Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Awal Perselisihan


__ADS_3

Jidan Sin sangat kesal saat tahu jika adiknya mengunjungi SinMart ketiga. Dan saat ia mendengar adiknya itu sudah kembali ke perusahaan, ia langsung mengunjungi ruang CEO nya. Tanpa memperdulikan sapaan dari sekertaris Jordan, ia langsung menghambur kedalam ruang kantor tersebut.


"Apa yang kau lakukan di SinMart ketiga?" bentak Jidan penuh kemarahan.


"Kau mengejutkan saja kak Ji. Tentu saja aku bekerja, aku mengadakan meeting dengan karyawan utama disana." jawab Jordan.


Jidan tertawa sinis. "Termasuk Ae-Ri kan?" tanyanya.


"Ya ampun, tentu saja. Ae-Ri salah satu karyawan utama disana, ia general manager." bentak Jordan balik, ia sangat kesal pada kakaknya yang menuduhnya mencari alasan untuk kesana. "Aku menjelaskan pada mereka soal masalah SinMart kedua, aku memperingatkan agar mereka lebih berhati-hati demi perusahaan SinMart. Mana yang salah tentang itu?" tanya Jordan.


"Itu hanya alasan kau saja Jo, kau ingin mendekati Ae-Ri. Kau ingin mendahului aku mengenalnya." ujar Jidan.


"Kau sudah gila, ini tak ada hubungan apapun dengan masalah pribadi. Bukankah kau lebih dewasa dariku. Mengapa kau tak bisa membedakan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan?" teriak Jordan.


"Jangan berteriak padaku Jo, aku kakakmu. Jika kau melakukan pekerjaan, mengapa kau tak mengatakannya padaku?" bentak Jidan lagi.


"Aku CEO disini, aku sedang menangani masalah perusahaan. Apa aku perlu meminta izin darimu soal pekerjaanku? Aku hanya akan melaporkan hasil dari pekerjaan padamu bukan untuk izin padamu kemanapun aku pergi. Kau membuatku marah kak Ji, lebih baik kau keluar dari kantorku." kata Jordan.


"Kau berani mengusirku dari sini, kau berhutang maaf padaku." bentak Jidan seraya ia keluar dari kantor itu dengan membanting pintu dengan keras.


Marie sangat terkejut saat mendengar suara bantingan pintu CEO nya, dan ketakutan saat melihat wajah Presdir penuh kemarahan. Jidan meninggalkan kantor CEO dengan langkah yang cepat dan wajah yang sangat kesal.


*****


Jidan Sin kembali ke kantornya sendiri. "Jangan biarkan siapapun masuk ke ruanganku." ujar Jidan pada Aurel.


Aurel mengangguk, tapi ia juga ketakutan melihat atasannya seperti itu. Aurel segera menghubungi Marie.


"Halo, Marie... Bukankah pak Presdir datang ke kantor CEO, apa yang terjadi disana?" tanya Aurel.


"Lagi lagi mereka berdebat, tapi aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Setelah terjadi keributan ia langsung keluar dari kantor CEO sambil membanting pintu dengan keras." jawab Marie.

__ADS_1


"Ini gawat, baik terima kasih atas informasinya." jawab Aurel sambil menutup telepon nya. Lalu Aurel menghubungi pak direktur karena memang Kalfi menyuruhnya menjadi mata mata si kembar.


"Pak Kalfi sepertinya pak Ji dan Jo berdebat, tapi aku tak tahu apa yang terjadi. Wajah pak Ji sangat marah." ujar Aurel setelah telpon diangkat Kalfi.


"Terima kasih Aurel, aku akan segera ke perusahaan." jawab Kalfi seraya mematikan ponselnya.


Aurel hanya bisa menghela nafasnya, ini memang bukan pertama kalinya ia melihat atasannya seperti ini, tapi sepertinya ini lebih serius karena Jidan tak ingin diganggu siapapun. Aurel hanya bisa menunggu kedatangan Kalfi kekantornya.


*****


"Marie..." teriak Jordan.


Marie segera masuk ke ruangan CEO nya. "Ada yang bisa aku bantu pak?" tanya Marie.


"Aku akan pulang sekarang, batalkan semua pekerjaanku hari ini." jawab Jordan.


"Tapi pak ada klien penting sore ini yang ingin bertemu anda." ujar Marie.


"Aku tak perduli, aku tidak berada di mood yang baik." bentak Jordan.


Marie mengikuti perintah Kalfi, ia lega pak Kalfi segera datang ke perusahaan.


"Apa yang terjadi padamu dan Ji?" tanya Kalfi saat Marie sudah keluar ruangan. "Kalian sudah umur berapa, masih saja berkelahi, tidakkah kalian tahu jika ini perusahaan." sambungnya.


"Aku tidak ingin berkelahi, tapi kak Ji yang memulainya. Aku melakukan pekerjaan dengan benar, aku mengunjungi SinMart ketiga karena ingin mereka berhati-hati agar kejadian di SinMart kedua tidak terjadi pada SinMart ketiga. Tapi kak Ji tiba tiba datang dan mengatakan hal konyol, jika aku kesana hanya mencari alasan untuk bertemu Ae-Ri. Kak Ji semakin gila, ia yang tidak profesional." jawab Jordan.


Inilah ketakutan orang tua si kembar, akan ada hal hal seperti ini jika mereka menyukai satu wanita. Kalfi menghela nafasnya. "Aku akan bicara pada kakakmu. Teruskan pekerjaan Jo, jangan mencampuradukkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi kalian. Jika kalian lakukan ini, aku akan menghubungi om Tora dan tante Sherly." ancam Kalfi.


"Aku sudah berusaha profesional, aku sama sekali tak mencampuradukkan masalah ini dengan pendekatan pada Ae-Ri. Aku juga bukan anak anak lagi, jika kak Ji ingin mengunjungi SinMart ketiga silahkan. Aku tak keberatan sama sekali." ujar Jordan sangat kesal.


Kalfi menenangkan Jordan dengan menepuk pundaknya. "Aku percaya padamu Jo, kau tenanglah, aku yang akan mengurus kakakmu." ujarnya. Kalfi pamit keluar dari ruangan menuju kantor Jidan.

__ADS_1


*****


"Selamat siang pak Kalfi." sapa Aurel.


"Selamat siang Aurel, dimana atasanmu?" tanya Kalfi.


"Di ruangannya pak, tapi pak Ji bilang..."


"Kau tenang saja, ia tak akan marah jika aku masuk." ujar Kalfi seraya menuju ruang kantor Jidan.


"Aku sudah bilang Aurel, aku tak ingin diganggu." bentak Jidan tanpa menoleh kearah pintu.


"Sampai seperti itu kemarahanmu Ji, apa yang kau kesalkan?" tanya Kalfi.


Jidan terkejut lalu berbalik. "Kak Kalfi." ucapnya.


"Aku yang menyuruh Jordan ke SinMart ketiga karena masalah produk expied yang ada di SinMart kedua. Kita harus berkerjasama melindungi perusahaan kakek. Jadi kesampingkan perasaan pribadimu itu. Kau seorang Presdir, bukankah kau lebih dewasa dari adikmu itu. Aku tak melarang kalian menyukai wanita tapi bukan untuk satu wanita, Amerika sangatlah luas. Banyak sekali wanita di negara ini. Untuk apa kalian memperebutkan satu wanita yang belum tentu menyukai kalian. Jangan membuat orang tua kalian terus khawatir. Jidan, kau marah pada adikmu tanpa alasan. Ia ingin melindungi SinMart, walaupun Jordan kekanak-kanakan tapi ia bisa membedakan masalah pribadi dan perusahaan. Kau belajar percaya padanya, ia seorang CEO." ujar Kalfi panjang lebar menasehati Jidan dan berbohong jika ia yang menyuruh Jordan ke SinMart ketiga.


Jidan hanya terdiam menyesali perbuatannya, ia berubah menjadi orang yang kurang dewasa setelah mendengar Jordan ke SinMart ketiga.


Apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada Ae-Ri? Mengapa aku tiba tiba seperti ini? pikir Jidan.


"Ji, kau dan Jo adalah tanggung jawabku. Jika tante Sherly tahu kalian berkelahi karena satu orang wanita, apa yang harus aku lakukan. Berpikirlah dewasa, aku tak ingin mendengar kalian berdebat di perusahaan hanya karena masalah pribadi. Ingat pesan kakek Sin, kita harus bersatu membangun SinMart." ujar Kalfi lagi.


"Maafkan aku kak, aku juga tak tahu kenapa sikapku seperti ini. Aku akan minta maaf pada Jordan. Aku akan berusaha menjadi lebih dewasa lagi." jawab Jidan.


Kalfi mengangguk. "Aku percaya kalian bisa mengatasi masalah kalian di luar, sekarang mulai fokuslah pada perusahaan. Kita mulai diusik oleh pesaing kita." pesan Kalfi sambil menepuk pundak Jidan. "Aku masih banyak pekerjaan di SinMart kedua." sambungnya seraya pamit keluar.


"Kak... terima kasih." ujar Jidan saat Kalfi akan melangkah keluar.


Kalfi mengangguk dan tersenyum padanya, lalu ia keluar dari kantor Presdir. Si kembar memang masih sangat muda memegang perusahaan SinMart, beruntung masih ada Kalfi yang membantu mereka. Seharusnya Kalfi lah yang menjadi seorang Presdir, karena selain dewasa, ia lebih tahu soal SinMart. Tapi saham Kalfi hanya 20%, sedangkan si kembar memiliki 60% saham jika digabungkan dengan milik Tora Sin.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...😘


__ADS_2