
"Apa yang kau lakukan disini?" teriak Ae-Ri, ia sangat marah saat melihat ayahnya masuk ke dalam kamarnya.
"Nak, aku merindukanmu." ujar Kim.
"Keluar dari sini, aku tak ingin bertemu denganmu." teriak Ae-Ri lagi.
"Ae-Ri maafkan aku, aku bersalah padamu. Tapi aku sungguh merindukanmu nak." ujar Kim memelas.
Ae-Ri tertawa dengan keras. "Jangan panggil aku putrimu, aku sudah mati. Dan aku juga sudah menganggapmu mati." bentaknya. "Aku tak memiliki ayah lagi sejak kau memutuskan ingin menikah lagi, kau berkhianat. Kau pembohong yang mengatakan sangat mencintai ibuku." teriaknya lagi.
"Ae-Ri tolong maafkan kesalahanku, aku memang salah padamu. Tapi kau harus tahu mengapa aku melakukan itu." kata Kim.
"Aku tak perlu penjelasan lagi, keluar dari kamarku atau aku akan memanggil sekuriti untuk mengusirmu." teriak Ae-Ri.
"Ae-Ri dengarkan aku nak, aku datang untuk menemuimu. Kau putri sulung yang sangat aku cintai, aku sangat merindukanmu dan aku ingin sekali memelukmu nak." kata Kim akhirnya menangis.
Ae-Ri kembali tertawa. "Aku putri sulung yang kau cintai, lalu kemana kau selama bertahun-tahun. Kau tak pernah mencariku. Kau malah hidup bahagia bersama wanitamu tanpa mencaritahu keberadaanku. Kau hanya sekali sekali menghubungi mami Warres itupun karena mami yang mencarimu."
"Tidak nak, aku mencarimu. Aku sangat perduli padamu." ujar Kim seraya mendekati Ae-Ri.
Seketika Ae-Ri mendorong pria itu hingga terjatuh. "Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu Kim Soo Han. Aku sangat jijik denganmu, keluar..." teriaknya.
Aerum dan Song Gi seketika masuk ke kamar Ae-Ri karena mereka terus mendengar Ae-Ri berteriak dan mengusir Kim Soo Han.
"Eonni...apa yang kau lakukan?" tanya Aerum.
Ae-Ri menatap adiknya dengan tajam. "Jadi ini yang kau lakukan, kau mengkhianatiku Aerum. Kau membawa orang orang hina ini kemari." bentaknya.
Aerum dan Song Gi membangunkan Kim Soo Han. "Ayah tidak apa apa kan?" tanya Aerum.
__ADS_1
Kim hanya menggeleng.
"Eonni kau keterlaluan, bagaimanapun ia ayah kita." ujar Aerum.
"Aku sudah tidak memiliki ayah. Kalian keluar atau aku yang keluar." ancam Ae-Ri.
Song Gi menghela nafasnya. "Ae-Ri, mungkin kau sangat membenciku karena mengambil ayahmu. Tapi kau harus tahu, aku tak melakukan itu. Aku masuk dalam keluargamu karena ingin merawat kalian berdua, aku tak tahu kalau itu akan menyakitimu sampai kau lari dari rumah meninggalkan kami." ujarnya.
"Berhentilah berbicara, aku tak ingin dengar apapun dari mulut kotormu." teriak Ae-Ri.
"Eonni...kau keterlaluan." bentak Aerum. "Kau tidak tahu kan, selama ini bagaimana ayah mencarimu. Pria yang kau benci selama ini mengorbankan segalanya untuk mengunjungimu ke Amerika, ia menjual semua miliknya untuk mendapatkan uang. Ia selalu melihatmu tumbuh disana, ia datang jauh dari Korea tapi ia tak sanggup menemuimu, ia hanya melihatmu dari jauh. Kau tak tahu kan kalau..."
"Cukup Aerum." bentak Kim. "Jangan katakan lagi, maaf aku telah mengganggumu Ae-Ri." sambungnya seraya membawa istrinya keluar.
Ae-Ri masih terkejut dengan perkataan adiknya, ia masih terpaku ditempatnya.
Ae-Ri menjatuhkan dirinya ke lantai seraya menangis, ia tak tahu jika ayahnya terus memperhatikannya. Dadanya semakin sesak saat mendengar cerita itu dari adiknya.
"Apa kau mengarang cerita padaku?" tanya Ae-Ri sambil menangis.
"Hubungi mami Warres jika kau ingin tahu kebenarannya, tentu saja wanita itu tahu segalanya." ujar Aerum.
Dengan tangan bergetar Ae-Ri mengambil ponselnya. Ia benar benar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia menghubungi Warres, tangisannya semakin meledak saat mendengar semua penjelasan dari Warres, rahasia yang disimpan ibu angkatnya karena permintaan ayahnya, Ae-Ri menjatuhkan ponselnya.
"Aerum dimana ayah, katakan." tanya Ae-Ri masih menangis.
"Mungkin ayah sudah kembali ke Busan." jawab Aerum berbohong.
Ae-Ri bangun dan berlari keluar, ia mencari cari keberadaan ayahnya. Airmatanya terus mengalir dengan deras.
__ADS_1
"Ayah..." teriknya. "Kim Soo Han...Kau akan menyesal jika meninggalkanku lagi." ujar Ae-Ri.
Kim Soo Han dan Song Gi sebenarnya masih berada di hotel itu. Ae-Ri terus berlari keluar hotel sambil memanggil nama ayahnya membuat semua orang menatapnya.
"Kim Soo Han... Kembalilah, maafkan aku..." teriaknya sambil menangis.
Di lain sisi Aerum mengunjungi kamar ayahnya dan menyuruh Kim Soo Han menemui kakaknya di luar hotel. Dengan tergesa-gesa Kim Soo Han keluar hotel. Ia menatap putrinya yang terus meneriaki namanya sambil menangis.
"Kim Soo Han, kau tidak akan bisa bertemu denganku lagi jika kau berani meninggalkan aku sekarang." ancam Ae-Ri.
Kim Soo Han menghampiri putrinya dari belakang, ia menepuk pundak putrinya. Ae-Ri membalikkan tubuhnya, ia menatap ayahnya. Ia memukul-mukul dada ayahnya. Keduanya sama sama menangis, lalu akhirnya saling berpelukan. Suara tangisan terdengar sangat menyayat hati.
"Maafkan ayah nak..." ujar Kim.
"Aku yang salah ayah, maafkan aku." jawab Ae-Ri disela tangisannya.
Kim Soo Han terus memeluk putrinya, ia benar benar merindukan putrinya itu. Dari kejauhan Aerum dan Song Gi saling menghapus air mata mereka karena melihat adegan yang selama ini Kim Soo Han inginkan. Keduanya menghampiri Kim dan Ae-Ri.
"Mau sampai kapan kalian berpelukan." ujar Aerum.
Keduanya menatap Aerum, Kim dan Ae-Ri menarik Aerum ke pelukan mereka. Ketiganya saling berpelukan sambil menangis. Ae-Ri menatap Song Gi dibalik punggung ayahnya lalu tersenyum. Ae-Ri melambaikan tangannya agar Song Gi mendekati mereka. Dengan langkah yang ragu Song Gi mendekati mereka.
Ae-Ri menarik ibu tirinya untuk memeluk mereka semua. Kim Soo Han terkejut karena bukan hanya ia sudah dimaafkan, Ae-Ri juga bisa menerima Song Gi sekarang. Kebahagiaan mereka dimulai dari pertemuan ini.
******
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜Duh Author malah ikut menangis saat membuat episode kali ini... Maaf ya para Readerku...
Happy Reading All...😘
__ADS_1