Continuous Love

Continuous Love
15


__ADS_3

Sejak saat itu aku selalu mengabaikannya , waktu berlalu dengan cepat akhirnya liburan semester pun tiba.


Nela dan aku berencana berlibur ke villa keluarganya di kota V , tapi Alan memaksa ikut dengan kami, akhirnya kami berangkat bertiga, tiga jam perjalanan akhirnya kami tiba, sudah ada sopir ynag menjemput kami,


Satu jam berlalu, kami tiba di villa milik keluarga Nela.


“Wah, bagus sekali villa mu” kata ku takjub


“Ayo masuk” ajak Nela.


“Vel, ini kamar mu dan yang sebelah situ kamar Alan dan yang di pojok sana adalah kamarku, jika ada perlu apa-apa kalian bisa panggilpelayan”


Kami pun masuk ke kamar masing-masing.


Aku bergegas mandi, setelah mandi aku berdiri di balkon kamarku, dari sana aku melihat ada sebuah kastil, aku penasaran dengan tempat itu.


Aku berbalik ke kamar di sana aku sudah melihat Alan di kamarku,


Di memelukku, dan ya lagi-lagi kami berciuman dia mendorongku ku ke ranjang,


“Alan, jangan begini, nanti ada yang melihat” kataku


“Kau selalu saja ada alasan untuk menolakku” jawabnya kesal


“Nela menyuruh kita ke bawah “ imbuhnya dia pergi keluar dari kamarku


“Dasar laki-laki” gerutuku,


Aku dan Alan turun ke ruang tengah, di sana Nela sudah menunggu kami dan di mengajak kami berkeliling villa tersebut. Saat kami berada halaman samping villa itu, seorang pelayan menghampiri kami.


“maaf non Nela, ada lelaki yang mencari anda” kata seorang pelayan.


“Itu pasti dia” kata Nela dengan gembira


“Siapa?” tanya ku


“pacarku” jawab Nela,


“Vely sayang kau jalan – jalan lah dulu bersama Alan nanti aku menyusul, oke” kata Nela , ia pun berlalu pergi bersama pelayannya.


“Kau masih marah padaku?” tanyaku pada Alan


“Kenapa aku harus marah” tanyanya, aku melihat wajahnya terlihat masih kesal.


Aku tertawa melihat ekspresi nya yang lucu saat sedang kesal,


Tiba- tiba aku mencium pipinya,


Di menoleh ke arah ku,


“Ada apa?” tanya diriku


“Hanya ini?” Tanya nya kembali,

__ADS_1


“ lalu “ jawab ku


Dia tiba-tiba menciumiku,


“Ehem” Nela tiba-tiba muncul dan mengagetkan kami,


Aku berusaha lepas dari Alan tapi Alan marah semakin menjadi-jadi.


Akhirnya aku mencubit badannya


“Auw” teriak Alan


“ apa aku mengganggu kalian,?” tanya Nela dengan nada mengejek, wajahku memerah


“oh iya perkenalkan ini Alex dia pacarku, dan Alex ini temanku Evelyn dan Alan”


“hai, panggil saja aku Vely “ sambil mengulurkan tanganku tapi sebelum aku dan Alex berjabatan tangan Alan menarik tanganku.


Alan sepertinya tidak suka terhadap Alex, atau mungkin dia sedang cemburu.


Kami pun kembali ke villa dan makan malam, aku merasa ada yang aneh dengan tatapan Alex padaku dan sikapnya juga aneh dia hanya meminum wine dan tak makan apapun,


“Alan, apa kau merasa ada sesuatu yang aneh dengan pacar Nela?” tanyaku


“ya memang ada yang aneh, semua di sini aneh” jawab nya cuek


“ Aku serius?” kataku lagi


“Sudahlah jangan mengurusi orang lain, lebih baik kita tidur” jawab Alan ,


“ aku tidur denganmu saja, lagi pula aku sudah lama tak tidur denganmu” jawabnya enteng,


“Aku gak mau, kau pergilah ke kamar mu sana” suruhku padanya,


Tiba-tiba ada suara aneh aku ketakutan.


“Sudah kubilang bukan, aku akan tidur denganmu, tapi kau menolak baiklah aku akan pergi ke kamarku” jawabnya meninggalkanku


“Tunggu, baiklah kau boleh tidur denganku tapi,,, jangan macam-macam” ancamku


Kami pun masuk ke kamar.


Aku ingin menutup cendela kamarku, tapi aku terhenti melihat ke arah hutan, tepatnya melihat kastil itu, aku merasa ada yang menunggu ku di tempat tersebut. Suara itu pun kembali lagi , aku segera menutup cendela.


Di ranjang Alan sibuk bermain game di ponselnya, aku berbaring di sebelahnya dan tidur.


Aku seperti mendengar suara yang aneh, seperti suara serigala yang sangat dekat dengan ku, aku membuka mata


Aku terbelalak ketakutan melihat sesosok pria dengan taring dan cakar yang tajam berada di sampingku,


“ ahhh” teriak ku sekencang-kencangnya,


Dia menghampiriku, aku sangat ketakutan,

__ADS_1


Apalagi sosok itu adalah Alan .


“ Alan , apa yang terjadi padamu “ sambil ketakutan


Dia mencengkram leherku, aku sangat kesakitan lalu dia melemparku ke arah ranjang, dia merobek bajuku


Aku saat itu sangat ketakutan air mata ku terus mengalir, dia mendekat seperti ingin memangsa ku hidup- hidup.


“Vely, “ teriak Nela


Nela memukul Alan dan Alan menyerang Nela, tapi aku juga melihat ada yang aneh dengan Nela, mata Nela memancarkan cahaya merah dan dia juga mempunyai taring, mereka berkelahi di kamar dan tiba-tiba saja Alan berteriak seperti kesakitan dia akhirnya kembali ke bentuk semula dan pingsan.


“ Vel , jangan hanya diam saja, cepat bantu aku memapahnya ke ranjang” pinta Nela, aku hanya mengangguk.


Semalaman aku tidak bisa tidur, sampai pagi pun tiba


Alan mulai sadar, aku kaget dan berdiri menjauh darinya.


“auww sakit sekali” geretunya


Alan menatapku, dia tampak merasa bersalah,dia lalu menghampiriku, aku semakin menjauh dan akhirnya aku terpojok,


Dia memelukku, tapi aku masih merasa takut.


“Vel, maaf kan aku ,, aku melukaimu dirimu,,aku tak bisa mengendalikan diri Vely, “ kata Alan


“ Siapa kau sebenarnya” tanyaku padanya


“ Kenapa kau menyembunyikan semua ini dariku, cepat katakan kenapa!” kata ku sambil menangis, aku mendorongnya


“Vel, maafkan aku, aku tak bermaksud menyembunyikan apapun darimu tapi aku butuh waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya” jelas Alan.


Akupun teringat ucapan Kak Doni, dia selalu mengejek Alan waktu kecil dia mengejek Alan dengan serigala rendahan, aku pikir itu hanya sebuah candaan belaka.


Aku menangis, Alan memelukku dan menceritakan semuanya padaku, dia juga menceritakan kenapa di mengabaikan diriku ,dia juga bercerita tentang pertunangan ku dengan Kak Doni serta yang paling membuatku syok adalah tentang siapa sebenarnya diriku. Liburan yang aku harapkan membawa kebahagiaan ternyata menjadi hal terburuk dalam hidupku.


“ Alan, dimana Vely “ tanya Nela


“Dia di kamar, jangan ganggu dia , biarkan dia beristirahat” Jawab Alan .


“Apa kau menceritakan semuanya tentang dirimu” tanya Nela lagi.


“iya” jawab Alan singkat.


“ bagaimana reaksinya?” kata Nela lagi


“ Dia sangat terkejut” jawab Alan dengan ekspresi sedih.


Pintu kamarku terbuka, aku melihat Nela masuk ke dalam kamar ku


Aku yang dari tadi hanya termenung di kamar menjadi kaget,


“ jangan takut Vely, aku tidak akan melukaimu, aku tetaplah sahabatmu Vel, maaf aku merahasiakan semua ini darimu aku takut kau tak mau berteman lagi denganku “ jelasnya sambil menangis.

__ADS_1


Aku berlari ke arahnya dan memeluk Nela kami berdua menangis.


Perlahan aku mulai dapat menerima kenyataan ini, hubungan kami membaik seperti sediakala.


__ADS_2