
Di kota V , di sebuah rumah yang megah bak sebuah istana, ada seorang pria tua yang sedang berbicara dengan seorang pelayan.
“Bagaimana keadaan tempat itu?” tanya Louis kepada pelayannya
“ tuan,, tidak ada hal yang mencurigakan tuan, dan sepertinya tuan muda masih belum juga bangun” kata pelayanan tersebut
“ hais ,, kalau dia belum bangun juga dalam waktu dekat, ini sangat berbahaya” kata Louis
“ lalu,, apa yang harus kita lakukan tuan?” tanya pelayan itu lagi.
“Pergi lah, hubungi Erwin,, suruh dia kemari menemuiku” perintah Louis
“Baik,, tuan” jawab pelayan itu sambil melangkah keluar.
"Calvin, cepatlah bangun nak, kami semua membutuhkan dirimu" kata Louis dalam hati.
Di waktu yang bersamaan,
Rudi dan Evelyn tiba di sebuah vila, vila itu terletak di puncak bukit, suasana di tempat itu sangat sejuk dan banyak pohon hijau mengelilingi villa itu, di depan vila ada kolam ikan yang indah, mereka turun dari mobil.
“Wahh, indah sekali tempat ini om” kata Evelyn terpanah melihat pemandangan di vila
“Tentu saja, nanti saja lihat-lihat nya kita masuk dulu” Kat om Rudi
Di dalam aku bertemu dengan seorang pria berusia tiga puluh tahunan
“Om Rudi , akhir nya om datang juga “ sapanya sambil memeluk om Rudi
“ Yaa,, lihatlah siapa yang aku ajak” jawab om Rudi
“ Vely sayang, kenapa kau diam saja, kau tak merindukannya” tanya om Rudi padaku,
“Siapa dia ?” tanya ku
“ Kau tak ingat padaku Vely ?” tanya pria itu padaku
“dia Doni sayang” bisik Om Rudi padaku
“ Kak Doni , maaf aku tidak ingat, lagi pula kita sudah sangat lama tak pernah bertemu” jawab ku
__ADS_1
“ iya iya aku tau” ucapnya sambil mengelus rambutku
“dimana Alan ?” tanya Kak Doni padaku
“dia ada kuliah” jawab om Rudi
“dimana ayahmu, aku ingin menemuinya”
“Dia di ruang tengah,” jawab Doni padaku
“kak Doni , mau kau menemaniku keliling tempat ini?” tanya ku
“Tentu saja” jawabnya lalu mengajakku keluar
Kami berdua berjalan-jalan di sekitar villa sambil mengobrol dan bercanda tak terasa waktu berjalan begitu cepat .
“Kau mau menginap di sini? “ tanya kak Doni padaku
“Emm, aku tanyakan dulu pada om Rudi” jawab ku
Saat kami berjalan ke arah rumah, aku dan Kak Doni melihat Alan dia terlihat kesal.
“Wahh kau sekarang terlihat dewasa ya” sambil menepuk bahu Alan
Alan menepisnya,
“ Kau masih saja seperti dulu, kau selalu dingin padaku, aku jadi sedih” kata kak Doni lagi
“Aku kesini untuk menjemput Vely , bukan untuk menemuimu” jawab Alan ketus
“menjemputku? Tapi aku ke sini denga Om Rudi ,, aku bisa pulang dengannya” jawab ku
“hei Alan, Vely akan menginap di sini bersama kami” jawab Kak Doni
“Apa benar yang di katakannya “ tanya Alan
Aku mengangguk. Alan seperti sangat kesal dia pun pulang.
Aku dan kak Doni masuk ke dalam, dia mengajakku makan malam tapi aku menolaknya, aku masuk ke dalam kamarku.
__ADS_1
Aku merasa tidak nyaman saat memikirkan Alan , aku mencoba menghuninya tapi tak ada jawaban
Akhirnya aku tertidur, ke esokan hari
“ om Rudi kemana?” Tanya ku
“Dia, berangkat pagi tadi bersama ayahku, ada urusan penting” jawab kak Doni sambil memainkan ponselnya
“Kau ingin pergi keluar” ajaknya
“Tidak, aku ingin pulang” jawab ku
“Hem, kau ingin cepat pulang karena ingin cepat menemui Alan kan?”tanya kak Doni lagi
“maksud kak Doni “ aku kembali bertanya
“tidak ada ,, baiklah aku akan mengantarmu pulang” dia berdiri dan berjalan keluar, dia mengantarku pulang.
“terima kasih kak, sudah mengantarku pulang” kata ku sambil turun dari mobilnya,
“Oke sama – sama” jawab kak Doni lalu dia pun pergi
Aku masuk ke dalam rumah dan aku langsung menuju ke kamar, sebelum aku masuk aku melihat ke kamar Alan, dia sedang tidur.
“Ya ampun, jam segini dia masih belum bangun” kata ku sendiri
Aku masuk ke kamarnya dan aku mendekat aku ingin membangunkannya
“Kau sudah pulang?” tanyanya
“Kau, hanya pura-pura tidur ?” aku pun berjalan ke kelur tapi Alan memelukku dari belakang, dia menutup pintu kamar
“ Apa saja yang kau lakukan dengan nya” sambil berbisik di telingaku
“Apa maksudmu”
“aku tidak suka kau bersamanya, meski aku tak bisa bersamamu aku lebih baik melihat mu dengan orang lain daripada kau bersamanya”
“Hei, berhenti bersikap seolah olah kau ayahku” aku melepaskan diriku dari pelukannya dan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1