Continuous Love

Continuous Love
49


__ADS_3

Dia tiba di sebuah apartemen dan seorang wanita membuka pintu, mereka berdua pun masuk .


“ Doni, tumben kau menghubungi ku” kata Lusi sambil memeluk lengan kekar milik Doni .


Tanpa menjawab Doni menggendong tubuh Lusi ke kamarnya dan di rebahkan nya dia secara kasar , Doni yang gairahnya sudah di ubun-ubun pun membuka baju dan mereka berdua melakukan hubungan terlarang, Lusi merasa bahagia karena Doni tak melupakannya.


Di rumah, Evelyn terbangun dia merasa haus, dia turun untuk mengambil minuman di dapur dia melihat sekeliling mencari Doni tapi tak ketemu, dia melihat keluar rumah dan dia melihat mobil yang biasa Doni pakai tidak ada di tempatnya.


“ Hem , dia pasti menemui wanita itu” gerutu Evelyn dia pun bergegas ke kamar dan menelpon Doni tapi tak di angkat.


“ Lihat saja besok pagi " batin Evelyn , dia pun kembali tidur.


Jam 3 pagi Doni terbangun, tubuhnya di peluk erat oleh Lusi, dia berusaha melepas pelukan Lusi pelan-pelan dan kembali memakai bajunya Doni pun bergegas pulang ke rumah, takut kalau Evelyn curiga saat melihatnya tak ada di rumah


Dia tak mengecek ponselnya. Dia tak tau bahwa Evelyn memang sudah tahu jika dirinya tak ada di rumah .


Setibanya Doni segera masuk ke rumah dengan sangat hati-hati dan menuju ke kamarnya, dia segera mengganti pakaian yang dia kenakan dengan baju tidur. Dia melihat Evelyn tertidur pulas dia pun tidur di samping Evelyn .


Evelyn membuka matanya, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, dia bangun, dan melihat di sampingnya sudah ada Doni yang tertidur.


“ Cih , kapan dia pulang?” gumam Evelyn .


“ Lihat saja apa yang bisa dia katakan nanti” batin Evelyn


Evelyn membersihkan dirinya, Doni pun terbangun mendengar suara gemericik air di kamar mandi.


Evelyn keluar kamar mandi dan melihat Doni yang tersenyum padanya tapi dia abaikan.


“ Vely, kamu kenapa? Apa perutmu masih sakit “ kata Doni khawatir.


Evelyn tetap mengabaikannya, dia sekarang duduk di meja riasnya, Doni mendekati Evelyn dan bertanya kembali.


“ kau kenapa?jika masih sakit aku akan mengantarmu ke dokter” kata Doni dengan lembut sambil memeluk Evelyn, Namaun Evelyn melepas pelukan Doni dengan paksa dan bertanya dengan nada sedikit kesal


“ dari mana saja semalam “


Deg


Doni merasa kaget saat Evelyn menanyakan hal itu.

__ADS_1


“ aku,, tadi malam , aku ke ada urusan mendadak “ jawab Doni terbata-bata.


“ Kenapa tak menerima panggilan ku?” tanya Evelyn lagi


“ panggilan?” Doni segera melihat ponselnya dia menjadi semakin gugup dia takut Evelyn mulai curiga padanya.


“ Sayang maafkan aku tadi malam ada urusan yang sangat mendadak aku jadi tak sempat berpamitan padamu “ jawab Doni lembut


“ Baiklah, aku percaya “ kata Evelyn, Evelyn berjalan ke arah sebuah laci dan mengambil sesuatu dari dalamnya dan melemparnya ke arah Doni .


“ tapi bisa kah kau menjelaskan semua ini kak “ tanya Evelyn kemudian dia duduk di tepi ranjang.


Doni tercengang melihat foto dirinya dan Lusi, "bagaimana Evelyn bisa mendapatkan ini semua?" batin Doni


“ Vely tolong percaya padaku Vely aku tak ada hubungan apa pun dengannya” jawab Doni berusaha meyakinkan Evelyn .


“ lalu, kenapa kau selalu mengunci kamar mu ? Dan kenapa di dalam banyak sekali pakaian milik wanita dan juga foto itu ? “ balas Evelyn dengan marah - marah


“ Vely, dengarkan aku, aku memang tak ada hubungan apapun dengan Lusi” berusaha berbohong


“ bohong, jika kak Doni memang tak ada hubungan dengan perempuan itu kenapa dia menyebutmu saat dia menamparku di kampus! " bantah Evelyn


“ sudahlah kak, kau tadi malam pasti juga menemuinya kan? Aku sudah memberi kesempatan untuk kak Doni tapi kak Doni malah membohongiku , aku kecewa padamu “ jawab Evelyn kesal sambil meninggalkan Doni , Evelyn pun berlari keluar rumah dia mengendarai mobil miliknya meninggalkan rumah tersebut.


“ brengsek ! Jika aku kehilangan Evelyn aku pasti akan membunuh perempuan jalang itu! “ teriak Doni sambil memukul tembok.


Di dalam mobil, Evelyn tertawa dengan apa yang terjadi barusan, dia merasa senang karena dia memiliki alasan untuk pergi menjauh dari Doni .


“ Sekarang aku akan menuju ke rumah ayah” ucapnya sambil tersenyum .


Setengah jam perjalanan akhirnya Evelyn sampai di rumah Marcel. Dia keluar dari mobil dan berlari ke arah rumah sbil menangis .


“ Ayah hiks hiks hiks” teriak Evelyn yang membuat Marcel pun segera bergegas menuju sumber suara itu.


Marcel terkejut melihat Evelyn yang menangis, seketika ia langsung memeluk tubuh mungil Evelyn dalam pelukannya.


“ sayang ada apa?” tanya Marcel bingung


Evelyn melepas pelukan ayahnya,

__ADS_1


“ kak Doni, dia “ kata Evelyn terbata-bata


“ Ada apa dengan Doni? Apa yang sudah terjadi sayang? “ tanya Marcel semakin cemas.


“ Kak Doni dia menghianatiku ayah , dia selingkuh dengan wanita lain” jawab Evelyn sambil menangis.


“ Apa! Itu tidak mungkin sayang, dia tak akan berbuat serendah itu” kata Marcel


“ kenapa ayah selalu membelanya ? Padahal dia telah menyakiti ku ayah “ imbuh Evelyn sambil terus menangis.


“ Vely dengarkan penjelasan ku dulu” sahut Doni yang sudah berada di rumah Marcel


“ Doni apa yang sebenarnya terjadi? “ tanya Marcel bingung


“ Paman ini semua hanya salah paham paman” jawab Doni kaku


“ kau bilang salah paham? Jelas-jelas aku menemukan buktinya “ imbuh Evelyn masih dalam tangisan yang dibuatnya.


“ Vely, aku dan Lusi sudah tidak ada hubungan apa pun sekarang dia hanya masa lalu, sekarang yang ku cintai hanyalah dirimu” jawab Doni berusaha meyakinkan.


“ Lusi ? Apa yang kau maksud Lusi tunangan Alan “ sahut Marcel


Evelyn mengangguk .


“ kau! Kau sudah berjanji padaku bahwa kau tak akan berhubungan lagi dengan perempuan itu Doni ! Bentak Marcel


“ paman , dengarkan penjelasan ku, ini semua salah paham “ jawab Doni kaku


“ Doni , jika kau masih berhubungan dengan perempuan itu maka kau harus tinggalkan putriku” kata Marcel tegas


“ pa-man “ jawab Doni memelas


“ pergilah dari sini, sebelum aku mengetahui segalanya , Evelyn akan tinggal di rumah ini, pelayan antar Doni keluar “ teriak Marcel, Doni pun di bawa keluar oleh para penjaga rumah itu dengan paksa.


“ paman kau tak bisa melakukan ini padaku paman! Aku suami Evelyn kenapa kau memisahkan aku dengan istriku”


Marcel tak menghiraukan teriakan Doni, sekarang dia fokus melihat Evelyn yang sangat terkejut mendengar pernyataan Marcel .


“ Evelyn dengarkan ayah tak bermaksud menutupi semuanya darimu sayang, Dari dulu Doni sudah menyukaimu begitu juga sekarang tapi dia juga lelaki normal ada saatnya nafsu membuat dia kehilangan kendali, dan itulah yang membuat dia mengenal Lusi dia seorang wanita nakal, tapi Doni sudah berjanji pada ayah bahwa dia tak akan lagi berhubungan dengannya. Tapi untuk memastikannya ayah akan menyelidiki semua ini, sekarang istirahatlah di kamar “ jelas Marcel sambil mencium kening Evelyn, Evelyn hanya mengangguk pelan dan berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2