
“ Vely “ ucap Doni saat Evelyn menghampiri dirinya dia merasa senang karena bertemu dengan Evelyn tapi dia juga merasa marah atas semua yang telah terjadi.
“ kak kenapa kau membuat kekacauan di pagi hari?” tanya Evelyn merasa kesal atas tindakan yang di lakukan Doni yang mengakibatkan banyak penjaga rumahnya terluka.
“ Vely kenapa kau lakukan ini padaku, kau tak memberiku kesempatan untuk membela diri Vely, kenapa kau mengajukan perceraian huh” kata Doni kasar sambil mencengkram bahu Evelyn Evelyn merasa takut sekaligus terkejut.
“ Perceraian? Aku , aku tak melakukan hal itu “ jawab Evelyn jujur , Doni melihat kejujuran di mata Evelyn pun segera melepaskan cengkeramannya .
“ Aku yang melakukannya! “ kata Marcel tegas menghampiri Doni dan mendorongnya menjauhi putrinya.
“ paman, kenapa paman melakukan hal itu kenapa paman mengambil keputusan sepihak? " tanya Doni pada Marcel
“ Aku hanya melakukan apa yang seharusnya di lakukan, aku tak ingin putriku menderita karena dirimu dan karena hubungan mu dengan wanita itu” jawab Marcel tegas
“ paman , aku minta maaf paman aku sedang khilaf aku janji tak akan melakukannya lagi, tolong beri aku kesempatan paman aku masih ingin bersama dengan Vely, aku janji tak akan pernah menyakitinya lagi " kata Doni memohon sambil bersujud di bawah kaki Marcel .
“ semua sudah terlambat, aku melakukan ini semua juga untuk kebaikanmu Doni , aku ingin kau bertanggung jawab atas tindakanmu “ jawab Marcel sambil menyuruh Doni berdiri , air mata Doni mengalir dia begitu menyesal atas tindakannya.
“ Apa maksud paman?" tanya Doni bingung
Marcel hanya diam dan melihat ke arah Evelyn lalu dia pun menjelaskan semuanya
“ Perempuan itu telah mengandung anak Doni sayang, jika aku tetap membiarkan mu bersamanya aku takut akan melukai perasaanmu dan juga mempengaruhi kondisi bayi nya, bagaimana pun bayi itu tak berdosa, aku dan keluarganya sudah sepakat untuk menikahkan Doni dan Lusi “ jelas Marcel membuat Doni seperti tersambar petir dia pun semakin menyesali perbuatannya,
“tapi paman” sahut Doni
__ADS_1
“ ini sebuah perintah Doni , kau mau melawanku , aku masih memberimu pengampunan atas semua ini, aku tak merempas semua yang keluargamu miliki atau pun mencabut statusmu sebagai penggantiku , kesalahanmu begitu besar kau menghianati kepercayaan ku dan menyakiti Evelyn hukuman ini sudah terlalu ringan untukmu, apa belas kasih ku masih tak cukup untukmu sehingga kau masih berani melawan perintahku “ kata Marcel membuat Doni ketakutan, karena Doni tahu bagaimana sikap Marcel saat marah, Marcel adalah orang yang sangat kejam ketika marah dia beruntung Marcel tak menghukum keluarganya juga dan tak mengambil apa yang mereka punya, Doni pun tersadar dia tak boleh egois sekarang .
“ Maaf paman aku terlalu serakah, aku janji tak akan mengganggu Evelyn lagi paman” ucap Doni penuh penyesalan
“ Vely maafkan aku, aku sudah mengecewakanmu “ kata Doni meminta maaf pada Evelyn .
“ aku sudah memaafkanmu kak, aku harap kau bisa mencintai Lusi dan bayimu” jawab Evelyn sambil tersenyum
“ Sekarang temuilah Lusi kak, jangan marah padanya kau harus senang karena kau akan menjadi seorang ayah “ tambah Evelyn lagi
“ Baiklah, paman aku pamit dulu “ pamit Doni dan akhirnya
Doni meninggalkan rumah Marcel .
“ Sayang maafkan ayah mu ini, ayah telah mengambil keputusan tanpa memikirkan pendapatmu terlebih dahulu “ kata Marcel memberi penjelasan
“ akhirnya aku bisa lepas dari Kak Doni aku sekarang bebas “ batin Evelyn kegirangan.
“ Vely, dimana Alan ?” tanya Marcel
“ mungkin dia masih tidur ayah “ jawab Evelyn santai
“ oh , ayah pergi kekantor dulu , kau baik-baiklah di rumah “ Evelyn hanya mengangguk pada ayahnya.Marcelpun pergi berangkat ke kantor
Evelyn pun berjalan ke dalam rumah, dia melihat Alan yang sudah rapi .
__ADS_1
“ Vely, aku tadi mendengar suara Doni “ tanya Alan
“ Iya dia sudah pulang” jawab Evelyn sedikit malu karena kejadian semalam
“ untuk apa dia ke sini” tanya Alan penasaran
“ ayo sarapan dulu, nanti aku beritahu “ ajak Evelyn pada Alan
Mereka berdua pun sarapan, sesudah itu Evelyn menceritakan apa yang terjadi pagi tadi, Alan merasa lega karena Evelyn telah mendapatkan kebebasannya lagi, dia merasa senang karena dia memiliki kesempatan untuk bersama dengan Evelyn .
“ Alan kau tidak ada kuliah?” tanya Evelyn
“ Em, ada , bagaimana dengan dirimu?" jawab Alan
“ aku tidak ada , tapi aku ada janji dengan nela" imbuh Evelyn
“ Mau aku antar? " kata Alan menawarkan diri
“ Tidak perlu, Nela akan datang kemari " jawab Evelyn canggung
“ Oh kalau begitu aku pulang dulu iya” jawab Alan sambil keluar rumah Evelyn
“ Iya hati-hati “ jawab Evelyn
Alan pun pulang ke rumahnya untuk mengganti pakaian bersih dan dia pun segera pergi ke kampus untuk kuliah . Sedangkan Evelyn menunggu kedatangan Nela kerumahnya . tak lama kemudian Nela pun datang, Evelyn sangat merasa senang dan mereka menghabiskan waktu mereka berdua di rumah itu. Evelyn menceritakan semua yang telah terjadi, Nela merasa bahagia mendengar kabar gembira tersebut dan mereka pun ingin merayakannya dengan pergi jalan-jalan tapi semua itu terganggu karena Nela mendapat panggilan dari ayahnya dia pun segera pulang .
__ADS_1
tinggallah Evelyn sendiri di rumah itu dan para pembantunya . Evelyn merasa jenuh dia pun berniat membaca buku di ruang kerja ayahnya dia masuk ke dalam dan mengambil sebuah buku dari rak buku di ruangan tersebut. dia berusahamembuka buku yang terlihat kuno namun menarik tapi tak bisa dia pun mengamati setiap inci dari buku itu berharap ada cara untuk membukanya dan Evelyn pun melihat sebuah tulisan kuno di sampul buku itu, dia berusaha mengartikan kata tersebut dengan menggunakan terjemah bahasa. setelah berhasil menerjemahkan bahasa tersebut dia membacanya dan mengikuti petunjuk yang ada dan petunjuk itu menyatakan bahwa cara membuka buku itu dengan meneteskan darah ke sampul buku yang berlambangkan sebuah lambang serigala dia pun menggigit jarinya dan meneteskan darah itu pada lambang tersebut . tiba-tiba buku itu terbuka sendiri dan Evelyn pun terkejut serta penasaran .