
Keesokan harinya, Jordan terbangun dan segera bersiap siap ke perusahaan. Ia masih sangat kesal pada kakaknya, jadi ia tak ingin sarapan bersama. Di bawah ternyata Jidan sudah bersiap juga berangkat ke perusahaan. Mereka bertemu muka saat ingin menuju pintu depan.
"Kau mau kemana?" tanya mereka bersamaan.
"Kau dulu yang jawab." ujar Jidan.
"Tentu saja ke SinMart ketiga, memang kemana lagi. Disana tak ada Ae-Ri dan pak Robert sibuk dengan renovasi SinMart keempat." jawab Jordan.
"Sarapan dulu Jo, aku tak akan mengganggu macan yang sedang merajuk." ejek Jidan.
"Aku sarapan atau tidak bukan urusanmu." ujar Jordan kesal.
"Baiklah, aku akan memberitahu mami tentang sikapmu ini. Aku harap mereka mau kembali ke Amerika untuk mengawasimu." ancam Jidan.
Jordan menatap kakaknya dengan tajam. "Sejak kapan kau menjadi seorang yang suka mengadu?" ejeknya.
"Sejak adikku mulai sulit diatur." jawab Jidan.
"Itu semua karena sikapmu." balas Jordan.
"Ya Tuhan Jo, aku dan Ae-Ri sama sekali tak ada hubungan apapun. Aku tak pernah menghubungi wanita itu saat berada di Korea Selatan. Ia hanya memberi kabar saat sampai disana dan kembali kemari. Hanya itu saja, tidak lebih. Karena aku sudah janji pada mami untuk menghindari Ae-Ri demi kau juga." kata Jidan.
"Kau sangat dekat dengan Ae-Ri sampai kalian saling memberi kabar, bagaimana kau bisa mengatakan menghindarinya?" ujar Jordan.
"Aku tak ingin berdebat denganmu pagi pagi seperti ini Jo, terserah kau mau percaya atau tidak. Jika kau iri padaku, hubungi Ae-Ri. Aku sama sekali tak keberatan." jawab Jidan seraya meninggalkan adiknya masuk ke mobilnya.
Jordan sangat kesal dengan sikap kakaknya sekarang. Ia pun masuk ke mobilnya. Keduanya berangkat ke tempat urusan yang berbeda dengan mengendarai mobil mereka masing-masing.
*****
"Aerum, cepatlah." Teriak Ae-Ri.
"Ada apa pagi pagi kau sudah berteriak nak?" tanya Warres. "Kalian ingin kemana?" sambungnya.
"Maaf mi aku berteriak. Aerum sangat lama saat mandi, aku ingin mengajaknya ke SinMart ketiga." jawab Ae-Ri.
"Bukankah kau masuk kerja besok nak." ujar Warres.
Ae-Ri mengangguk. "Aku ingin mengajaknya berbelanja baju kerja. Sekalian ada yang ingin aku kerjakan disana, jadi aku mempercepat masuk kerja." jawabnya.
"Kalian sarapan terlebih dahulu, Greek sudah menyiapkan sarapan kalian." pinta Warres.
"Tentu saja." jawab Ae-Ri.
Warres meninggalkannya ke ruang makan.
"Aerum, kau bisa membuat kulitmu terkelupas jika terus menggosoknya di kamar mandi." ejek Ae-Ri.
Aerum keluar dari kamarnya. "Eonni berisik sekali. Aku sedang berdandan." jawabnya.
Ae-Ri terbelalak melihat penampilan adiknya. "Bisakah kau gunakan rok yang lebih panjang, itu terlalu mini." pintanya.
__ADS_1
"Ini fashion style Korea, kau seperti gadis tua eonni." ejek Aerum.
"Kau berani mengejekku." ujar Ae-Ri seraya menarik telinga Aerum sampai berteriak.
"Hei kalian hentikan, ayo sarapan." teriak Warres.
"Mi, eonni gila memperlakukan aku seperti anak kecil." jawab Aerum sambil mengelus telinganya yang sakit.
Ae-Ri menjulurkan lidahnya lalu meninggalkan adiknya menuju ruang makan.
Aerum dengan kesal mengikutinya ke ruang makan. "Mi, aku dibully." adunya pada Warres.
Warres tertawa. "Kau keterlaluan sayang." ujarnya pada Ae-Ri.
"Gadis nakal itu yang memulainya, ia memanggilku gadis tua." jawab Ae-Ri.
"Aku memang benar, lihat saja penampilan eonni." kata Aerum.
Warres kembali tertawa. "Ya Tuhan, aku sangat senang rumah ini terasa ramai." ujarnya. "Tapi Aerum benar sayang, belilah beberapa baju untukmu juga." sambung Warres.
"Apa aku benar-benar terlihat seperti gadis tua?" tanya Ae-Ri.
Keduanya mengangguk bersamaan lalu tertawa. Ae-Ri memajukan mulutnya karena kesal.
"Sudah, ayo sarapan. Kalian bisa terlambat." ajak Warres.
Keduanya mengangguk lalu mulai menikmati sarapan mereka.
*****
"Ya Tuhan, aku sangat merindukan bu Ae-Ri." ujar Clara.
"Aku juga Clara, bagaimana SinMart?" tanya Ae-Ri.
"Tentu saja masih baik, tapi semua merindukan anda bu. Tapi anda datang mendadak, bukankah harusnya anda masuk besok." ujar Clara.
Ae-Ri tersenyum. "Aku pikir lebih cepat lebih baik karena ada beberapa hal yang harus aku selesaikan sebelum pesta besok. Oh ya aku hampir lupa, ini adikku Aerum." ujarnya.
"Hai nona Aerum." sapa Clara.
"Hai juga." jawab Aerum.
"Aku tak terkejut karena wajah kalian sangat mirip. Kalian berdua seperti patung porselen yang sangat cantik." ujar Clara mengagumi keduanya.
"Kau berlebihan, oh ya Clara aku ingin ke kantor sekarang. Bisakah kau mengantar adikku memilih baju kerja di salah satu toko kita." pinta Ae-Ri.
"Tentu saja bu." jawab Clara.
"Eonni bukankah aku akan berbelanja denganmu, kau juga butuh beberapa baju seperti yang dikatakan mami." ujar Aerum.
"Aku akan menyusulmu Aerum, sudah jangan banyak tanya." ujar Ae-Ri.
__ADS_1
"Terserahlah." jawab Aerum. "Nona Clara lebih baik aku sendiri saja, anda lebih baik melanjutkan pekerjaan anda." sambungnya seraya meninggalkan mereka.
"Aerum, kau belum tahu tempat disini." ujar Ae-Ri. Tapi adiknya hanya melambaikan tangannya.
Ae-Ri menghela nafasnya. "Seperti itulah adikku, sungguh sulit sekali diatur." ujar Ae-Ri. "Ayo kita ke kantor." ajaknya pada Clara.
Clara mengangguk dan mengikuti general manager nya ke kantor.
*****
Aerum berkeliling di mall itu, ia terus melihat lihat toko yang akan menjadi tempatnya mencari bajunya.
"Selamat datang nona, apa yang anda cari?" tanya pelayan.
"Seperti apa trend pakaian disini, aku ingin mencari pakaian untuk kerja." jawab Aerum.
"Silahkan nona mengikutiku kedalam." ajak pelayan tersebut.
Pelayan itu menunjukkan beberapa pakaian untuk Aerum. Aerum menyipitkan matanya.
"Tak adakah yang lebih fashionable? Kenapa kalian menjual pakaian yang kuno seperti ini?" tanya Aerum.
Pelayan itu terbelalak. "Nona, ini pakaian yang sedang trend di Amerika." ujarnya.
"Tidakkah kau melihat pakaianku sekarang, inilah yang sedang trend di Korea Selatan. Disini sangat jelek dan harganya sangat mahal." ejek Aerum.
Pelayan itu menahan emosinya. "Maaf nona, tak ada yang seperti anda kenakan sekarang. Lebih baik anda kembali ke negara anda dan berbelanja disana." ujarnya.
Aerum tertawa. "Kau berani mengusirku dari sini. Eonni ku saja tak akan mengusirku."
"Maaf nona, bukan itu maksudku. Kami tak memiliki pakaian seperti selera anda." ujar pelayan lagi.
"Baiklah, aku akan mencari toko lain." ujar Aerum seraya meninggalkan toko itu.
Tapi saat ia keluar, ia justru menabrak seorang pria yang tak lain adalah Jordan Sin. Aerum hampir terjatuh jika saja Jordan tidak menangkapnya. Aerum terbelalak saat melihat wajah Jordan yang sangat tampan itu, begitu juga dengan Jordan yang terus menatap wajah cantik itu.
Aerum segera tersadar dan berdiri tegak. "Maaf." ujarnya.
"Kau baik baik saja kan?" tanya Jordan.
Ya Tuhan, tampan sekali. Adakah pria Amerika seperti ini. Wajahnya oriental seperti berasal dari negara lain. pikir Aerum.
"Nona...nona..." panggil Jordan.
Aerum membuyarkan lamunannya seraya mengangguk. "Terima kasih." ujarnya lalu meninggalkan pria itu.
Jordan terus menatap Aerum, ia sangat penasaran dengan wanita yang baru kali ini bertemu dengannya dan wajahnya sangat mirip dengan Ae-Ri. Seketika Jordan teringat lalu memanggilnya.
"Aerum..." teriak Jordan.
*****
__ADS_1
Happy Reading All...😘