Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
THE END


__ADS_3

Setelah perayaan pesta pernikahan yang diadakan selama 4 hari berturut turut, kehidupan si kembar kembali seperti biasanya sebagai Presdir dan CEO PT. SinMart. Jordan dan Aerum sudah pindah di rumah baru mereka, Aerum menjadi ibu rumah tangga yang baik di rumah sambil berharap ia akan secepatnya hamil. Sedangkan Ae-Ri tetap membantu Jidan bekerja seperti biasanya si SinMart ketiga.


Tora dan Sherly, kedua orang tua mereka tetap tak mau tinggal di Amerika. Benar kata Zean, keduanya tak pernah mau meninggalkan kota kenangan mereka Tulang Bawang, Lampung. Keduanya tetap memilih tinggal disana menunggu hari tuanya.


Dengan berat hati si kembar melepaskan kepulangan kedua orang tuanya ke Indonesia, tapi mereka menyewa seorang perawat dan dua orang pelayan lagi untuk mengurus Tota dan Sherly, walaupun awalnya keduanya menolak tapi dengan paksaan si kembar dan Zean akhirnya mereka menyerah.


Dua bulan telah berlalu, Jidan dan Ae-Ri justru lebih dulu memiliki kabar baik. Ae-Ri sedang mengandung anak pertamanya. Wanita itu hamil baru 5 minggu. Kabar itu membuat keluarga besar Sin sangat bahagia, mereka berubah menjadi protektif. Jidan dan yang lainnya menginginkan Ae-Ri berhenti bekerja selama kehamilannya.


"Aku bekerja tak lelah sayang, aku masih bisa membantumu di SinMart." ujar Ae-Ri.


"Tidak." ujar Jidan. "Aku akan mengikatmu di atas ranjang jika kau tak mengikutiku." ancamnya.


Ae-Ri menekuk wajahnya, ia akan sangat bosan berada di rumah besar Sin jika ia tak bekerja. Jidan berlutut di bawah Ae-Ri, ia menyentuh perut istrinya yang masih rata.


"Aku melakukannya demi anak kita sayang, kau jangan marah, sikapmu mempengaruhi perkembangan janin yang ada di rahimmu. Aku janji akan pulang lebih awal untuk menemanimu di rumah. Jika kau masih bekerja aku yang akan dibunuh mami dan papi. Ini cucu pertama mereka." ujar Jidan.


Ae-Ri menatap wajah suaminya. "Aku akan baik baik saja, aku bekerja tidak berat sayang." jawabnya keras kepala.


Jidan berdiri, ia sangat kesal istrinya keras kepala. "Terserahlah, lakukan semaumu." ujarnya seraya meninggalkan Ae-Ri menuju kamarnya.


Ae-Ri menghela nafasnya, ia tak tahu harus seperti apa. Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Warres.


"Halo mi." ujar Ae-Ri.


"Halo sayang, ada apa nak. Apa kau baik baik saja?" tanya Warres.


"Aku sangat baik, mami tak perlu khawatir. Aku hanya sedang bingung sekarang. Tapi aku tak tahu aku harus bicara pada siapa." jawab Ae-Ri.


"Ada apa sayang, apa kehamilanmu membuatmu kesulitan?" tanya Warres lagi.


"Ini memang soal kehamilanku, tapi kesulitan yang aku hadapi soal suamiku, ia ingin aku berhenti bekerja. Aku akan bosan di rumah." kata Ae-Ri.


"Suamimu benar nak, lebih baik kau berhenti bekerja. Ini kehamilan pertamamu, kau harus menjaga keturunan Sin. Mereka sangat menyayangimu. Percayalah pada mami, kau akan menikmati hidupmu saat kau mulai merasakan pertumbuhan janin dalam rahimmu. Dan kau harus tahu sayang, aku dari dulu sangat ingin merasakannya. Hanya saja Tuhan tak mengizinkannya." jawab Warres sedih.


"Ya Tuhan, mengapa malah mami berbicara seperti itu. Mami sekarang memiliki putra dan putri yang sangat menyayangi mami. Baiklah, aku akan menjaga kandunganku. Maaf membuatmu sedih, aku menyayangimu." ujar Ae-Ri.


"Mami tahu kau akan mengurangi sikap keras kepalamu, jaga kesehatanmu sayang." kata Warres.


"Mami juga. Dah..." jawab Ae-Ri seraya menutup ponselnya.


Ae-Ri menghampiri suaminya ke kamar, ternyata Jidan sudah tertidur. Ia mendekati Jidan dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Kau masih marah sayang? Anakmu ingin sentuhanmu." bisik Ae-Ri.


Jidan membalikkan tubuhnya dan menghadapi Ae-Ri. "Kau keras kepala, kau tak tahu aku mengkhawatirkanmu."


Ae-Ri menyentuh wajah suaminya. "Aku akan mengikuti keinginanmu. Aku akan berhenti demi anak kita." ujarnya.


Jidan terkejut, ia sangat bahagia mendengarnya. "Benarkah?" tanyanya.


Ae-Ri menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Sin junior, papa datang." ujar Jidan seraya mencium istrinya dan melucuti bajunya.


"Maksudku bukan ini." ujar Ae-Ri sambil terkekeh.


"Dan yang aku inginkan ini sayang." jawab Jidan.


Keduanya kembali melakukan hubungan suami istri, tapi kali ini Jidan lebih lembut karena istrinya sedang mengandung anak pertama mereka.


*****


Kabar kehamilan Ae-Ri justru membuat mood Aerum menjadi lebih buruk, karena sampai saat ini ia belum memberikan kebahagiaan untuk suaminya. Aerum sedang melamun di kamarnya, Jordan belum kembali ke rumah karena harus menghadiri pembukaan VilMart baru atau SinMart keempat.


Aerum menatap jendela kamarnya, ia tak berani keluar ke balkon karena cuaca di Amerika semakin dingin.


"Siapa yang bilang aku kecewa sayang?" tanya Jordan seraya masuk ke kamarnya.


"Kau kembali, maaf aku tak mendengarnya." ujar Aerum.


Jordan mendekati istrinya, ia memeluk Aerum dengan erat. "Apa yang kau katakan tadi tidak benar sayang, kita menikah baru 2 bulan. Bagaimana aku kecewa jika kau belum hamil. Kak Ji dan Ae-Ri hanya lebih beruntung, kita bisa menunggu lebih lama lagi." ujarnya.


"Bagaimana kalau aku tak hamil juga selama 3 bulan, 4 bulan sampai satu tahun. Apa kau masih tak kecewa?" tanya Aerum.


Jordan melepaskan pelukannya, ia memegang kedua pipi Aerum dan mengecup bibirnya sekilas. "Itu tantangan buatku, aku akan mencoba lagi dan lagi. Itu kesenangan buatku sayang." goda Jordan.


Tapi Aerum justru semakin sedih, ia melepaskan pelukan suaminya. "Bagaimana jika aku tak bisa hamil juga, kau tahu aku sering mengkonsumsi pil untuk mencegah kehamilan saat aku masih berpacaran dulu. Aku wanita nakal yang..."


Jordan menarik Aerum dan menghentikan ucapannya dengan ciumannya.


"Aku sudah berapa kali mengatakan padamu Aerum, lupakan masa lalu. Yang terpenting sekarang adalah kau Aerum milikku, dan aku sangat mencintaimu. Pengobatan di Amerika sangat maju, jika kau tak hamil lebih dari satu tahun, maka kita bisa ke rumah sakit. Mengapa kau memikirkan hal yang belum terjadi. Tapi nona cantik dengarkan aku, walaupun kita tak akan dapat keturunan seumur hidup kita, aku tak akan berpaling darimu. Aku akan mencintaimu seumur hidupku, itulah janjiku pada Tuhan." ujar Jordan.


Aerum menangis, ia memeluk suaminya lebih erat. "Aku mencintaimu Jo, oppa Jo, suamiku sayang."

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu Aerum, istriku sayang." jawab Jordan.


Tiba-tiba Aerum merasakan pusing, ia menjauh dari tubuh suaminya. "Parfum apa yang kau gunakan, bau sekali." ujarnya.


Jordan mencium tubuhnya, ia memakai parfum seperti biasanya. "Aku memakai parfum seperti biasanya sayang, bukankah kau suka wanginya." jawab Jordan.


Aerum semakin mual saat wangi parfum itu semakin menyengat di hidungnya. Ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua yang ia makan sebelumnya. Jordan panik, ia mengejar istrinya.


"Kau kenapa sayang?" tanya Jordan.


Aerum memucat, kepalanya semakin berdenyut lalu pingsan. Untung saja Jordan menangkapnya. Dengan panik Jordan membawa istrinya ke rumah sakit. Untunglah rumah sakit memang sangat dekat dari rumahnya maupun perusahaan SinMart.


Aerum diperiksa dan dirawat semalaman, wanita itu tersadar menjelang pagi. Jordan tertidur di sampingnya, pria itu sudah berganti pakaian, bahkan sepertinya ia sudah mandi.


"Sayang..." panggil Aerum sambil mengguncang tubuh suaminya.


Jordan terbangun, ia langsung memeluk istrinya yang sudah sadar. Pria itu menciumi wajah Aerum tanpa berhenti.


"Aku akan menjadi seorang papa, terima kasih sayang." ujar Jordan.


Aerum terkejut. "Apa maksudmu?" tanyanya.


"Kau hamil, Tuhan mengirimkan hadiah itu saat kau takut tak bisa hamil sayang." jawab Jordan.


Aerum seketika menangis, ia menangis karena bahagia. Ia bisa hamil bersamaan dengan Ae-Ri. Jordan kembali memeluknya, kebahagiaan keduanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Si kembar Sin akhirnya mendapatkan keturunan dan hidup bahagia selamanya bersama keluarga mereka masing-masing.


*****


Happy Ending...


TAMAT...


Akhirnya Author kembali bisa menyelesaikan cerita ini, tunggu kelanjutannya kisah Brian & Zean Sin berjudul "Polwan Jodoh Dokter (Diakah Jodohku Season 3)".


Dan nantikan novelku "Chef Cantik Pilihanku Season 2".


Terima kasih atas dukungan kalian semua...


Miss You...

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2