
Aerum menghubungi ayahnya untuk datang ke Seoul tempat kakaknya menginap.
"Aku tak bisa meyakinkan eonni untuk menemuimu ayah di Busan, ia terus menolaknya." ujar Aerum.
"Kau yakin akan baik baik saja jika aku yang datang ke Seoul?" tanya Kim Soo Han.
"Hanya itu satu satunya cara agar kalian menyelesaikan masalah kalian. Ayah, eonni sangat cantik dan tumbuh dengan baik. Walaupun ia bilang tak ingin bertemu denganmu, tapi aku bisa melihat ada kerinduan dimatanya saat aku menyebutmu. Ayah, eonni akan membawaku ke Amerika. Aku yakin ia tak ingin kembali lagi kemari. Inilah kesempatan untuk kalian." jawab Aerum.
"Ayah sangat takut, tapi ayah sangat merindukannya. Ini memang semua salah ayah." ujar Kim.
"Untuk itu katakan langsung pada eonni, sudah dulu ya ayah. Aku sudah mengirimkan alamatnya. Aku tunggu kedatanganmu kemari." ujar Aerum seraya mematikan ponselnya karena Ae-Ri masuk ke kamarnya.
"Sudah selesai?" tanya Aerum.
"Kau pikir aku ikan yang terus berenang." jawab Ae-Ri.
Aerum tertawa. "Ternyata eonni sama seperti di telepon, mudah marah." ejeknya.
Ae-Ri mendekati adiknya dan menarik telinganya membuat Aerum meringis. "Sudah lama aku ingin melakukan hal ini Aerum. Kau sangat nakal, tak pernah mendengarkan nasehatku." ujar Ae-Ri.
"Ampun eonni, lepaskan. Aku bukan anak kecil lagi." ujar Aerum.
Ae-Ri melepaskannya. "Mandilah, sudah saatnya kita makan malam." ujarnya.
Aerum mengangguk seraya masuk ke kamar mandi sambil mengelus telinganya yang sakit membuat Ae-Ri tertawa geli melihatnya.
******
Jam makan malam sudah tiba, Aerum dan kakaknya sedang makan malam di restoran hotel tersebut. Pandangan beberapa pria tak lepas dari mereka, keduanya memang sangat cantik persis seperti artis Korea Selatan yang sedang naik daun.
"Apa ada yang salah dengan kita?" tanya Ae-Ri.
"Kau tidak tahu, kami semua sedang demam artis Korea. Kau sangat cantik eonni, persis seperti artis disini." jawab Aerum.
"Berkacalah Aerum, mereka bukan hanya menatapku tapi juga kau. Aku sangat penasaran dengan pria bodoh yang telah menyakitimu itu." ujar Ae-Ri.
Aerum tiba tiba terbelalak, pria yang baru saja dimaksud kakaknya ada di restoran yang sama dengan mereka. Pria itu bersama seorang wanita namun sedang menatapnya dengan tajam. Ae-Ri mengikuti pandangan Aerum dan melihat keberadaan seorang pria yang cukup tampan sedang menatap mereka.
"Breng*** mengapa ia ada disini." ujar Aerum.
"Jadi pria itu?" tanya Ae-Ri.
__ADS_1
Aerum mengangguk. "Aku yakin ia mengikutiku dan sengaja membawa wanita itu." jawabnya.
Ae-Ri tertawa. "Serahkan padaku." ujarnya seraya berdiri.
"Tidak eonni, jangan..." tapi Ae-Ri sudah meninggalkannya dan menghampiri mantan kekasihnya.
*****
"Hai..." sapa Ae-Ri.
Tae Hyun terkejut karena didekati wanita cantik yang duduk bersama Aerum. "Hai..." jawabnya.
"Apa kita saling kenal? Kenapa kau terus menatap kami?" tanya Ae-Ri.
"Siapa wanita ini?" tanya seorang wanita yang duduk dengan Tae Hyun.
"Aku tak mengenalnya." jawab Tae Hyun.
"Eonni..." ujar Aerum menghampiri Ae-Ri.
Tae Hyun terbelalak saat mendengar panggilan Aerum pada Ae-Ri. "Jadi ia kakakmu yang pernah kau ceritakan padaku?" tanyanya.
Tae Hyun tertawa. "Kau terlalu percaya diri, aku kebetulan sedang ada tugas di Seoul. Bukan mengikutimu." jawabnya.
Ae-Ri emosi dan menarik kerah baju Tae Hyun dan mendorongnya. "Pria sepertimu tak pantas untuk adikku, jika kau suka berselingkuh, mengapa kau tak rela melepaskan Aerum. Mengapa kau terus mengganggunya? Hai nona, kau telah dibohongi pria ini, pria yang sedang bersamamu adalah pria yang suka berselingkuh. Kau jangan sampai menjadi korban selanjutnya." ujar Ae-Ri.
Wanita itu marah lalu menyiram wajah Tae Hyun dengan jus buah yang ada di meja. "Dasar pria sialan." ujarnya lalu meninggalkan mereka.
Ae-Ri tertawa lalu melepaskan genggaman kerahnya. "Kau akan mendapatkan rasa malu lebih dari ini, jika kau tak berhenti mengganggu adikku." ancamnya lalu menarik Aerum keluar dari restoran.
"Kalian sialan." teriak Tae Hyun.
Aerum melepaskan tarikan tangan kakaknya. "Apa yang eonni lakukan? Kau mencampuri urusan pribadiku." bentaknya.
"Jangan membentakku Aerum, sejak kedatanganmu kemari, kau sudah menjadi tanggung jawabku. Pria semacam itu perlu dipermalukan." bentak Ae-Ri balik.
"Tapi..."
"Tidak ada kata tapi, cepat masuk kamarmu." perintah Ae-Ri.
Dengan kesal Aerum berlari menuju kamar hotel, Ae-Ri dengan kesal menghela nafasnya.
__ADS_1
Aku hanya ingin melindungimu Aerum, kau terlalu lemah di depan pria itu. Pria yang tak pantas kau cintai. gumam Ae-Ri.
Ia pun menyusul adiknya ke kamar hotel.
*****
Keesokan harinya, Aerum mendapat telepon dari ayahnya. Ternyata Kim Soo Han sudah sampai di lobi hotel bersama ibunya. Untung saja Ae-Ri sedang mandi sekarang, ia bisa menjemput ayah dan ibu tirinya.
"Ayah, ibu..." teriak Aerum seraya memeluk keduanya.
"Anak nakal, kau sudah besar tapi masih memeluk kami seperti anak kecil. Bagaimana kau bisa memiliki niat untuk meninggalkan kami." ujar Kim.
"Jangan mulai lagi ayah, aku ingin bersama eonni." jawab Aerum.
"Dimana kakakmu?" tanya Kim.
"Kamar nomor 303. Ayah masuklah kesana, ini kartu masuknya, aku akan memesan kamar buat kalian." jawab Aerum seraya memberikan kartu pintu kamar hotel pada ayahnya.
Kim Soo Han sangat ragu, ia sangat gugup akan bertemu dengan anaknya yang selama ini ia rindukan. Istrinya Song Gi menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan suaminya. "Selesaikan masalahmu." ujarnya, Aerum ikut mengangguk.
Kim Soo Han menghela nafasnya, tapi ia menyerahkan kartu itu lagi pada putrinya. "Aku akan mengetuk pintunya." ujar Kim.
Aerum menerima kartu itu lalu mengangguk dan membiarkan ayahnya menuju kamar Ae-Ri, sedangkan Aerum membawa ibu tirinya untuk memesan kamar hotel.
*****
Kim Soo Han sudah berdiri tepat di depan pintu kamar 303, ia bergetar hebat saat ingin mengetuk pintu kamar itu. Ia mengingat kembali, saat Ae-Ri marah dan kabur dari rumah karena ia akan menikahi Song Gi. Ia masih ingat wajah putri kecilnya yang menangis dan berteriak padanya sambil berlari keluar rumah.
Satu tahun ia mencari cari keberadaan Ae-Ri, dan akhirnya ia dihubungi seorang pria dan wanita dari Amerika bahwa putrinya bersama mereka dan tak ingin kembali. Dua kali Kim Soo Han mengunjunginya ke Amerika, tapi ia hanya melihat Ae-Ri terus tumbuh menjadi wanita yang cantik dan cerdas dari jauh. Walaupun ia sering bertemu Warres dan suaminya tapi ia tak berani menemui putrinya karena ia takut Ae-Ri akan lari lagi darinya.
Keadaan yang sulit membuatnya berhenti menemui putrinya, tapi ia tak pernah melepaskan Ae-Ri, ia terus berhubungan dengan Warres secara diam diam lewat telepon. Dan selalu mendapat kiriman foto dari Warres tentang pertumbuhan Ae-Ri. Kim Soo Han menghela nafasnya, dengan susah payah dan akhirnya Kim mengetuk pintunya.
"Aerum, apa kau lupa bawa kartu pintu. Kau darimana sih." teriak Ae-Ri membuat jantung Kim berpacu lebih cepat. Ae-Ri membuka pintu tapi ia langsung berbalik dan mengomel. "Kau keluar kamar tanpa bilang padaku, kau bahkan tak membawa ponselmu. Aku pikir kau diculik oleh Tae Hyun, jika saja pria itu mengganggumu lagi, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri." ujarnya. "Mengapa kau diam sa..." sambungnya lalu berbalik tanpa meneruskan ucapannya.
Mata Ae-Ri terbelalak sangat lebar, mulutnya menganga dan wajahnya tiba tiba memucat. Ia mundur saat melihat pria yang ada dihadapannya sekarang. Pria yang lebih dari 10 tahun ia tinggalkan. Amarah dan emosi Ae-Ri tiba tiba memuncak saat ia kembali pada kesadarannya sendiri.
"Apa yang kau lakukan disini?" teriaknya dengan marah.
*****
Happy Reading All...😘
__ADS_1