Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Malam Pengantin Jordan (17+)


__ADS_3

⛔ WARNING...⛔


Harap melewati bagian ini, jika kalian belum cukup umur, terima kasih...!!!


*****


Lain halnya dengan Ae-Ri, Aerum memang pernah melakukannya dengan kekasihnya dan juga kesalahannya dengan Jidan. Ia justru lebih berani menggoda suaminya tanpa rasa malu.


"Apa kau tidak mandi dulu?" tanya Jordan.


"Mandilah denganku." ajak Aerum.


"Tentu saja." jawab Jordan seraya mengangkat tubuh Aerum.


"Turunkan aku sayang, aku masih memakai gaun ini." teriak Aerum.


"Kau berani menggodaku sayang, kau harus bertanggungjawab atas ucapanmu." ujar Jordan.


Aerum tertawa, keduanya sampai di kamar mandi. Jordan membantu Aerum melepaskan gaun pengantinnya seraya memeluknya dari belakang. Aerum membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.


Mereka saling berciuman, dengan gerakan cepat Aerum berhasil membuka kemeja suaminya dan melemparkannya begitu saja ke lantai. Wanita itu lebih agresif dari pengantin seharusnya, tapi Jordan justru sangat senang dengan keliaran istrinya itu.


"Ya Tuhan Aerum, kau membuatku gila." ujar Jordan sambil menggetarkan tubuhnya.


Tapi Aerum tak mau berhenti, wanita itu semakin menggila. Pertama kalinya Jordan disentuh oleh wanita seperti itu, ia memang tahu tapi sama sekali tak pernah mempraktikkannya. Jordan semakin tak kuat mendapat perlakuan seperti itu. Ia menarik Aerum hingga wanita itu berdiri, kali ini Jordan membalas perbuatan istrinya.


"Jo..." panggil Aerum.


"Itu hukuman buatmu karena telah melakukannya padaku sayang." jawab Jordan.


Setelah puas, Jordan menghidupkan shower kamar mandi dan membasahi tubuh mereka. Mereka melakukan malam pengantin justru di kamar mandi.


Aerum meneriakkan nama suaminya dengan keras karena ia hampir mencapai puncak. Jordan semakin mempercepat permainannya dan akhirnya keduanya bergetar bersamaan melepaskan kepuasan bersamaan.


Jordan dan Aerum saling berpelukan di bawah shower. Mereka membersihkan tubuh masing masing.


"Kau benar benar membuatku gila Aerum." ujar Jordan seraya mencium bibir istrinya lagi.


Aerum membalas ciuman suaminya. "Kau seperti pernah melakukannya." goda Aerum.


"Aku banyak belajar sayang, tapi aku baru melakukannya denganmu." jawab Jordan.


"Apa kau tidak kecewa padaku? Aku bukan wanita suci seperti kakakku." tanya Aerum.


Jordan menarik hidungnya. "Apa yang perlu aku kecewakan, kau membuatku merasa puas. Dan yang lebih penting, aku mencintaimu." jawabnya.


Aerum mengecup bibir Jordan sekilas. "Aku juga mencintaimu sayang." balasnya.


Jordan membalas ciuman istrinya, tapi ia kembali berhasrat. Jordan mengangkat tubuh istrinya menuju bathub. Kali ini mereka melakukannya disana, keduanya kembali mencapai puncak bersamaan.

__ADS_1


*****


Hari semakin terang, belum ada satupun dari si kembar dan istrinya keluar dari kamar mereka.


"Kita sarapan duluan saja, aku yakin mereka masih kelelahan." ujar Sherly.


"Mami benar, biarkan mereka beristirahat lebih lama. Acara resepsi kedua dimulai jam 1 siang, ini masih jam 7 pagi. Masih banyak waktu untuk mereka bangun." ujar Tora.


"Aku tak ikut ke acara pesta kedua ya, hari ini aku ingin berkeliling Los Angeles bersama Brian. Besok aku harus kembali ke Indonesia, aku tak memiliki waktu lagi untuk melihat kota indah ini." pinta Zean.


"Bagaimana jika kakak kakakmu bertanya Zean? Mereka ingin kita bersamanya di pesta." ujar Sherly.


"Biarkan saja mi, biarkan putri kita bebas." ujar Tora. "Kau pergilah bersama Brian. Tapi ingat jangan pulang larut. Kau akan kelelahan karena besok harus kembali." sambung Tora.


"Siap pak komandan." jawab Zean senang.


"Heeem...aku kalah lagi." kata Sherly. "Kau semakin manja saja, padahal kau seorang polwan." sambungnya.


Keduanya tertawa. "Hanya komandanku ini yang mengerti aku." jawab Zean.


"Maksudmu mami tak pernah mengerti keinginanmu." ujar Sherly kesal.


"Bukan seperti itu maksudku ratu." goda Zean.


"Sudah hentikan, ayo kita makan." ujar Tora.


"Selamat pagi semua..." sapa Jidan.


"Selamat pagi juga Ji." sahut Tora.


"Pagi sayang." jawab Sherly.


"Pagi juga kak Ji." ujar Zean.


Tak lama kemudian Jordan dan istrinya ikut bergabung. "Maaf kami terlambat." ujar Jordan.


"Tak apa apa sayang, kami baru mau memulainya. Ayo kita sarapan." jawab Sherly. Ia menatap Jidan. "Dimana istrimu nak?" tanyanya.


"Em...aku pikir Ae-Ri tak bisa ikut sarapan, dan aku pikir ia juga tak bisa ke acara kedua." jawab Jidan. "Bagaimana aku mengatakannya ya." gumamnya sendiri.


Ia tak tega pada istrinya yang masih kesakitan untuk berjalan, mereka melakukannya 2 kali malam tadi dan itu membuat Ae-Ri semakin kesakitan. Sherly menatap Tora, ia sangat memahami apa yang terjadi karena Sherly juga dulu tersiksa untuk pertama kalinya.


"Temanilah istrimu Ji, bawakan sarapan keatas. Kami mengerti keadaannya, jika ia lebih baik datanglah ke pesta. Jika tidak, kami akan mencari alasan untuk para tamu. Kau tak perlu bingung seperti itu." ujar Tora.


Semuanya menatap wajah Jidan yang merona. Sedangkan Zean masih bingung apa maksud tatapan mereka itu.


"Zean apa kau mau ikut ke pesta?" tanya Aerum mengalihkan perhatian.


Zean menggeleng. "Maaf eonni, aku ingin berkeliling kota bersama Brian." jawabnya.

__ADS_1


"Tak apa apa Zean, kau bersenang senanglah. Aku dan kakakmu bisa mengatasinya, ya kan sayang." ujar Aerum.


"Tentu sayang. Tapi ingat Zean, jangan macam macam dan berhati hatilah, ini negara keras bukan seperti negara ramah kita." jawab Jordan.


"Tentu kak Jo, kau lupa kalau aku seorang polisi. Aku bisa menjaga diri sendiri." jawab Zean.


Jidan sudah menyiapkan sarapan untuk istrinya. "Maaf aku pamit, aku akan sarapan bersama istriku." ujarnya.


Semuanya mengangguk.


"Apa eonni Ae-Ri sakit?" tanya Zean setelah Jidan sudah tak ada.


Mereka semua mengangguk.


"Kasian sekali, pasti eonni kelelahan. Baiklah, aku sudah selesai sarapan. Aku akan bersiap siap, sebentar lagi Brian menjemputku." ujar Zean.


"Baik sayang." jawab Sherly dan Tora.


"Kalian memahami keadaan Ae-Ri kan?" tanya Sherly setelah Zean tak ada.


Keduanya mengangguk.


"Mami tenang saja, kami bisa mengatasinya jika mereka tak bisa hadir." jawab Jordan.


Sherly tersenyum. "Apa kalian tidak lelah?" tanyanya.


"Aku semakin semangat, lihat saja aku sekarang, ini semua berkat istriku." jawab Jordan.


Aerum merona, ia menginjak kaki suaminya.


"Aw...kenapa kau menginjak kakiku sayang." teriak Jordan.


"Jo..." ujar Aerum semakin malu.


Kedua orang tuanya tertawa melihat mereka.


"Kau ini Jo terlalu terbuka pada kami. Kau tak memikirkan perasaan istrimu." ujar Tora.


"Salahku dimana pi, aku benar benar semangat setelah semalam..."


"Jo..." teriak Aerum lagi seraya memukul lengan suaminya. "Awas saja jika kau menyentuhku lagi." ancamnya.


"Aku hanya bercanda sayang, maaf... jangan marah please..." rayu Jordan.


Aerum menekuk wajahnya, ia tak mau memaafkan suaminya karena telah membuatnya malu di depan mertuanya. Sherly dan Tora hanya bisa tertawa melihat keduanya. Mereka terus melanjutkan sarapan dan akan bersiap siap menuju pesta kedua.


*****


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2