
Calvin Alexander adalah seorang vampir yang di hukum oleh paman nya yang tak lain adalah soerang pemimpin seluruh bangsa tersebut.Pamannya bernama Louis Alexander ia meng hukum Calvin dengan cara menyuruhnya tidur panjang dalam peti mati untuk memperbaiki dirinya. Calvin di hukum atas tindakan pembunuhan yang brutal kepada anggota vampir. Akibat dari amarah Calvin yang tak dapat terbendung karena sakit hati yang di sebabkan oleh seorang gadis manusia yang mengkhianati cintanya.
Selama dua puluh tahun Calvin mangalami tidur panjang nya di sebuah kastil di tengah hutan. Datang seorang gadis yang membangunkan nya. Gadis yang mengingatkan nya akan masa lalu itu. Gadis usia 20 tahun yang tak sengaja menemukan kastil itu saat menjelajahi hutan bersama teman nya . Dia terpencar dari teman nya saat ia mencari jalan keluar tiba – tiba hujan dan ia berlari mencari tempat berteduh hingga sampailah ia ke kastil itu. Dia memasuki kastil yang gelap dan tak terurus itu sampai – sampai ia menekan suatu di tembok dan terbukalah sebuah dinding yang di dalamnya ada tangga menuju ke bawah . Rasa penasaran nya membuat ia masuk lebih jauh dan tampak lah sebuah ruangan yang ada di bawah terdapat peti yang indah berhiaskan kristal dan emas. Perlahan - lahan ia membuka peti itu tiba – tiba udara ruangan terasa begitu dingin sampai menusuk tulang dan ada aura yang begitu menakutkan. Belum sempat ia melihat isi peti tersebut terdengar suara dari luar.
“ Vely,,,,,dimana kau !” teriak teman- teman gadis itu di luar. Gadis itu segera berlari keluar menuju arah tersebut.
“ aku disini .... Nela “ jawabnya sambil berlari keluar kastil.
“ Vel, apa kau baik – baik saja ?” tanya seorang pemuda sambil memeluk gadis itu.
__ADS_1
“ tenanglah aku baik – baik saja , Alan “ kau saja yang terlalu mencemaskan aku “ jawabnya.
“ yayaya ... Memang aku yang terlalu mencemaskan dirimu tapi kau juga salah kenapa kau sangat ceroboh dan pergi kau pikir ini kota “imbuh Alan itu.
“ iya iya aku salah tapi bisa kah kau lepaskan aku, “ Ma ...maaf kan aku , “ kata nya sambil melepaskan pelukan dengan ekspresi malu.
Di saat bersamaan, di dalam kastil itu ada seseorang yang mengawasi mereka lebih tepatnya mengawasi gadis yang telah membangunkan tidurnya.Ada rasa familiar dari dalam saat ia melihat Evelyn.
"aneh .. kenapa tiba - tiba udara sangat dingin" kata Nela.
__ADS_1
" iya Nel, aku tadi juga merasa kan nya di dalam kastil dan yang lebih menarik di sana aku menemukan sebuah peti " sambung Evelyn.
"apa? sebuah peti ,,, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini! " kata Nela kaget.
"iya aku setuju dengan dirimu lebih baik kita pergi dari sini" imbuh Alan.
" ahh kenapa kalian penakut sekali sih? aku belum membawa kalian ke dalam" kata Evelyn sebal.
" sudahlah lain kali saja kita kemari sebaiknya kita pergi dulu , cuaca nya tak terlihat bagus " kata Alan. Akhirnya mereka pun pergi dari kastil.
__ADS_1