Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Kebenaran


__ADS_3

Ae-Ri menghampiri adiknya, Aerum kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Maaf aku menamparmu. Aku tidak akan marah jika kau mengakuinya Aerum." ujar Ae-Ri.


"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya." jawab Aerum datar.


"Aku tidak bodoh, kau melakukan ini karena memikirkan perasaanku kan. Aku hanya mengagumi pak Ji, itu saja tidak lebih. Jadi menikahlah dengan pak Ji, sebelum kau..."


"Hentikan eonni, aku dan pak Ji tidak melakukan apapun. Kau gila..." potong Aerum. Ia turun dari ranjangnya lalu masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu dengan keras.


"Kau tak bisa seperti ini Aerum, apakah kau ingin ayah datang kemari untuk menyelesaikan masalah ini?" ancam Ae-Ri.


"Lakukanlah sesukamu, aku akan menjawab hal yang sama walaupun kau bawa ayah kemari." ujar Aerum. Ia menghidupkan shower untuk menutupi suara isak tangisnya.


Maafkan aku eonni, aku terlalu menyayangimu. Aku tak akan mengambil Jidan darimu. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu, jika aku hamil... Aku akan pergi jauh dari kalian. Aku janji akan menghilang selamanya. gumam Aerum sambil menangis.


Ae-Ri masih tak mendapat jawaban apapun, ia akhirnya menyerah dan keluar dari kamar Aerum. Warres menunggunya di bawah tangga, wanita tua itu masih merasa khawatir. Ae-Ri menatap ibu angkatnya lalu menggeleng.


"Beri Aerum waktu Ri, ia mungkin sangat bingung sekarang." ujar Warres.


Ae-Ri mengangguk. "Aku tak ingin Aerum terluka mi, aku yang membawanya kemari. Aku ingin membahagiakan adikku, aku yang salah membawanya ke pesta."


"Jangan salahkan dirimu Ae-Ri. Kita tak ingin semua ini terjadi, tapi Tuhan mungkin memberi jalan yang lain untuk kalian. Bersabarlah, kau masuklah ke kamarmu untuk beristirahat." perintah Warres.


Ae-Ri kembali mengangguk, ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat seperti apa yang diperintahkan ibu angkatnya.


*****


Chris sangat terkejut mendengar permintaan Jidan Sin. Ia mengajak Jidan ke ruang cctv.


"Aku hanya ingin memastikan pak Chris, saat itu aku mabuk. Jadi aku tak tahu siapa yang membawaku ke kamar." ujar Jidan.


"Aku melihat anda malam itu pak Ji, anda diantar seorang wanita yang cantik dan seksi. Kalau tidak salah ia sempat melakukan pidato memperkenalkan diri sebagai karyawan baru SinMart kedua. Tapi aku lupa namanya." kata Chris.


"Aerum, itu namanya." jawab Jidan datar.


Chris mengangguk lalu ia menyuruh petugas memutar rekaman cctv semalam. Benar saja, di lorong itu Aerum lah yang menopangnya masuk ke kamar hotel. Jidan ingin tahu seberapa lama wanita itu di dalam kamar.


"Bisa dipercepat sampai wanita itu keluar dari kamarku." pinta Jidan.

__ADS_1


Petugas itu mengangguk. Dan disanalah Aerum keluar dari kamar dengan melihat keadaan kanan dan kiri sambil merapikan pakaiannya. Wanita itu terlihat ketakutan dan berantakan menuju toilet.


"Berapa lama ia berada di kamarku?" tanya Jidan.


"Setengah jam pak." jawab petugas cctv.


Chris terus menatap Jidan Sin, ia merasa ada yang tidak beres pada Jidan.


"Maaf pak Ji, apakah wanita itu mengambil sesuatu darimu?" tanya Chris.


Jidan mengangguk. "Ia mengambil perasaanku pak Chris. Terima kasih atas waktunya." jawabnya seraya pamit dari hotel.


Jidan menuju mobilnya, ia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Aerum.


Jangan terus menghindar Aerum, aku tahu kita melakukannya malam itu. Suka ataupun tidak kau harus menikah denganku. Aku akan membawa keluargaku sebelum anakku tumbuh di rahimmu.


Itulah isi pesan dari Jidan Sin. Ia tak ingin bertanya lagi, tapi ia harus menyelesaikan semuanya dengan Jordan dan menikahi Aerum. Bukti cctv itu sudah sangat jelas, ia membuat Aerum berantakan walaupun Aerum bilang ia hanya menyebut nama Ae-Ri, tapi yang ia lakukan bukan dengan Ae-Ri.


Jidan kembali ke rumahnya dan langsung menemui Jordan untuk mengatakan segalanya.


*****


INDONESIA...


"Ya Tuhan mami, kau bisa sakit jika terus seperti ini." ujar Tora.


"Apakah akan terjadi pertumpahan darah antara Ji dan Jo?" tanya Sherly ketakutan.


Tora memeluk istrinya. "Tidak akan sayang, percayalah pada kedua putra kita. Mereka bisa menyelesaikan semua ini."


"Mereka berjanji padaku untuk menjauhi Ae-Ri, tapi mereka kembali terlibat dengan satu wanita dan lebih parahnya lagi itu adik Ae-Ri. Mengapa Tuhan menghukum kita seperti ini?" ujar Sherly seraya terisak.


"Ssssttt... Kau tak boleh menyalahkan Tuhan. Ambil positifnya sayang, jika Ji benar benar harus bersama adik Ae-Ri. Maka Jo bisa bersama Ae-Ri. Kita nikahkan keduanya bersamaan." jawab Tora.


"Kau gila, bagaimana mungkin aku membiarkan mereka bersama. Itu akan menyakiti keempatnya." kata Sherly kesal.


"Tidak akan sayang, cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya. Jo masih kekanak-kanakan, ia sangat mudah menyukai wanita yang baru ditemuinya. Artinya Jo belum pernah serius dengan perasaannya. Sedangkan Ji, putra kita itu mungkin menyukai Ae-Ri. Tapi rasa tanggung jawabnya lebih besar dari perasaannya, papi yakin ia bisa mencintai Aerum jika memang benar ia harus menikahi wanita itu." kata Tora.


"Ya Tuhan, kepalaku sakit sekali. Seandainya Amerika itu dekat dari sini, maka aku sudah lari menemui mereka." ujar Sherly.

__ADS_1


Tora justru terkekeh. "Tidurlah sayang, ini semakin larut. Dan aku justru bahagia, kita akan memiliki menantu dan cucu segera."


Sherly mencubit perut suaminya. "Bisakah kau lebih serius, aku sedang mengkhawatirkan mereka."


"Aku juga serius sayang, umurku semakin tua. Aku ingin melihat mereka menikah segera dan memiliki keturunan. Jadi masalah Ji justru membuatku bahagia, ternyata putra kita sudah dewasa." jawab Tora.


Sherly cemberut. "Kau memang ayah mereka." ujarnya datar.


"Hei... mengapa cuma aku." kata Tora.


"Karena cuma kau pak inspektur yang genit." ejek Sherly.


Tora menggigit telinga Sherly hingga akhirnya Sherly tertawa. Keduanya kembali melakukan hubungan suami-istri yang menggairahkan.


*****


Jordan berkacak pinggang saat Jidan sampai di rumah. "Wah...wah...kau bilang sebentar lagi sampai. Tapi kau malah melewatkan jam makan siangmu. Darimana saja kau?" tanyanya.


"Aku lelah Jo, bisakah kau biarkan aku masuk terlebih dahulu." jawab Jidan seraya melewati tubuh adiknya.


Jordan menatap wajah kakaknya yang benar benar terlihat lelah. Ia mengikuti Ji sampai ke dapur.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jidan.


"Aku penasaran, sepertinya ada masalah serius." jawab Jordan.


Jidan menegak minumannya yang ia ambil dari dalam kulkas lalu menatap Jordan. "Tunggulah di ruang santai, aku akan mengatakan sesuatu yang serius padamu."


"Baiklah, kau makan dulu sebelum berbicara denganku." pinta Jordan.


"Kau cerewet sekali Jo." ujar Jidan sambil mendorong tubuh adiknya.


"Aku putra Sherly Lee, jadi aku cerewet sudah turunan tuan Jidan Sin." jawab Jordan seraya tertawa dan meninggalkan kakaknya.


Jidan duduk di ruang makan, ia menatap makanan yang masih diatas meja. Ia sama sekali tak ingin makan, tapi ia butuh kekuatan untuk menghadapi adiknya nanti. Dengan enggan ia mengambil piring dan makan siangnya yang sudah lewat. Ia pun menikmati makan siang itu lalu beranjak menemui adiknya dan mengatakan semuanya.


*****


Akankah Jordan menerima semua penjelasan kakaknya? Ataukah mereka akan berkelahi lagi?

__ADS_1


Nantikan episode selanjutnya...


Happy Reading All...😘


__ADS_2