Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Kebimbangan


__ADS_3

Ae-Ri kembali ke rumahnya dengan tergesa-gesa. Ia ingin segera menemui adiknya, ia terkejut saat mendapat kabar dari pak Robert jika Aerum berkelahi dengan Jordan Sin.


"Sore non..." sapa Greek.


"Sore juga, dimana Aerum?" tanya Ae-Ri.


"Nona Aerum di kamarnya." jawab Greek.


Ae-Ri mengangguk, ia segera menuju tangga tapi Warres memanggilnya.


"Ae-Ri, kau sudah pulang." ujar Warres.


Ae-Ri berhenti lalu mencari keberadaan Warres. Wanita itu berada di ruang makan. "Maafkan aku mi, aku ingin segera bertemu Aerum." jawabnya.


"Kemarilah nak, sebelum kau menemui adikmu, mami ingin berbicara." ujar Warres.


Ae-Ri menghampiri wanita itu. "Apa yang mami lakukan disini, bukankah jam makan malam masih lama?" tanyanya.


"Mami membantu Greek menyiapkan makan malam, karena mami yakin kau pulang lebih awal. Lebih baik kita berbicara di ruang santai saja. Ada banyak yang ingin aku katakan padamu." jawab Warres.


Ae-Ri mengangguk dan membawa ibu angkatnya ke ruang santai. Warres menarik nafasnya dalam-dalam sebelum berbicara pada putrinya.


"Ae-Ri, adikmu tidak hamil. Ia sedang datang bulan sekarang, aku sedikit lega tentang hal itu. Kejadian hari ini aku sudah mengetahuinya dari mulut adikmu sendiri. Nak, jangan paksa adikmu menikah dengan pria yang ia tak cintai. Itu akan menjadi pernikahan terburuk untuknya seumur hidup." ujar Warres.


"Tapi ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya mi." kata Ae-Ri.


"Sayang, Aerum bukan anak kecil lagi. Ia hidup dengan bebas tidak sepertimu. Kesalahan seperti ini pernah ia lakukan sebelumnya, mami mohon lepaskan masalah ini Ri. Biarkan ia memilih mana yang ingin ia lakukan dan tidak nak." ujar Warres.


"Lalu bagaimana dengan pak Ji dan masalah apa yang terjadi padanya dan pak Jo hari ini?" tanya Ae-Ri.


"Sebelum mami menjawab, mami ingin bertanya padamu. Jawab dengan jujur sayang, apakah kau bisa melupakan pak Ji?" tanya Warres.

__ADS_1


Ae-Ri terkejut, wajahnya memucat karena takut. "Aku berhenti menyukai pria itu karena..."


"Jangan Ae-Ri, jangan kau berhenti hanya kesalahan mereka. Malam itu keduanya dalam keadaan mabuk, dan hanya kau yang pak Ji ingat malam itu." potong Warres.


"Apakah mencintai seseorang harus tidur dengannya? Aku yakin Aerum belum sepenuhnya mabuk, ia masih sangat mengingat apa yang terjadi malam itu." kata Ae-Ri sedih.


"Lalu bagaimana dengan pak Ji? Pria itu bahkan tak mengingat apapun." ujar Warres.


"Aku akan tetap berhenti walaupun mereka tak menikah." jawab Ae-Ri keras kepala.


"Kau sangat keras kepala Ae-Ri, jangan lakukan kesalahan kedua kalinya dengan mempertahankan harga dirimu itu nak. Aerum mencintai pak Jo, itulah yang membuatnya lari dari SinMart kedua. Ia mengetahui perasaannya dan merasa bersalah atas apa yang ia rasakan. Tapi adikmu itu memiliki prinsip yang kuat dan selalu mengikuti kata hatinya, itu yang membuatnya berbeda darimu." kata Warres kesal.


Ae-Ri terkejut kembali. "Apa maksud mami? Aerum mencintai pak Jo, tapi ia justru tidur dengan kakaknya. Cinta apa yang ia miliki itu mi?"


"Ae-Ri, adikmu baru menyadari perasaannya. Jangan halangi cinta mereka. Dan kembalilah membuka hatimu untuk pak Ji. Lupakan dan maafkan semua kesalahan ini." pinta Warres.


Ae-Ri tertawa miris. "Aku sangat jijik dengan pergaulan disini, dan aku menyaksikan itu dalam keluargaku. Ini benar-benar gila, bagaimana aku bisa melupakan semua ini dan berpura pura tak mengetahui apa yang terjadi diantara mereka. Aku memang tak bisa memaksa Aerum menikah, tapi aku juga tak ingin dipaksa."


Kata kata itu sangat membuat Warres sedih, putrinya kembali akan mempertahankan harga dirinya, ia masih saja berpikiran kolot tentang bagaimana cara berpacaran zaman sekarang. Ae-Ri memang sangat sulit didekati siapapun. Ae-Ri meninggalkan ibu angkatnya begitu saja. Warres hanya bisa menghela nafasnya yang berat. Ia akan menunggu putri putrinya kembali tenang, dan mengambil keputusan dengan benar.


*****


Keduanya tak bisa segera ke Amerika, mereka masih mengurus putri mereka yang akhirnya naik jabatan di kepolisian Indonesia.


"Apa kau senang bisa mengatasi si kembar?" tanya Jenny.


"Sedikit sulit sayang, tapi sebentar lagi mereka akan berumahtangga, tanggungjawab yang aku emban selama ini akan berpindah ke istri mereka." jawab Kalfi.


"Aku tak menyangka jodoh mereka akan seperti ini." ujar Jenny.


Kalfi tersenyum. "Jika keduanya tidak cantik, aku pasti tak akan setuju. Tapi aku tak tahu ada kakak beradik secantik dan secerdas mereka. Si kembar memang sangat cocok dengan keduanya."

__ADS_1


"Tapi dimana keluarga Sin harus melamar wanita wanita itu?" tanya Jenny.


"Apa maksudmu?" tanya Kalfi.


"Ya Tuhan kau ini, wanita itu masih memiliki ayak kandung di Korea Selatan. Disini adalah orang tua angkatnya." jawab Jenny.


Kalfi terkejut, ia baru ingat semuanya. "Kau benar sayang, aku hampir lupa tentang hal itu. Tentu saja seharusnya kita ke rumah orang tua kandungnya, ya ampun...ini adalah pekerjaan baru buatku."


Jenny tertawa. "Selamat bekerja keras sayang." ejeknya.


"Jangan menggodaku sayang, aku akan menghukummu lebih dari tiga kali malam ini." ancam Kalfi.


Jenny memukul dada suaminya. "Kau pria gila."


"Aku pria perkasa." bisik Kalfi membuat istrinya terkikih. "Lalu apa pendapatmu soal si kembar sayang?" tanya Kalfi kembali serius.


"Datanglah ke rumah ibu angkatnya terlebih dahulu, tanyakan apa yang harus kalian lakukan untuk mendapatkan wanita wanita itu. Disitulah keputusan yang diambil. Pekerjaanmu bukan hanya soal lamaran sayang, yakinkan dulu kedua wanita itu. Apakah mereka bersedia menikahi si kembar terlepas dari masalah sebelumnya." jawab Jenny.


"Tak ada wanita yang akan menolak si kembar sayang, tapi Ae-Ri masalah terbesarnya. Kau ingatkan aku pernah mengatakan bahwa wanita itu sangat keras kepala." ujar Kalfi.


Jenny mengangguk. "Hanya Ji yang bisa meyakinkan wanita itu, aku yakin Ji bisa."


"Kau benar, aku akan mengirimkan pesan pada tante Sherly sekarang agar ia tak perlu terburu-buru. Masih banyak PR disini." kata Kalfi.


Jenny mengangguk. "Beristirahatlah, aku akan melihat putra kita sebentar." ujarnya.


"Jangan lama lama sayang, aku ingin memberikan hukuman yang aku janjikan." goda Kalfi.


Jenny melemparkan bantal pada suaminya. "Kau sangat genit..." ujarnya seraya keluar dari kamar untuk melihat putranya di kamar.


Kalfi hanya tertawa, ia selalu senang menggoda istrinya. Ia semakin mencintai wanita itu, wanita yang selalu membuatnya tenang saat menghadapi masalah apapun selama ini. Sudah saatnya mereka memiliki anak kedua sekarang karena putra mereka semakin besar. Kalfi menunggu istrinya kembali tapi ia justru terlelap tanpa sadar karena kelelahan.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...😘


__ADS_2