Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Pemilik VilMart Sebelumnya


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Jordan Sin terus menerus tersenyum sendiri, ia selalu mengingat kelucuan Aerum. Bahkan wanita itu masih sangat kekanak-kanakan dan seenaknya saja mengatakan yang ia pikirkan. Sangat tepat untuk mengubah SinMart kedua dengan adanya Aerum disana. Ia akan langsung memutuskan apapun yang ia pikirkan tanpa menimbang lebih lama, orang seperti itulah yang diinginkan Jordan.


"Pagi jelang siang pak, anda lebih cepat kembali." sapa Marie saat Jordan sudah sampai di kantornya.


"Aku kembali karena pekerjaan di SinMart ketiga sudah ditangani general managernya." jawab Jordan.


"Maksud anda nona Ae-Ri kembali bekerja?" tanya Marie.


"Kau sangat aneh, tentu saja wanita itu. Siapa lagi general manager disana." kata Jordan.


"Maaf pak, maksudku bukankah seharusnya nona Ae-Ri kembali besok." ujar Marie.


"Kau benar, tapi wanita itu lebih bertanggungjawab. Aku senang SinMart memiliki karyawan seperti itu. Marie majukan jam meeting, lebih cepat lebih baik." perintah Jordan seraya masuk ke kantornya.


Marie menghela nafasnya, atasannya selalu mengubah jadwal sesuai keinginannya. Ia tak tahu sebagai sekretaris ia lebih sulit menghubungi satu per satu orang yang akan bertemu, tentu saja mereka semua akan mengganti jadwal kerja mereka demi CEO nya.


*****


Jidan juga mendapat kabar jika Ae-Ri sudah masuk bekerja hari ini, tentu saja adiknya pasti bertemu dengan wanita itu.


Aurel mengetuk pintunya.


"Masuk..." ujar Jidan.


Aurel masuk dan menyerahkan berkas pengalihan saham VilMart padanya. "Ini harus anda tandatangani pak." ujarnya.


Jidan melihat berkas itu. "Kapan aku bisa bertemu pemilik VilMart sebelumnya?" tanyanya.


"Hari ini pak, jadwal pertemuan jam 3 sore." jawab Aurel.


"Apakah pria itu mau menemuiku di SinMart?" tanya Jidan.


"Mohon maaf pak Ji, anda salah. Pemilik VilMart adalah seorang wanita berkebangsaan Indonesia." ujar Aurel.


Jidan terkejut mendengarnya. "Wanita?" tanyanya, ia kembali melihat nama pemilik VilMart sebelumnya. "Vero Sastrowiyoto, ini nama wanita?" tanyanya lagi.


Aurel mengangguk. "Benar pak, ia seorang wanita." jawabnya.


"Aku pikir nama belakangnya memang dari Indonesia, tapi aku tak tahu jika Vero itu nama wanita. Dan selama ini kita melawan dan menjatuhkan seorang wanita dan itu berasal dari negara orang tuaku, mengapa pak Marcell tak mengatakannya padaku?" ujarnya.

__ADS_1


"Sepertinya pak Marcell juga baru mengetahuinya setelah bisa membeli saham itu. Ia juga berpikir bahwa Vero adalah seorang pria." ujar Aurel.


"Baiklah, aku sangat penasaran dengan wanita yang bisa berpikir licik untuk menghancurkan SinMart. Atur pertemuan dengan baik." pinta Jidan.


"Pak Ji, anda kembali salah paham. Sebenarnya nona Vero tak mengetahui apapun, ia dibohongi oleh pamannya sendiri. Itulah mengapa ia langsung setuju saat saham VilMart akan dibeli SinMart, karena perusahaan ayahnya dalam kehancuran." ujar Aurel.


"Ya Tuhan, mengapa aku baru tahu dari mulutmu. Aku seorang presdir seperti orang bodoh saja." ujar Jidan kesal.


"Tidak seperti itu pak Ji, kami baru mengetahuinya semalam saat penyelidikan secara menyeluruh pada VilMart. Kami menangkap pria dibalik semua ini, dan itu adalah paman nona Vero. Wanita itu nyaris pingsan saat tahu perusahaan yang dibangun mendiang ayahnya dihancurkan oleh pamannya sendiri. Tanpa pikir panjang, wanita itu langsung menyerahkan saham VilMart pada kita." ujar Kalfi yang tiba tiba masuk ke ruangannya.


Aurel pamit keluar dan mendapat anggukan dari Jidan.


"Apa maksudmu kak?" tanya Jidan setelah Aurel keluar.


"Pemilik VilMart sebenarnya adalah seorang wanita yang tidak berpengalaman di bidang bisnis ini. Ia menyerahkan perusahaan pada pamannya. Tapi ia ternyata dikhianati, pamannya melakukan cara licik untuk menjadikan VilMart semakin besar. Korban dari kejahatan pria itu bukan hanya SinMart, tapi ternyata sudah ada beberapa mall kecil yang bangkrut karena ulahnya." jawab Kalfi.


"Lalu bagaimana kita bisa sejahat ini mengambil VilMart dan mengubahnya menjadi SinMart kak. Bukankah itu adalah perusahaan mendiang ayahnya. Aku tak sejahat yang orang pikirkan." ujar Jidan.


"Itulah mengapa aku datang kemari Ji, sebelum kita bertemu wanita itu lebih baik kita bicara. Aku juga sudah menghampiri Jo untuk melakukan pertemuan setelah makan siang. Apa kau ada pertemuan lain?" tanya Kalfi.


Jidan menggeleng. "Tidak ada jadwal meeting hari ini kecuali bertemu pemilik VilMart sebelumnya." jawabnya.


"Baiklah, aku akan kembali kesini setelah makan siang. Sampai jumpa di ruang meeting Ji." ujar Kalfi.


Kalfi tersenyum. "Kau tenang saja Ji, Jo sudah menemukan orang yang tepat. Ia seorang wanita, ia akan datang ke pesta besok." ujarnya.


Jidan menyipitkan matanya. "Jadi kakak juga sudah tahu, hanya aku yang tak tahu apa apa."


"Jangan kesal seperti itu Ji, aku juga belum tahu siapa orangnya. Jordan hanya mengatakan seperti itu." jawab Kalfi.


Jidan mengumpat adiknya membuat Kalfi tertawa. "Aku pergi dulu." ujar Kalfi.


"Baik kak." jawab Jidan.


Jidan menyenderkan tubuhnya di kursinya, ia kembali menatap nama pemilik VilMart sebelumnya. Ia tak menyangka akan menghadapi seorang wanita yang tidak bersalah.


*****


"Kau keterlaluan Aerum, kau semakin dewasa dan akan bekerja di SinMart. Tapi yang kau lakukan membuat masalah dan hampir membuat orang lain kehilangan pekerjaannya." bentak Ae-Ri.

__ADS_1


"Salah aku dimana? Aku benar benar mengatakan yang sebenarnya. Toko itu ketinggalan zaman eonni. Mengapa ada toko seperti itu di mall terbesar di Amerika." ujar Aerum.


"Kau ini tetap saja tak mau mendengarkan, toko itu memang menjual pakaian fashion Amerika. Tidak ada yang salah dengan itu, hanya saja toko itu diperuntukkan pelanggan diatas umurmu. Kau yang salah masuk toko." ujar Ae-Ri.


Aerum menatap kakaknya dari atas sampai bawah lalu tertawa. "Sekarang aku mengerti, jadi kau membeli pakaian yang kau kenakan ini dari toko itu. Pantas saja..."


Seketika Ae-Ri menarik telinganya lagi. "Kau mau mengatakan aku wanita tua lagi kan."


"Ampun eonni... lepaskan sakit..." ujar Aerum.


"Minta maaflah pada pelayan itu baru aku lepaskan." pinta Ae-Ri.


"Iya baiklah, lepaskan dulu eonni." kata Aerum.


Ae-Ri melepaskannya. "Ayo ikut aku." ajaknya.


Aerum dengan enggan mengikuti kakaknya ke toko tadi dan menemui pelayan tadi. Wanita itu terbelalak saat melihat keduanya masuk ke toko. Ia segera menyapa keduanya.


"Aku sudah meminta pak Jo untuk tidak memecatmu, pak Jo setuju tapi ia akan memotong gajimu bulan ini." ujar Ae-Ri.


"Terima kasih bu Ae-Ri, tak apa apa yang penting aku tak dipecat." ujarnya.


Ae-Ri menarik Aerum kedepannya. "Katakan..." pintanya.


Aerum menunduk lalu meminta maaf. "Maaf..." ujarnya datar.


"Tidak nona, aku yang salah. Seharusnya aku mengatakan kalau toko ini untuk wanita dewasa, tapi aku malah memaksa anda memilih pakaian yang tidak sesuai." ujar pelayan itu.


"Sudah selesai semuanya, adikku akan menjadi wakil general manager di SinMart kedua. Gaji pertamanya akan menggantikan gajimu yang di potong." ujar Ae-Ri.


"Eonni... Aku..." ujar Aerum.


"Selamat bekerja lagi nona Helly." ujar Ae-Ri memotong kata kata Aerum seraya menarik tangan adiknya keluar dari toko.


"Kau keterlaluan, aku disuruh minta maaf dan sekarang gajiku akan menggantikan gajinya." ujar Aerum kesal.


"Itu hukuman buatmu agar kau lebih dewasa dan bertanggung jawab. Sekarang perhatikan pekerjaan sebagai general manager SinMart. Besok setelah pesta kau akan mulai bekerja." ujar Ae-Ri.


Dengan kesal Aerum mengikuti kakaknya kembali ke kantornya.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...😘


__ADS_2