
Tiga bulan telah berlalu, Marcell akhirnya berhasil mengembalikan nama baik SinMart kedua. Dengan adanya bukti bukti yang cukup kuat, mereka berhasil menjatuhkan VilMart hingga perusahaan itu berada dalam kondisi yang tidak baik. Sedangkan Ae-Ri sudah berada di Korea Selatan untuk menjemput adiknya, ia masih tak mau menemui ayahnya yang berada di Busan, ia justru memilih kota Seoul untuk menemui adiknya.
SinMart sedang mengadakan meeting bersama seluruh karyawan utama dan pemegang saham.
"Terima kasih banyak kami ucapkan pada pak Marcell atas kerja kerasnya selama 6 bulan terakhir untuk mencari bukti kejahatan VilMart dan mengembalikan nama baik SinMart kedua. Dalam kondisi VilMart yang seperti ini, aku dan keluarga Sin berniat membeli saham VilMart dan mengubah nama VilMart menjadi SinMart keempat. Bagaimana menurut kalian semua?" tanya Jidan.
Semuanya terkejut dengan rencana Presdir mereka. Suara riuh mulai terdengar akibat mereka saling berbicara.
"Kalian tenanglah, ini baru rencana kami. Kami tetap meminta pendapat kalian." ujar Jordan.
"Tentu saja harapan kami kalian bisa menyetujuinya. Kita akan mengembangkan SinMart terus sampai cabang cabang berikutnya." sambung Kalfi.
"Melihat lokasi VilMart saat ini, aku sangat setuju. Tapi aku tak ada hak untuk mengatakannya. Aku bukan salah satu pemegang saham SinMart." jawab Marcell.
Jidan tersenyum lalu memberikan dokumen pada Marcell. "Anda memiliki hak untuk berpendapat pak Marcell, karena mulai hari ini kami memberikan saham 5% kepada anda. Itu adalah bentuk terima kasih keluarga Sin terhadapmu." ujar Jidan.
Marcell terbelalak lalu membuka dokumen pemberian saham yang sudah ditandatangani oleh si kembar Sin dan Tora Sin. Dan yang lain pun ikut terkejut.
"Ini sungguh berlebihan pak Ji, pak Jo. Aku tak berhak menerimanya." ujar Marcell.
"Itu adalah hak anda sekarang dan juga rasa terima kasih kami dan kakek kami padamu. Aku mohon kalian jangan memperpanjang masalah ini, kami hanya ingin pendapat kalian soal pembelian VilMart." ujar Jordan.
Setelah beberapa menit semuanya berunding, akhirnya mereka setuju untuk membeli saham VilMart dan mengubahnya menjadi SinMart keempat.
"Baiklah, satu minggu lagi kita akan adakan pesta kemenangan kita. Aku harap kalian bisa hadir di hotel San Marino. Meeting kita selesai, buat pak Kalfi, pak Jo, pak Robert dan pak Marcell tinggal disini sebentar." ujar Jidan.
Mereka mengangguk dan meninggalkan ruangan, sedangkan yang disebut Jidan tetap tinggal di ruang meeting. Setelah semuanya sudah tak ada di ruangan, Jidan mulai berbicara pada orang yang disebutnya tadi.
"Aku ingin anda mengurus pembelian saham VilMart dan menjadi manager di perusahaan SinMart pak Marcell, kami akan mencari general manager SinMart utama pengganti anda." ujar Jidan.
Marcell terkejut lalu menggeleng. "Tapi pak, aku lebih suka menjadi general manager mall daripada di dalam perusahaan." jawab Marcell.
"Anda salah satu pemegang saham SinMart, jadi ikutlah membantu perusahaan pak Marcell." kata Jordan.
"Pak Robert bisa memegang SinMart utama menggantikan pak Marcell." pinta Kalfi.
__ADS_1
Marcell menggeleng lagi. "Aku mohon biarkan aku tetap memegang SinMart utama, aku tak ingin meninggalkan pekerjaan yang sudah bertahun tahun aku tangani. Aku akan terus membantu perusahaan walaupun aku berada di mall utama." jawabnya.
Jidan menatap semuanya, mereka semua mengangguk. "Baiklah jika anda tak ingin di dalam perusahaan, anda bisa terus di SinMart utama. Pak Robert, anda sudah membantu nona Ae-Ri di SinMart ketiga. Selanjutnya anda bisa membantu mencari karyawan baru untuk SinMart keempat." ujar Jidan.
Pak Robert mengangguk. "Tapi bolehkah aku tetap berhubungan dengan general manager SinMart ketiga, nona Ae-Ri selalu meminta pendapatku..."
"Tidak..." jawab si kembar bersamaan.
Kalfi tertawa. "Pak Robert, konsentrasi buat SinMart keempat. Nona Ae-Ri biar aku yang membantunya sementara sampai ia bisa mandiri. Tapi sepertinya itu tidak perlu karena wanita itu sangat cerdas tanpa bantuan siapapun." ujarnya.
Pak Robert akhirnya menganggukkan kepalanya. "Baiklah." jawabnya.
"Pak Marcell, aku tetap ingin kau yang mengurus pembelian saham VilMart sebagai perwakilan SinMart, lalu kita akan bertemu di pengadilan soal kasus ini." pinta Jidan.
Marcell mengangguk. "Baik pak." jawabnya.
"Pak jo, apakah kau sudah mendapatkan kandidat yang akan membantu pak James di SinMart kedua?" tanya Jidan.
Jordan mengangguk. "Sudah, hanya tinggal satu orang yang akan segera aku interview. Kita akan mendapatkan orang yang tepat setelah pesta." ujarnya.
Kalfi menggeleng. "Aku rasa sudah cukup juga, kita akan terus sibuk sebelum pesta." jawabnya.
Jidan mengangguk. "Terima kasih atas waktu kalian, kalian bisa kembali." ujarnya.
Semuanya mengangguk dan meninggalkan ruangan meeting. Mereka semua kembali ke pekerjaan masing masing.
*****
"Ayah sangat merindukanmu eonni." ujar Aerum.
"Aku tidak." jawab Ae-Ri.
Keduanya sedang duduk santai di pinggir kolam renang hotel tempat Ae-Ri tinggal di Seoul.
"Aku sudah izin pada mereka untuk ke Amerika lusa, tapi ayah ingin bertemu denganmu sebelum membawaku kesana." kata Aerum.
__ADS_1
"Tidak." jawab Ae-Ri datar.
"Oh ayolah eonni, ini sudah lebih dari 10 tahun. Ayah selalu ingin melihatmu, ia setiap hari melihat fotomu di ponselku dan juga ponselnya. Terkadang ia menangis saat melihat fotomu." ujar Aerum.
"Jika kau terus mengatakannya maka aku akan kembali ke Amerika tanpamu." ancam Ae-Ri.
Aerum seketika terdiam, kakaknya sungguh keras kepala. Ia tak bisa merayunya untuk bertemu ayah mereka.
"Aku tak tahu jika Seoul sangat indah setelah 10 tahun lebih aku meninggalkannya. Dan aku bisa melihat wajahmu dari dekat selama itu sekarang, kau sangat cantik Aerum. Kau seperti ibu. Aku sangat terkejut saat kau menghambur ke pelukanku 2 hari yang lalu, aku pikir ibu bangun lagi." ujar Ae-Ri.
"Kau juga seperti ibu, kau sangat cantik. Aku tak menyangka kita bisa bertemu kembali selama ini. Eonni jangan tinggalkan aku." pinta Aerum.
"Jangan mulai lagi, aku tak suka kau menangis. Kita tidak akan berpisah lagi Aerum, kita akan tinggal bersama di negara lain. Aku akan mengawasimu agar kau bisa menemukan pria yang tepat." ujar Ae-Ri.
Aerum tertawa. "Pikirkanlah pria untukmu eonni, aku lebih agresif daripada kau." jawabnya.
"Selama kau ada di sampingku, aku tak akan membiarkanmu berhubungan dengan pria sembarangan. Ingat Aerum, saat kau menginjakkan kakimu di Amerika, kau adalah tanggung jawabku." kata Ae-Ri.
"Baiklah, terserah kau saja. Tapi eonni, aku mohon sekali saja..."
"Tidak." potong Ae-Ri sebelum adiknya membahas ayahnya lagi.
"Aku belum selesai mengatakannya." ujar Aerum kesal.
"Aku sudah tahu apa yang ingin kau katakan." jawab Ae-Ri. "Sudahlah aku ingin berenang." sambungnya seraya masuk ke kolam renang.
Aerum hanya menghela nafasnya. Satu satunya cara agar ayahnya bisa bertemu Ae-Ri adalah dengan menghubungi pria itu untuk datang ke Seoul. Mau tidak mau, Ae-Ri pasti akan menemuinya. Itulah ide yang dipikirkan oleh Aerum saat ini. Ia akan menerima konsekuensi apapun setelah mempertemukan keduanya.
Ayahnya sangat merindukan putrinya yang menghilang 10 tahun lebih. Dan Aerum bisa melihat kerinduan yang sama pada mata kakaknya walaupun ia selalu mengatakan tidak untuk bertemu ayahnya. Keduanya harus menyelesaikan masalah mereka, ayahnya harus mengatakan yang sebenarnya sendiri agar kakaknya mau memaafkannya.
*****
Happy Reading All...😘
Ilustrasi wajah Aerum 👇👇👇
__ADS_1