Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Pesta SinMart


__ADS_3

Malam pesta akhirnya tiba, Ae-Ri terlihat sangat mengagumkan dengan gaun merah pilihan adiknya yang sedikit terbuka di bagian dadanya. Ibu angkatnya terus mengagumi penampilan putrinya. Sedangkan Aerum belum keluar dari kamarnya.


"Aerum... Kita bisa terlambat cepatlah." teriak Ae-Ri.


"Sebentar lagi eonni." jawab Aerum.


Beberapa menit kemudian, Aerum turun dan menemui mereka. Seketika Ae-Ri dan Warres terbelalak melihatnya. Aerum menggunakan gaun yang sangat menggoda, bagian dadanya sangat terbuka dan bagian bawah depannya terbuka sampai setengah paha walaupun bagian belakangnya menjuntai panjang.


"Kau gila menggunakan gaun itu." ujar Ae-Ri.


"Apa yang salah dengan gaun ini? Cantik kan mi?" tanya Aerum pada Warres.


"Sangat cantik sayang." jawab Warres.


"Mami, itu tidak benar." rengek Ae-Ri.


Warres tertawa. "Sudah kalian berangkat sana, taksi sudah menunggu di depan. Kalian menginap kan?" tanyanya.


Ae-Ri mengangguk. "Atasan kami memesankan satu kamar, mereka ingin semua karyawan SinMart menikmati pesta sampai pagi." jawabnya.


"Baiklah, jaga diri kalian. Jangan terlalu mabuk." pesan Warres.


"Aku tak akan mabuk, tapi ya ampun Aerum. Aku bisa gila melihatmu." ujar Ae-Ri masih kesal.


Aerum justru tertawa melihat sikap kakaknya. Mereka akhirnya berangkat menuju hotel San Marino. Tak henti hentinya Ae-Ri menasehati Aerum agar menjaga sikap dan tubuhnya saat pesta. Ia berkali-kali menyuruh Aerum menggunakan mantelnya.


"Eonni terlihat berbeda malam ini." ujar Aerum mengalihkan pembicaraan.


"Aku tak perduli, aku takut pria pria disana menguliti tubuhmu." jawabnya.


"Ya Tuhan, eonni ini baju pesta biasa. Kau akan lebih tercengang saat berada di pesta nanti. Ada banyak wanita yang menggunakan gaun terbuka melebihi gaunku." kata Aerum.


"Aku tahu, tapi setidaknya bukan kau ataupun aku." kata Ae-Ri.


"Oh ayolah eonni, kau jangan berpikir terlalu kolot." ujar Aerum akhirnya mulai kesal.


"Terserahlah, aku tak mungkin menjagamu 24 jam disana. Kau jaga dirimu sendiri." pinta Ae-Ri.


"Tentu saja." jawab Aerum datar.


Keduanya sampai di hotel San Marino. Mereka masuk dan menunjukkan kartu undangan. Benar saja, hampir semua orang yang ada disana menatap mereka berdua. Kecantikan keduanya mampu menghipnotis seluruh tamu undangan. Melihat suasana seperti itu membuat Ae-Ri semakin tak nyaman. Apalagi setelah keduanya membuka mantel mereka, mungkin air liur pria pria disana mulai menetes melihat keduanya.


*****

__ADS_1


Si kembar merasakan aura yang berbeda di dalam ruang pesta saat mereka berbincang-bincang. Mereka mencari sumber yang membuat suasana itu berubah dan terbelalak bersamaan saat melihat dua bidadari yang masuk ke ruangan pesta. Jidan justru fokus pada wanita yang baru ia lihat.


Wanita yang sangat cantik dan mirip dengan Ae-Ri namun penampilan wanita itu membuat pria manapun bisa tergoda olehnya.


Jordan langsung menghampiri keduanya. "Wow...aku pikir bidadari darimana yang datang. Selamat datang nona Ae-Ri dan Aerum. Kalian benar benar sangat cantik." sapa Jordan.


"Terima kasih pak Jo." jawab keduanya.


"Apa kami datang terlambat?" tanya Ae-Ri.


Jordan menggeleng lalu mendekati telinga Ae-Ri. "Kenalkan adikmu pada pak Ji, tapi jangan katakan kalau ia bekerja di SinMart kedua." bisiknya.


Ae-Ri mengangguk.


Jidan menghampiri mereka. "Kau sudah datang Ae-Ri." sapanya.


"Maaf kami sedikit terlambat pak Ji. Ini adikku yang aku jemput dari Korea Selatan, namanya Aerum." ujar Ae-Ri.


Jidan tersenyum pada Aerum. "Selamat datang di Los Angeles cantik." ujarnya seraya mengulurkan tangannya.


Aerum menyambut tangan Jidan. "Terima kasih pak Ji." jawabnya.


Mereka semua berbincang bincang sampai akhirnya acara di mulai. Pembawa acara mempersilahkan si kembar memberi sambutan. Jidan pertama kali yang mengatakan sesuatu diatas panggung. Dan memulai pesta kemenangan SinMart.


"Selamat malam semua, aku Aerum. Aku akan bekerja sebaik mungkin di SinMart kedua. Mohon bantuan kalian semua." ujar Aerum.


Suara gemuruh tepuk tangan menyambutnya.


"Sungguh suatu kejutan luar biasa pak Jo, aku sebagai Presdir SinMart merasa sangat terkejut." ujar Jidan.


"Itulah yang namanya kejutan pak Ji." jawab Jordan.


"Baiklah, kalian silahkan nikmati pesta ini sampai pagi." ujar Jidan.


Semuanya kembali memberikan tepuk tangan yang meriah dan memulai pesta kemenangan mereka.


*****


Malam semakin larut, si kembar sangat menikmati pesta. Sedangkan Kalfi terus sibuk bersama tamu undangan. Marcell pun semakin dekat dengan Vero. Sepertinya tebakan Jidan tak meleset, keduanya memang terlihat sangat cocok.


Ae-Ri meninggalkan adiknya untuk bercengkrama dengan karyawan SinMart, sedangkan Aerum terus bersama Jordan. Pria itu tak melepaskan Aerum sedikit pun.


Jidan semakin mabuk begitu juga dengan Jordan. Mereka benar benar menghabiskan malam pesta itu.

__ADS_1


"Selamat datang di keluarga SinMart Aerum, kau sangat menggoda." ujar Jordan mulai melantur karena mabuk.


"Terima kasih pak Jo, anda semakin mabuk. Aku antar ke kamar anda." ajak Aerum.


Jordan menggeleng. "Aku belum mabuk Aerum, sepertinya kakakku yang semakin kacau. Bawalah kakakku ke kamar 701 lantai 12." pintanya.


Aerum menatap Jidan yang hampir menabrak kesana kemari. "Anda yakin baik baik saja?" tanya Aerum.


Jordan mengangguk. "Aku tak apa, bawalah kakakku itu. Ia tak kuat minum." pintanya lagi.


Aerum mengangguk dan menghampiri Jidan, ia membantu Jidan keluar dari ruangan pesta itu menuju lift. Jidan menatap Aerum lalu tersenyum.


"Aku bisa sendiri Ae-Ri." ujar Jidan.


"Aku bukan Ae-Ri pak Ji, aku adiknya." jawab Aerum.


Jidan mengerjapkan matanya lalu menatap Aerum dari atas sampai bawah. "Kau cantik dan sangat seksi." ujarnya melantur.


Aerum terus membawa Jidan sampai ke kamarnya. Ia masuk ke kamar itu dan merebahkan tubuh Jidan.


"Ya Tuhan, kau tampan sekali pak Ji." gumam Aerum seraya melangkah ingin meninggalkan Jidan.


Tapi tangan Jidan meraih tangan Aerum dan menariknya hingga terjatuh ke ranjangnya.


"Kau tak boleh meninggalkan aku sendiri Ae-Ri. Aku sangat merindukanmu, seandainya saja aku tak berjanji pada ibuku mungkin aku sudah menjadikanmu kekasihku." ujar Jidan.


Aerum terbelalak. "Jadi kau menyukai kakakku, janji apa yang kau buat pada ibumu?" tanya Aerum.


Jidan naik diatas tubuh Aerum. "Kau sangat cantik." ujarnya.


"Pak Ji, lepaskan aku. Aku bukan Ae-Ri. Aku Aerum." ujar Aerum berusaha melepaskan diri.


Jidan terlalu mabuk untuk mendengarkan wanita itu, ia justru menunduk dan mencium bibir Aerum. Aerum berusaha melepaskan diri kembali tapi Jidan terus menahannya. Jidan terus mencumbu Aerum hingga membuat Aerum menangis. Jidan berhenti lalu menatap wajah wanita itu.


"Apa aku menyakitimu?" tanya Jidan.


"Aku Aerum bukan Ae-Ri. Itu yang membuatku sakit." jawab Aerum.


Jidan tersenyum. "Aku tahu, kau adik Ae-Ri. Aku menyukaimu." ujarnya seraya kembali mencium Aerum.


Aerum terkejut mendengarnya, dan akhirnya ia menyerah pada sentuhan Jidan pada tubuhnya.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2