Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Pernikahan Termegah


__ADS_3

Pernikahan si kembar Sin menjadi trending di Amerika, setelah 2 bulan mereka bersabar akhirnya keempatnya akan melangsungkan pernikahan hari ini. Pernikahan pemilik SinMart dilakukan semegah mungkin. Walaupun pernikahan itu dilakukan di Amerika tapi keempatnya justru memilih pernikahan ala Korea dan Indonesia.


Hampir jalan di Los Angeles ditutup untuk acara pernikahan mereka untuk mengurangi kemacetan, acara resepsi mereka dilakukan di luar ruangan karena undangan yang mereka sebar lebih dari sepuluh ribu undangan dan terbagi menjadi 4 hari acara resepsi.


Keluarga Sin semuanya datang termasuk Zean. Polwan cantik itu datang setelah melakukan peresmian pengangkatan jabatannya menjadi Brigadir Polisi dan dipindah tugas ke Jakarta. Ia bisa mengambil cuti atas nama ayahnya. Bahkan dokter Jack dan putranya dokter Brian ikut hadir di pernikahan si kembar Sin.


Pernikahan yang sangat sakral telah dilangsungkan, kini semuanya menuju tempat resepsi pernikahan mereka. Keempatnya sangat bahagia, mereka menjadi sorotan televisi dalam dan luar negeri.


"Aku mencintaimu Ae-Ri." bisik Jidan membuat istrinya tersipu.


"Bisakah kalian tak menunjukkan kemesraan kalian di depanku." ujar Zean.


Mereka tertawa. "Bagaimana kabarmu bu Brigpol?" tanya Jidan.


"Aku hampir gila, karena kakak kakakku hampir saling membunuh karena si cantik eonni Ae-Ri dan Aerum." ejek Zean.


Jidan dan Ae-Ri tertawa lagi. "Kenapa kau tega meninggalkan mami dan papi. Tak bisakah kau tetap di Lampung?" tanya Jidan.


"Bagaimana aku bisa menolak perintah atasanku. Itu tugas kak Ji, aku akan membawa mami papi jika mereka mau, tapi keduanya sangat keras kepala." jawab Zean.


"Mami dan papi tak akan mau meninggalkan tulang bawang, mereka memiliki kenangan yang tak bisa terlupakan. Tapi aku akan merayunya agar mau tinggal di Amerika." kata Jidan.


"No, aku tak ingin semakin jauh dari mereka. Biarkan mereka berada di Indonesia." jawab Zean.


"Kau tak bisa merawat mereka Zean, tapi jika mami papi disini. Aku dan istriku bisa merawatnya sepanjang waktu." ujar Jidan.


"Benar Zean, biarkan mami papi disini. Aku akan merawat mereka." sambung Ae-Ri.


Zean menatap kedua orang tuanya yang sedang berbincang dengan ayah Ae-Ri dan ibu Ae-Ri. "Aku sangat menyayangi mereka, seharusnya aku bisa merawat mereka dengan baik."


"Zean, aku mengatakan ini bukan karena merasa kau tak menyayangi mereka. Mami papi semakin tua, aku takut saat mereka sakit tak ada anak anaknya." kata Jidan.


"Baiklah, aku mengalah. Jika mereka mau meninggalkan tulang bawang, aku akan setuju." jawab Zean.


"Bagaimana hubunganmu dengan Brian? Pria itu bertugas di rumah sakit Jakarta kan?" tanya Jidan.


"Kami hanya bersahabat." jawab Zean datar sambil menatap Brian.


Jidan mendekati telinga adiknya. "Tapi tatapanmu mengatakan hal yang berbeda." bisiknya.


Zean merona, kakaknya tak bisa dibohongi. Ia memang semakin menyukai Brian, tapi Brian tak pernah menunjukkan sikap yang lebih dari seorang sahabat.

__ADS_1


"Aku ingin menemui kak Jo dan eonni Aerum." ujar Zean seraya meninggalkan Jidan dan Ae-Ri.


Jidan tertawa setelah berhasil menggoda adiknya.


"Kau ini, senang sekali menggoda adikmu." kata Ae-Ri.


"Aku hanya ingin Zean menyadari perasaannya sayang, dokter Brian menyukai Zean. Tapi pria itu memiliki sikap lebih cuek, dan ia belum menyadari jika Zean juga menyukainya." jawab Jidan.


"Biarkan mereka mengatasi masalah perasaannya sendiri, kita tak perlu ikut campur." ujar Ae-Ri.


"Pasti sayang." jawab Jidan, ia mendekati telinga istrinya. "Dan aku hanya ingin menyelesaikan masalah kita nanti malam. Jangan coba coba lari dari ranjang pengantin kita sayang." godanya.


Ae-Ri merona, ia mencubit pinggang suaminya. Ia sangat malu dan takut karena ia bukan adiknya yang pernah melakukan hubungan bebas seperti itu. Jidan menggenggam tangan Ae-Ri dan mengajaknya menemui kolega bisnis SinMart.


*****


Zean menghampiri Jordan dan Aerum yang sedang sibuk berbicara dengan tamu undangan.


"Kak Jo, eonni Aerum." sapa Zean.


"Hei... darimana saja kau Zean." jawab Jordan.


"Terima kasih Zean. Dimana kekasihmu?" tanya Aerum.


Zean terkejut. "Kekasih? Aku tak memiliki kekasih."


"Jangan mengelak sayang, Brian datang kemari kan?" tanya Jordan.


"Kapan aku bilang Brian kekasihku. Ayolah kak, ia hanya sahabatku." jawab Zean.


"Tapi kalian sangat cocok, Brian tampan dan seorang dokter. Kau cantik dan seorang polisi." kata Jordan.


"Jangan membicarakannya, jadi dimana kalian akan tinggal. Kak Ji bilang kalian tak ingin tinggal bersama mereka." tanya Zean.


"Bagaimana mungkin kami tinggal bersama mereka, aku sudah membeli rumah di dekat perusahaan SinMart. Tidak baik menyatukan 2 rumah tangga dalam satu atap Zean." jawab Jordan. "Dan kau tahu apa yang sudah terjadi sebelumnya, aku tak ingin membuka luka lama istriku." sambungnya.


Aerum menundukkan kepalanya, suaminya malah membahas kesalahannya dengan Jidan. Melihat raut wajah istrinya seperti itu, Jordan menarik tangan Aerum.


"Maaf sayang, aku tak bermaksud membahasnya." ujar Jordan.


"Tak apa apa. Zean apa kau bisa tinggal lama di Amerika?" tanya Aerum.

__ADS_1


Zean menggeleng. "Tidak eonni, aku cuti hanya satu minggu. Lusa aku harus kembali ke Indonesia."


"Lusa? Kau gila Zean, acara kami masih 3 hari lagi. Bagaimana kau bisa meninggalkan kakak kakakmu?" ujar Jordan.


"Setidaknya aku menghadiri pernikahannya kak Jo. Aku bukan wanita karir, aku seorang polisi yang memiliki tanggung jawab untuk negara." kata Zean.


"Bagaimana dengan mami papi?" tanya Jordan.


Zean kembali menatap kedua orang tuanya. "Aku di Jakarta dan mami papi di Lampung, aku tak bisa dekat mereka. Kak Ji bilang akan merayu mereka untuk tinggal disini. Aku setuju jika mereka mau." jawab Zean.


"Benarkah? Kalau begitu aku juga akan merayu mereka. Kak Ji benar, mereka harus dekat dengan anak anaknya." kata Jordan.


Zean mengangguk. "Baiklah, aku ingin ke taman. Selamat menikmati pesta pernikahan kalian." ujarnya seraya meninggalkan Jordan dan Aerum.


"Zean sangat cantik." ujar Aerum.


"Kau juga sangat cantik." goda Jordan.


"Tapi Zean lebih cantik dariku sayang, ia mirip sekali dengan mami Sherly." kata Aerum.


"Ia memang sangat cantik seperti mami, tapi kau tetap tercantik untukku. Dan semua tamuku mengatakan hal yang sama sayang." jawab Jordan.


"Kau pintar sekali menggodaku, aku sudah lelah sekarang. Bisakah kita tinggalkan pesta ini?" tanya Aerum.


"Masih 3 hari lagi pesta kita, dan sekarang baru setengah hari kau kelelahan. Jika kita pergi sekarang, aku akan membuatmu lebih lelah dari ini sayang." goda Jordan.


"Jo..." ujar Aerum seraya mencubit lengannya.


Jordan terkekeh. "Sabar sayang, tamu kita masih banyak. Kau duduklah jika lelah, aku akan mengambilkan minuman untukmu."


Aerum menatap sekeliling pesta, semuanya tamu penting SinMart. Ia tak ingin duduk sendirian dan ditinggalkan suaminya.


Aerum menggeleng. "Jangan tinggalkan aku, aku tak mengenal tamu disini."


Jordan tersenyum seraya menggamit tangannya. "Baiklah sayang, kau tetap disampingku." ujarnya seraya mengajak istrinya mengambil minuman.


*****


Tinggal beberapa episode lagi untuk kalian...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2