Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Malam Pengantin Jidan (17+)


__ADS_3

Hari pertama acara resepsi pernikahan sudah usai, semua kembali ke rumah besar Sin karena Jordan dan Aerum belum diizinkan untuk pindah dari sana. Pelayan mereka sudah menyiapkan kamar pengantin sedemikian indahnya.


Keluarga Kim kembali ke hotel, keluarga Kalfi kembali ke rumahnya, dokter Jack dan putranya ke hotel juga. Sedangkan Tora, Sherly dan Zean ikut ke rumah besar Sin.


"Hah...lelah sekali..." ujar Jordan.


"Baru hari pertama Jo, masih ada 3 hari lagi." kata Sherly.


"Aku sepertinya ingin lari saja dari acara ini bersama istriku mi." kata Jordan.


Mereka semua tertawa. "Papi tak menyangka pernikahan kalian akan dihadiri begitu banyak orang penting. Papi pikir kalian hanya mengundang ratusan bukan ribuan." ujar Tora.


"Jika saja kak Kalfi tak memaksa mungkin kami akan adakan acara sakralnya saja." ujar Jidan.


"Oh tidak bisa sayang, pernikahan kalian harus semegah mungkin. Kalfi yang benar telah menyiapkan pesta ini." kata Sherly.


"Kak Kalfi dan kak Jenny gila, mereka bahkan menyewa aparat kepolisian untuk menutup sebagian jalan arah tempat resepsi." kata Jordan.


"Harus Jo, jika tidak...akan terjadi kemacetan parah dan membuat acara kalian kacau. Kalian harus ingat, kalian pemilik SinMart. Perusahaan terbesar di Amerika." jawab Tora.


"Aku lelah, bisakah aku tidur sekarang?" tanya Zean.


"Tentu sayang, beristirahatlah dengan baik." jawab Sherly.


Zean mengecup pipi mami, papi dan kedua kakaknya. "Selamat malam semuanya." ujarnya seraya meninggalkan mereka.


"Selamat malam sayang..." jawab keempatnya bersamaan.


"Kalian juga beristirahat, masih ada 3 hari acara. Istri kalian sudah menunggu kalian." perintah Sherly.


"Kalian juga mi, pi... Kami masih membutuhkan kalian untuk 3 hari kedepan." jawab Jidan.


"Tentu sayang, selamat malam." kata Sherly.


Jidan dan Jordan pamit pada kedua orang tuanya. Mereka memang sangat lelah, dan masih harus hadir di acara kedua besok.


"Aku tak menyangka akhirnya si kembar sekarang memiliki istri." ujar Sherly pada suaminya.


"Benar sayang, tanggung jawab kita sekarang hanya untuk Zean. Si kembar sudah diurus istri mereka. Dan aku bangga pada mereka karena memilih wanita yang sama cantik seperti ibunya." jawab Tora.


"Kau menggodaku pak komandan, lebih baik kita tidur sekarang." ajak Sherly.


"Tentu sayang." jawab Tora sambil menggenggam tangan istrinya menuju kamar.

__ADS_1


*****


β›”WARNING...β›”


Harap melewati cerita ini, jika kalian belum cukup umur. Terima kasih...!!!


*****


Jidan melihat Ae-Ri sedang menunggunya, sambil melepaskan perhiasan yang ia kenakan. Jidan menghampirinya lalu membantu Ae-Ri melepaskan perhiasan di kepalanya.


"Kau pasti sangat lelah." ujar Jidan.


Ae-Ri mengangguk. "Kau juga lelah kan?" tanyanya.


"Sangat sayang, tapi lelahku hilang setelah melihatmu." jawab Jidan.


Ae-Ri tersenyum. "Jangan menggodaku Ji, mandilah sekarang."


Jidan menggeleng. "Aku ingin membantu istriku melepaskan riasannya. Kau pasti kesulitan melakukannya sendiri."


Ae-Ri menggeleng. "Aku bisa sendiri sayang." jawab Ae-Ri.


Jidan membalikkan tubuh Ae-Ri, ia menatap wajah istrinya yang sangat cantik. Ia melepaskan hiasan kepala Ae-Ri dan mengambil kapas untuk membersihkan wajahnya. "Kau sangat cantik, aku bahagia bisa memilikimu."


Jidan menarik wajahnya lalu mencium keningnya, matanya, kedua pipinya, dagunya, hidungnya dan akhirnya mengecup bibirnya.


"Sekarang semua ini milikku. Dan aku lebih suka melihat wajahmu yang tanpa make up." ujar Jidan.


Ae-Ri mengangguk. "Aku milikmu begitu juga sebaliknya."


Jidan kembali mencium bibirnya dengan lembut. Ia menggigit bibir Ae-Ri hingga wanita itu terkejut. Ia mencicipi rasa manis istrinya. Dengan cepat Ae-Ri belajar dari keinginan suaminya, keduanya saling membalas ciumannya.


Jidan mulai membuka risleting gaun pengantin Ae-Ri. Tubuh Ae-Ri mulai menegang. Jidan menghentikan perbuatannya setelah merasakan perubahan tubuh Ae-Ri.


"Apa kau belum siap?" tanya Jidan.


"Aku tak tahu, tapi aku takut." jawab Ae-Ri.


"Apa ini pertama kali buatmu sayang?" tanya Jidan lembut.


Ae-Ri mengangguk, Jidan memeluknya dan mengusap punggung wanita itu yang mulai terbuka. Ia senang jika istrinya ternyata benar benar masih virgin.


"Aku tak akan memaksa istriku jika belum siap. Aku memang pernah melakukan ini tapi dalam keadaan mabuk sayang, jadi bisa dikatakan ini pertama kalinya juga untukku melakukannya dengan benar. Aku akan menunggumu sampai kau siap. Aku akan mandi dulu sekarang." ujar Jidan seraya melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Jidan tersenyum kembali pada istrinya, ia ingin meninggalkan Ae-Ri menuju kamar mandi. Tapi Ae-Ri menahan tangannya. Jidan menautkan alisnya penuh tanya.


"Aku menginginkanmu suamiku." ujar Ae-Ri malu malu.


Jidan terkejut, ia kembali mendekati istrinya lalu mengangkat tubuh Ae-Ri dan merebahkannya di ranjang pengantin mereka yang penuh dengan bunga. Tanpa kata kata, Jidan langsung menciumnya habis habisan, ia tak berhenti sampai disitu. Perlahan Jidan menurunkan gaun pengantin itu. Seketika Ae-Ri menutupi tubuhnya karena malu.


Jidan menggelengkan kepalanya lalu menarik tangan Ae-Ri. "Biarkan aku melihat milikku sayang." ujarnya parau.


Wajah Ae-Ri semakin merona, ia tak bisa berbuat apapun karena kedua tangannya ditahan suaminya.


"Ya Tuhan, kau memiliki tubuh yang sangat cantik istriku." kata Jidan seraya menundukkan kepalanya dan kembali menciumnya.


"Ji..." panggil Ae-Ri dengan nafas yang mulai tak beraturan.


"Panggil namaku sepuasmu sayang." kata Jidan parau. Ia bahkan meninggalkan banyak kissmark di tubuh istrinya.


Jidan tak sabaran, ia mulai melepaskan kemeja yang ia kenakan dan juga celananya, ia menarik gaun pengantin Ae-Ri dan melemparkannya ke lantai. Ae-Ri sangat malu, tangannya mulai ingin menutupi miliknya tapi Jidan segera menahannya, pria itu tersenyum.


"Kau benar benar cantik istriku." kata Jidan lagi, ia mulai lagi menyentuh istrinya.


"Ji...aku tak sanggup lagi, itu membuatku gila sayang." ujar Ae-Ri.


Jidan berhenti melakukannya, ia sudah siap melakukan malam pengantinnya. Jidan sudah berada diatas tubuh Ae-Ri, ia mulai menyatukan tubuhnya. Ae-Ri tegang, ia berteriak kesakitan. Air matanya mengalir menahan sakit penyatuan itu.


Jidan berhenti, ia menyesal membuat Ae-Ri menangis. Ia mencium mata istrinya dengan lembut. "Maafkan aku sayang, aku menyakitimu." ujarnya.


Ae-Ri menganggukkan kepalanya. "Sangat menyakitkan Ji, tapi sekarang sudah lebih baik."


Jidan tersenyum lagi, ia mencium Ae-Ri lagi seraya melakukannya lebih lembut lagi. Ae-Ri semakin nyaman dibuatnya, Jidan merasa istrinya sudah baik baik saja. Ia mempercepat permainannya.


"Ji..." teriak Ae-Ri.


Teriakan Ae-Ri membuat Jidan menggila. Keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama. Jidan memeluk Ae-Ri dengan erat dan menciumi wajah wanita itu.


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu." bisik Jidan.


"Aku juga mencintaimu suamiku." jawab Ae-Ri.


Keduanya terkulai karena lelah, mereka akhirnya tertidur setelah melakukan malam pengantin mereka sambil memeluk satu sama lain, keduanya tak sanggup untuk beranjak ke kamar mandi.


*****


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2