Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Sulit Melepaskan Ae-Ri


__ADS_3

Pria tua itu sedang duduk sambil menatap pemandangan yang tak asing baginya setiap hari, penyesalan terus merasuki dirinya karena bercerai dengan Warres. Sejak perceraiannya dengan Warres, Miller sama sekali tak berniat menikah lagi. Ia masih mencintai wanita itu, ia sangat menyesal meninggalkan Warres yang selama ini hidup dengannya hanya karena istrinya mengangkat seorang anak yang sampai saat ini masih menemui dan menyayanginya.


"Papi..." ujar Ae-Ri mengejutkannya. "Aku pikir terjadi sesuatu padamu, kau tak membalas panggilanku." ujarnya.


"Kau datang lagi nak." jawab Miller.


"Tentu saja aku akan terus datang kemari sampai kau membenciku." jawab Ae-Ri.


Maafkan aku Ae-Ri, aku memang pernah membencimu. pikir Miller.


Pria itu terisak, Ae-Ri menghampirinya. "Lagi lagi papi menangis, aku datang untuk menghiburmu bukan membuatmu menangis. Ini makanan yang kau sukai, aku membelinya saat dijalan tadi." ujarnya.


"Ae-Ri, maafkan aku. Aku meninggalkan kalian..."


"Hentikan pi, jangan mengatakannya lagi. Aku yang salah datang dalam kehidupan kalian berdua. Seharusnya aku tak merusak kebahagiaan kalian dan membuat kalian bercerai. Mami sangat merindukanmu, kembalilah bersama kami." pinta Ae-Ri sedih.


Miller menggeleng. "Tidak nak, aku bersalah pada Warres. Aku malu untuk kembali padanya." jawabnya.


"Kalian sama sama egois, kalian masih saling mencintai tapi kalian terus menyiksa diri sendiri selama 8 tahun. Apakah kau mau kembali jika aku meninggalkan kalian?" tanya Ae-Ri.


"Jangan katakan itu terus Ae-Ri, Warres sangat mencintaimu. Ia akan menggila jika kau pergi darinya. Dan aku sudah menyadari bertahun tahun jika aku juga mencintaimu. Tapi kesalahanku tak bisa diperbaiki, aku sangat menyakiti Warres." ujar Miller.


Ae-Ri menghela nafasnya. "Aku sulit sekali menyatukan kalian berdua. Papi, hiduplah dengan baik. Aku semakin sibuk bekerja, aku akan sangat jarang menemuimu." ujarnya.


"Tidak apa-apa nak, jangan terus menemuiku. Aku takut Warres mengetahuinya dan akan marah padamu." kata Miller.


Ae-Ri menggeleng. "Itu tidak akan terjadi pi, aku tak akan mengatakannya pada siapapun. Aku harus segera kembali, aku masih bekerja sekarang. Makan semua ini, kau harus terus sehat. Aku akan menghubungimu lagi." ujar Ae-Ri mengecup pipi pria itu lalu pamit meninggalkannya.


"Terima kasih Ae-Ri, kau hati hatilah." jawab Miller.


Ae-Ri hanya melambaikan tangannya lalu keluar dari rumah itu.


Disisi lain, Jordan mengikuti wanita itu dan mendengarkan semua ucapan Ae-Ri. Ternyata inilah rahasia wanita itu, Jordan berlari menuju mobilnya saat wanita itu akan keluar dari rumah itu.


Jordan pura pura memejamkan matanya di kursi kemudi. Ae-Ri mengetuk kaca mobilnya. "Anda masih menungguku pak Jo." ujarnya.


Jordan mengangguk. "Ayo, aku antar ke SinMart ketiga." ajaknya.


Ae-Ri mengangguk dan masuk kedalam mobil. "Maaf pak Jo, aku membuat anda menunggu."


"Tak apa apa Ae-Ri, akulah yang menginginkannya. Siapa yang kau temui di rumah itu?" tanya Jordan.

__ADS_1


"Keluargaku." jawab Ae-Ri datar.


Jordan tak bisa bertanya lebih banyak, sepertinya wanita itu tak mau membagi rahasianya pada siapapun. Setengah jam perjalanan, mereka tak saling berbicara. Sampai juga di SinMart ketiga.


"Terima kasih pak." ujar Ae-Ri.


"Sama sama, aku harus kembali ke perusahaan sekarang. Sampai jumpa Ae-Ri." jawab Jordan.


Ae-Ri mengangguk. "Hati hati pak Jo." ujarnya.


Jordan hanya mengangguk dan meninggalkan wanita itu untuk kembali ke perusahaannya.


*****


Di SinMart, Jidan sangat marah karena adiknya berani berbohong. Sekertaris Jordan ada di tempatnya dan mengatakan tidak ada meeting di luar hari ini. Jidan masih didalam ruangan Jordan untuk menunggu adiknya kembali. Satu jam lebih lama dari seharusnya mereka sampai di SinMart kedua.


Apa yang mereka lakukan? Dibawa kemana Ae-Ri sebenarnya? gumam Jidan sendiri.


"Pak Jo, ada pak Ji di dalam." ujar Marie. Jidan mendengar sekertaris itu mengatakannya.


Jordan masuk ke ruangan dan menatap kakaknya yang sangat marah.


"Maaf..." ujar Jordan untuk menenangkan kakaknya.


"Maaf kak, aku hanya ingin mencoba penyakitku dengan keluar dan mengendarai mobil baruku, kebetulan sekali ada Ae-Ri. Jadi aku sekalian mengantarkannya." ujar Jordan.


"Perlukah kau membohongiku, dan kau pergi lebih dari 3 jam." kata Jidan.


"Aku hanya takut kau marah, jadi aku terpaksa berbohong. Aku tak menyangka kau sampai kemari. Dan soal waktu, aku mengantarkan tepat waktu sebenarnya jika saja Ae-Ri tak pergi ke suatu tempat dan membuatku menunggu sampai setengah jam." jawab Jordan.


Jidan menautkan alisnya. "Apa maksudmu menunggu setengah jam?" tanyanya.


"Ia mampir ke sebuah tempat selama setengah jam aku menunggunya. Aku cuma tak ingin Ae-Ri mendapat masalah di daerah itu, makanya aku menunggunya." jawab Jordan.


"Aku tak tahu itu alasanmu saja atau apa, yang pasti aku tak suka kau berbohong padaku. Ingat janji kita pada mami Jo, lebih baik kita berhenti menemui wanita itu kecuali karena pekerjaan." ujar Jidan.


"Lalu bagaimana denganmu kemarin yang mengantarnya setelah ia datang kemari?" tanya Jordan kesal.


"Itu pekerjaan." jawab Jidan datar lalu meninggalkan adiknya begitu saja.


Jordan menatap pintu yang sudah tertutup itu dengan kesal, kakaknya sangat egois. Ia tak boleh mengantarkan Ae-Ri sedangkan ia sendiri seperti itu. Jordan dengan kesal melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Marie memang tak mendengar mereka saling berteriak, tapi wajah Presdir nya saat keluar dari ruang kerja CEO nya terlihat sangat marah.


Mungkin pak Ji marah karena pak Jo keluar begitu lama, entahlah aku tak perlu melaporkannya pada Aurel. pikir Marie.


Marie mengetuk pintu ruang atasannya untuk memberikan data tentang karyawan untuk SinMart dari beberapa universitas ternama di Amerika. Ternyata Jordan meminta sekertarisnya untuk mencari beberapa kandidat untuk membantu SinMart kedua, karena ia belum yakin seperti apa adik Ae-Ri itu.


*****


Jidan berkali-kali membuka dan menutup dokumen yang ada di depannya, ia tak bisa melupakan Ae-Ri dan menjauhi wanita itu. Ia masih saja cemburu dan sangat kesal pada adiknya yang terus-menerus mendekati Ae-Ri.


Haruskah aku kembali mengalah padamu Jo termasuk masalah perasaanku. Mengapa kita terus menyukai hal yang sama seperti ini sejak kita masih kecil. Mengapa kita terus membuat orang tua kita khawatir. gumam Jidan.


Jidan tak tahu harus bagaimana melepaskan Ae-Ri, jika hanya mainan mungkin ia tak mempermasalahkannya. Tapi perasaan yang ia punya adalah masalah hati. Ia tak bisa membayangkan harus melihat adiknya bersama wanita yang sangat ia sukai saat ini.


Suara ponsel mengejutkannya, ia menatap layar ponselnya dan terbelalak. Adiknya Zean dari Indonesia menghubunginya.


"Halo Zean, bukankah disana masih pagi sekali." ujar Jidan.


"Kau benar kak Ji, aku menghubungimu karena aku bingung. Ada pria yang menyatakan cintanya padaku semalam, ia seorang Briptu. Jabatannya sudah lumayan tinggi tapi ia malah menyukaiku. Ia bilang, ia sangat menyukai papi. Jadi ia ingin aku menjadi istrinya. Aku harus bagaimana?" tanya Zean.


"Kau dilamar sayang, lalu mengapa kau bertanya padaku?" tanya Jidan.


"Aku tak berani mengatakannya pada papi dan mami. Aku minta pendapatmu kak Ji, aku selalu curhat padamu soal pria." jawab Zean.


"Zean, apakah kau menyukainya?" tanya Jidan.


"Tentu saja tidak." jawab Zean.


"Apakah kau menyukai Brian?" tanya Jidan lagi.


"Kenapa kau bawa bawa nama Brian? Ini tak ada hubungannya dengan pria itu." jawab Zean lagi.


"Kalau begitu tolak Briptu itu." ujar Jidan. "Jangan bertanya lagi, tolak saja Zean. Kau masih belum cukup umur untuk menikah. Sudah dulu sayang, aku masih banyak pekerjaan. Kau hubungi aku lagi nanti." sambungnya.


"Baiklah, terima kasih kak Ji. Aku tak bisa menghubungimu lagi karena aku ada tugas." jawab Zean seraya menutup ponselnya.


Jidan menatap ponselnya sendiri lalu tersenyum.


Kau belum menyadari perasaanmu pada Brian, kau akan tahu itu saat kau semakin dewasa Zean. gumam Jidan.


Jidan kembali membuka dokumen di depannya dan mulai kembali bekerja. Ia bersyukur adiknya menghubunginya, jadi ia sedikit lupa soal Ae-Ri.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...😘


__ADS_2