Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Perkembangan SinMart


__ADS_3

Jidan kembali ke perusahaan untuk melakukan meeting bersama beberapa karyawan mall SinMart untuk membahas keuangan 3 mall tersebut. Meeting itu dihadiri oleh Kalfi dan juga Jordan.


Jidan membuka meeting itu. "Aku sudah menerima beberapa data keuangan dari ketiga mall, ternyata pendapatan SinMart walaupun naik seperti tahun tahun sebelumnya, pendapatan SinMart kedua sepertinya menurun. Kenaikan tahun lalu hingga mencapai 70%, tahun ini hanya 40%." ujarnya. "Aku tahu ini semua karena masalah itu, tapi jika terus menerus seperti ini, kita tak bisa menaikkan gaji karyawan SinMart kedua. Kita tak mungkin terus menerus menutupi kekurangan disana." sambungnya.


"Tetap naikkan gaji mereka tahun depan, kita sedang mencari bukti pengembalian nama SinMart kedua. Jika pak Marcell berhasil mendapatkan bukti itu, lalu pendapatan SinMart kedua masih sama. Maka kita tak bisa menaikkan gaji mereka tahun berikutnya." ujar Jordan.


"Pak Jo benar, kita tetap melakukan seperti biasanya sampai tahun berikutnya pak Ji. Ini beberapa bukti yang sudah dikumpulkan pak Marcell walaupun belum cukup kuat, tapi yakinlah jika kita bisa menang dari VilMart." sambung Kalfi.


Semuanya melihat dokumen yang diserahkan Kalfi dan mengangguk.


"Baiklah, kemungkinan kita akan melakukan seperti tahun-tahun sebelumnya, meeting selanjutnya adalah bersama semua general manager SinMart. Aku yang akan langsung memimpinnya." ujar Jidan.


Semuanya mengangguk kembali.


"Pak Ji, sepertinya kita butuh orang yang lebih cerdas untuk SinMart kedua. Bagaimana jika kita menambah karyawan dibawah general manager?" tanya Kalfi.


"Anda adalah seorang direktur SinMart, tentu saja semuanya aku serahkan pada anda. Semua yang terbaik untuk SinMart, aku akan mendukungnya." jawab Jidan.


"Tapi masalahnya, aku belum menemukan orang yang cocok untuk posisi itu." ujar Kalfi.


"Aku pikir tak perlu buru-buru pak Kalfi, kita pelan pelan saja mencarinya. Jika memungkinkan, aku yang akan mencarinya, bagaimana?" tanya Jordan.


Semuanya menatap Jordan. "Akan aku pikirkan." jawab Jidan.


Bagaimana kau bisa mencari karyawan Jo, kau saja masih mengikutiku kemanapun. Kapan kau memiliki teman di luaran. pikir Jidan.


Jordan merasa kakaknya tak mempercayainya, padahal ia berniat menunggu adik dari Ae-Ri. Ia berharap adiknya wanita itu sama cerdasnya dengan Ae-Ri.


"Sepertinya anda tidak mempercayai seorang CEO pak Ji. Aku bisa membantu mencari karyawan baru. Beri aku waktu 3 bulan, saat pak Marcell berhasil menjebak VilMart. Aku akan membawa orangnya." ujar Jordan.


Jidan menyipitkan matanya, adiknya sangat percaya diri. Tapi siapakah yang akan dibawa Jordan ke SinMart kedua.


"Baiklah aku serahkan padamu, jangan mengecewakan kami pak Jo." ujar Jidan.


Jordan mengangguk. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk SinMart." jawabnya.


"Aku percaya pada anda pak Jo, anda juga CEO cerdas kami." ujar Kalfi.


"Terima kasih pak Kalfi." jawab Jordan.

__ADS_1


"Aku rasa cukup sampai disini saja meeting kita, kecuali pak Kalfi dan pak Jordan. Kalian boleh keluar dari ruang meeting." perintah Jidan.


Semuanya mengangguk mengikuti ucapan Presdir mereka. Sedangkan si kembar bersama Kalfi tetap berada di ruang meeting seperti biasanya.


Jidan dan Kalfi langsung menatap tajam Jordan saat yang lain sudah tak ada.


"Hei... kalian jangan mencoba membunuhku dengan tatapan itu." ujar Jordan.


"Siapa?" tanya keduanya bersamaan.


Jordan tertawa. "Aku belum tahu." jawabnya.


Jidan memukul kepalanya dengan dokumen. "Kau tidak masuk akal Jo, kau meminta di depan mereka semua. Sekarang kau bilang belum tahu."


"Jangan bercanda Jo, aku tahu kau sudah memiliki orang yang menjadi targetmu. Siapa orangnya?" desak Kalfi.


"Oh ayolah kak, kau jangan ikut ikutan kak Ji. Aku benar benar belum pernah bertemu dengan orangnya. Aku hanya merasa akan ada orang yang cocok setelah 3 bulan nanti. Percayalah padaku." jawab Jordan.


"Dasar bocah gila, kau jangan mempermalukan keluarga Sin. Kau harus menepati janjimu. Dan mulailah membawa mobil sendiri Jo. Kau sudah 90% sembuh kata dokter Francisca." ujar Jidan seraya berdiri.


"Apa kau bosan bersamaku atau kau ingin bebas bersama Ae-Ri." tanya Jordan.


"Tidak..." jawab keduanya.


"Jo jangan mulai lagi, aku hanya ingin kau mandiri." ujar Jidan.


"Aku akan mencari mobil baru, aku ingin mobil sport bukan mobil tua milik kakek." jawab Jordan. "Kak antar aku memilihnya." pintanya pada Kalfi.


"Kenapa aku? Kakakmu ada." jawab Kalfi.


"Tidak, ia pasti akan memilih mobil yang sama sepertinya." kata Jordan.


"Kau boleh membeli mobil baru tapi tidak untuk mobil sport. Jika kau masih tak mendengarkan aku, aku akan merusak mobilmu saat ada di rumah." ancam Jidan.


"Ayolah kak, izinkan aku memiliki mobil sport." pinta Jordan.


"Kakakmu benar Jo, kau tak boleh beli mobil sport. Pilihlah mobil model lain." ujar Kalfi.


Jordan menghela nafasnya. "Satu lawan dua, aku kalah." ujarnya cemberut.

__ADS_1


Keduanya tertawa, Jidan keluar dari ruang meeting dan kembali ke kantornya.


"Kapan kau ingin membeli mobilnya?" tanya Kalfi.


"Kapan kakak ada waktu?" tanya Jordan.


"Kapanpun untuk kalian." jawab Kalfi.


"Kalau begitu sekarang juga." pinta Jordan.


Kalfi terkejut namun akhirnya mengangguk. "Ayo..." ajaknya.


Jordan tersenyum. "Tunggu aku di parkiran, aku akan membereskan barangku terlebih dahulu."


Kalfi mengangguk dan meninggalkan Jordan. Sedangkan Jordan kembali ke kantornya untuk membereskan barang-barangnya.


*****


Aerum kembali menghubungi kakaknya, ia benar benar sudah tak ingin melanjutkan kuliahnya lagi, karena mantannya terus mengganggunya.


"Sebenarnya siapa yang meminta putus, mengapa justru kau yang diganggu pria itu. Apa yang telah kau lakukan Aerum?" tanya Ae-Ri.


"Pria itu yang meminta putus dariku eonni, tapi pria itu malah menggangguku karena tak ingin aku bersama pria lain." jawab Aerum.


"Kalian memang gila, laporkan pada dekan atau rektor universitas. Bila perlu kau hubungi polisi." ujar Ae-Ri.


"Tidak, aku masih memiliki perasaan padanya. Aku tak ingin ia dikeluarkan dari kampus atau di penjara." kata Aerum.


"Kalau begitu nikmati saja. Jangan coba-coba kau keluar dari kampus atau kau tidak akan sama sekali pergi ke Amerika. Dengar Aerum, aku sudah mengambil cuti 3 bulan lagi dan aku juga sudah meminta atasan SinMart membantumu masuk ke perusahaan. Aku akan menjemputmu di Seoul. Aku tidak akan ke Busan, karena aku tak ingin bertemu pria itu." ujar Ae-Ri.


"Tak bisakah kau mempercepatnya, aku akan ke Seoul menemuimu. Tapi aku tak ingin 3 bulan lagi eonni." pinta Aerum.


"Tidak, kau perlu lulus kuliah jika ingin masuk SinMart. Jangan berdebat masalah ini terus menerus Aerum, aku masih bekerja. Bye." jawab Ae-Ri seraya menutup teleponnya.


Ae-Ri memejamkan matanya, adiknya keras kepala melebihi dirinya. Wanita itu sudah mulai dewasa tapi terus merengek seperti anak kecil. Ae-Ri melanjutkan pekerjaannya, karena sebentar lagi ia akan kembali ke rumahnya.


*****


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2