


Ae-Ri mencari keberadaan Jordan dan adiknya, ternyata keduanya sedang di toko pakaian yang lain dan sedang memilih beberapa pakaian untuk Aerum. Ae-Ri menghela nafasnya, ia tak ingin mengganggu keduanya karena Jordan sudah mengatakan akan bertemu dengannya di kantor.


Ae-Ri kembali menuju kantornya, ia mengurungkan niatnya sendiri untuk mencari pakaian untuknya.


*****


"Oh ayolah Aerum, kau harus mencari baju ganti. Bajumu itu terlalu seksi." perintah Jordan.


"Kenapa anda mengaturku?" tanya Aerum.


"Karena aku yang akan menentukan kau bisa bekerja atau tidak di SinMart kedua." jawab Jordan.


Seketika Aerum terdiam. "Maaf..." ujarnya.


"Kalau begitu ikuti keinginanku, jika kau masih menggunakan pakaian mini seperti ini aku tak janji menerimamu." ancam Jordan.


"Baiklah, oke oke..." ujar Aerum.


Jordan tertawa, adik Ae-Ri lebih menyenangkan dan sangat lucu. Wanita itu mencoba beberapa pakaian yang terus dinilai Jordan. Aerum berkali kali kesal harus mengikuti selera pria yang baru saja dikenalnya.


Jika saja aku tak membutuhkan pekerjaan, aku akan berteriak "pakaianku bukan urusanmu" gumam Aerum didalam kamar ganti.


"Pantas saja eonni seperti gadis tua." jawab Aerum.


Tentu saja perkataan Aerum membuat Jordan melepaskan tawanya hingga membuat para pelayan menatapnya.


"Kalian berdua cantik dengan cara yang berbeda." ujar Jordan setelah ia mengendalikan tawanya.


Aerum keluar dari kamar ganti, wanita itu memang sangat cantik persis seperti kakaknya.


"Buang pakaianmu yang tadi, kau kenakan itu. Ayo kita ke kantor kakakmu. Kebetulan sekali lebih baik aku mewawancaraimu sekarang." perintah Jordan.


Aerum terbelalak. "Besok, aku belum siap." jawabnya.


"Mana wanita yang pemberani tadi. Mengapa kau tiba-tiba gugup?" tanya Jordan.


"Tidak aku biasa saja." jawab Aerum.


Jordan tersenyum lalu membayar semua pakaian yang dibeli Aerum.


"Tidak usah, aku saja yang membayarnya." tolak Aerum.


"Biar aku saja, anggap saja sebagai imbalan karena terus membuatku tertawa." ujar Jordan.

__ADS_1


Pelayan mengambil kartu emas Jordan. "Terima kasih pak Jo." ujarnya.


Jordan hanya mengangguk dan membawakan semua belanjaan Aerum walaupun sempat ditolak wanita itu.


Keduanya sudah sampai di kantor Ae-Ri.


"Eonni maaf." ujar Aerum.


"Kita akan bicara di rumah." bisik Ae-Ri. "Mengapa anda datang kemari pak Jo?" tanyanya.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu nona Ae-Ri, bukankah kau seharusnya datang besok. Aku kemari untuk menangani pekerjaanmu karena pak Robert sedang mengawasi renovasi SinMart keempat." jawab Jordan.


"Anda benar pak, maafkan aku bertanya. Jadi kita berhasil mengambil alih VilMart." ujar Ae-Ri.


Jordan mengangguk. "Kami tak sia sia menyerahkan pekerjaan ini pada pak Marcell. Dan aku senang bisa bertemu adikmu."


"Maafkan atas sikap kasar adikku pak Jo, seharusnya aku mengajarinya lebih sopan." ujar Ae-Ri.


Jordan tertawa. "Kau salah Ae-Ri, aku sangat senang bisa bertemu dengan adikmu. Jujur saja aku sedang dalam mood yang buruk, tapi adikmu mampu membuatku tertawa dan melupakan masalahku." jawabnya.


"Apakah anda bisa menarik kata kata anda untuk memecat karyawan toko tadi, sebenarnya itu kesalahan adikku pak Jo." tanya Ae-Ri.


Jordan menggeleng. "Aku tak pernah menarik kata kataku sendiri, Aerum adalah pelanggan. Sekasar apapun pelanggan itu, pelayan harus menganggapinya dengan sabar dan lembut. Itulah peraturan SinMart." jawabnya.


Ae-Ri melirik adiknya, Aerum mengerti maksud kakaknya agar berbicara pada Jordan.


"Pak Jo, sepertinya aku yang telah memprovokasi pelayan itu. Jadi lebih baik maafkan saja ia." pinta Aerum.


"Kau yakin?" tanya Jordan.


"Aku yang bilang pakaiannya jelek dan mahal, tidak fashionable seperti pakaian yang aku kenakan. Makanya ia menyuruhku kembali ke negaraku." ujar Aerum.


Jordan terbelalak lalu tertawa terbahak-bahak. Wanita itu mampu membuatnya terus tertawa, ia sepertinya lebih tertarik pada Aerum daripada Ae-Ri.


"Baiklah aku akan mengampuni pelayan itu, tapi aku akan memotong gajinya setengah bulan ini sebagai hukuman agar ia tak melakukan hal yang sama pada pelanggan lain." ujar Jordan.


"Terima kasih pak Jo." ujar Ae-Ri.


"Aku masih banyak pekerjaan, aku menerimamu sebagai wakil general manager SinMart kedua Aerum. Aku berbicara padamu dari tadi sambil menilai kecerdasanmu. Sepertinya kau memang tepat untuk SinMart kedua, dan besok datanglah ke pesta perayaan perusahaan bersama kakakmu." ujar Jordan.


Aerum terkejut. "Terima kasih banyak pak Jo." ujarnya.


"Terima kasih sekali lagi pak." ujar Ae-Ri lagi.


Jordan mengangguk dan meninggalkan keduanya untuk kembali ke perusahaan karena SinMart ketiga sudah ditangani Ae-Ri lagi.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2