Continuous Love

Continuous Love
33


__ADS_3

Evelyn berdiri di tepi danau, dia berteriak untuk menghilangkan semua beban yang ada di hati dan pikirannya saat ini.


setelah pikiran nya mulai terasa ringan dia pergi ke sebuah pohon besar di pinggir danau tersebut. dia duduk dan bersandar di bawah pohon itu.


dia mulai memainkan game di ponselnya,


Evelyn adalah gadis yang tangguh dia tak akan mudah jatuh terpuruk hanya karena masalah yang di hadapinya, setelah melepaskan segala pikirannya dia akan kembali tenang, sehingga orang lain tak akan tau kapan ia menangis dan bersedih karena dia sangat pandai menyembunyikan semua itu.


hari semakin sore Evelyn yang lelah setelah bermain game di ponselnya pun tertidur di bawah pohon tersebut, seseorang memandangnya dari kejauhan .


Calvin mencari tahu alamat rumah Evelyn dia berusaha menemui Evelyn , dia merasa terus khawatir, saat Calvin tiba dia melihat Evelyn berlari keluar dari rumah nya dan Calvin pun mengikutinya sampai ke danau, dia memperhatikan setiap tingkah laku Evelyn di sana. dia ingin menghampiri gadis itu tapi dia takut dia jika gadis itu malah memakinya.


setelah melihatnya tertidur Calvin mulai menghampiri Evelyn . dia bersandar di pohon yang sama dengan Evelyn hanya posisi mereka saling membelakangi. Calvin menemani Evelyn yang tertidur.


sampai matahari mulai gelap , tibalah Alan di tempat itu, Calvin segera bersembunyi , Alan kemudian menggendong tubuh Evelyn yang masih tertidur.


setelah Alan menjauh, Calvin menampakkan dirinya .


" kenapa dia ada di sini?" tanya Calvin dalam hati diapun segera pergi menjauhi i rumah itu.


" Alan , dia kenapa?" tanya Merry khawatir.


" dia hanya tertidur " jawab Alan sambil menggendongnya ke arah kamar , setelah sampai di kamar di menurunkan Evelyn dengan pelan dan hati-hati dia tak mau Evelyn bangun.


sebelum Alan meninggalkan Evelyn , dia mengecup kening Evelyn .


lalu dia keluar. Alan kaget karena Merry sudah berdiri di depan pintu.


" kau menyukainya?" tanya Merry dengan muka serius


Alan hanya mengangguk.


"jika kau menyukainya, kejarlah jangan sampai kau seperti diriku yang hanya bisa memendam perasaanku" Merry pun pergi meninggalkan Alan.


Evelyn membuka mata, dia melihat sekeliling


" kenapa aku bisa ada di kamar?" pikir Evelyn


Evelyn pergi keluar dia melihat Merry sedang berbicara dengan Marcel .


" Marcel, dengarkan aku tolong kau pertimbangan kembali tentang perjodohan ini" pinta Merry


" tidak, semuanya tak akan berubah " jawab Marcel dingin .


" Marcel jangan terlalu keras kepala, Evelyn berhak menentukan pilihannya sendiri"


" menentukan pilihan katamu? dia sama saja akan menyengsarakan hidupnya sendiri jika dia pergi dengan nya"


" Marcel , cobalah kau dengarkan aku sekali saja,, biarkan Evelyn bahagia Marcel " mohon Merry .


" Merry , aku peringatkan padamu jangan pernah ikut campur jika tidak maka aku akan ,," sambil mengangkat tangannya ke wajah Merry


" kau ingin memukulku , silahkan Marcel tapi aku tetap takkan membiarkanmu menghancurkan hidup Vely , jika kau bisa hentikan aku" kata Merry kasar .


" Merry, kau sudah kelewat batas , aku sudah berbaik hati padamu dan sekarang kau berani melawan ku , ingat lah statusmu dasar jalang" seketika itu air mata Merry mengalir dengan derasnya , Merry pun berlari keluar dan pergi meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


"ayah kau sudah kelewatan, aku benci padamu " Evelyn kembali ke kamarnya dan mengunci pintu.


" Tante Merry maafkan aku , gara-gara membelaku kau malah bertengkar dengan ayah , hiks hiks " sambil menangis.


Evelyn menelpon Calvin .


Calvin sekarang berada di tepi pantai tempat terakhir kali Evelyn dan dirinya pergi bersama.


handphonenya berbunyi, dia terlihat senang dan segera menerima panggilan itu.


" halo Vely" jawab Calvin


" kau ada di mana ? bisa kita bertemu , aku ingin membicarakan sesuatu denganmu" tanya Evelyn


" aku di pantai, tentu saja bisa,, di mana kita akan bertemu,, emm begini saja bagaimana kalau aku menjemputmu " jawab Calvin


" iya terserah, nanti aku kirimkan alamat rumah ku" balas Evelyn kemudian menutup telepon.Evelyn sudah bersiap-siap , dia mengendap-endap keluar dari rumahnya, dia turun lewat kamarnya, dia mengambil tali dan di ikatkannya pada tiang, dia pun turun menggunakan tali tersebut tapi dia terpeleset dan terjatuh.


" untung tidak terlalu tinggi, tapi tetap saja sakit " ucapnya sambil berjalan keluar, sambil memegangi lututnya yang sakit.


dia berjalan ke arah luar dengan sembunyi-sembunyi dia akhirnya bisa keluar dari rumahnya tanpa ketahuan siapapun.


saat dia keluar di melihat Calvin sudah menunggunya, dia pun masuk ke dalam mobil .


"ayo jalan " pinta Evelyn .


"mau kemana ? " tanya Calvin .


" terserah " jawab Evelyn singkat, dia masih merasa perih di bagian lututnya.


" obati dulu lukamu" suruh Calvin


" tidak usah ini hanya lecet kecil" jawab Evelyn .


" kenapa bisa terjatuh?" tanya Calvin.


" oh , tadi aku turun dengan menggunakan tali, tapi aku terpeleset jadi aku jatuh "


" jadi kau pergi diam-diam " kata Calvin


Evelyn hanya mengangguk


Calvin menghentikan mobilnya.


" kenapa berhenti" tanya Evelyn .


" sini aku obati dulu " sambil mengambil kotak obat yang selalu dia bawa .


" auw, pelan sedikit " kata Evelyn dia merasa kesakitan


" hei kenapa kau malam-malam pakai pakaian seperti ini kau bisa masuk angin " tegur Calvin .


" biarlah aku sudah terbiasa " jawab Evelyn .


Calvin sudah mengobati Evelyn

__ADS_1


" terima kasih" ucap Evelyn .


"sama-sama" balas Calvin sambil mengemudikan lagi mobilnya


" kita sudah sampai, ayo turun " ajak Calvin , Evelyn pun turun dari mobil itu


" dimana ini?" tanya Evelyn . mereka berhenti di sebuah rumah .


" ayo masuk " ajak Calvin . Calvin membuka pintu rumah itu dan masuk kedalam di di ikuti oleh Evelyn .


" ini rumahku dulu saat aku masih bekerja di rumah sakit "


" kenapa kau mengajakku kesini?" tanya Evelyn


" tadi kau bilang terserah " jawab Calvin .


" huh, lalu apa yang bisa kulakukan di rumah ini , seharusnya aku tak menyuruhmu memilih tempat" omel Evelyn .


Calvin hanya tertawa


"tenanglah, kita bisa melakukan. banyak hal di sini " jawab Calvin dengan senyum mesum nya.


" apa kau sering ke sini?" tanya Evelyn sambil duduk di kursi .


" tidak, tapi aku menyuruh orang untuk selalu membersihkannya" jawab Calvin.


"oh pantas saja terlihat rapi dan bersih" kata Evelyn .


" katanya kau ingin kita bertemu untuk mengatakan sesuatu, katakanlah" sambil duduk di sebelah Evelyn .


" em itu aku hanya merasa bosan saja di rumah , lalu aku menghubungimu" jawab Evelyn .


" kau membohongi ku lagi? jangan-jangan kau kabur lagi dari rumah"


Evelyn hanya mengangguk dan tersenyum .


" kau ini, bagaimana jika Marcel mencarimu?" tanya Calvin.


" kan ada kau, kenapa aku harus takut ,," jawab Evelyn sambil bermain game di ponselnya.


" astaga,, bagaimana bisa aku jatuh cinta pada gadis seperti dirimu ini,, dengarkan aku Vely sekarang kau bersamaku dan nanti jika ayahmu tau dia pasti berfikir aku menculikmu dan melakukan hal aneh padamu " kata Calvin tapi Evelyn tak menghiraukannya .


" apa kau mendengarkan aku Evelyn " tanya Calvin


" iya aku dengar semua ocehanmu itu" jawab Evelyn .


" biarkan saja ayahku berfikir begitu , aku juga tidak peduli" jawab Evelyn santai.


" hei apa kau ada masalah dengan ayahmu itu" tanya Calvin , Evelyn menatap ke arah Calvin


" yah, begitulah, aku tak pernah dekat dengannya ,, kau tau kenapa? itu semua karena aku lahir aku yang menyebabkan dia kehilangan istrinya dan wajahku yang hampir mirip membuat dia semakin tak bisa melupakan istrinya itu, tapi kenapa aku yang menjadi korban,, aku adalah putrinya darah dagingnya, aku juga tak ingin ibuku meninggal tapi kenapa ayah ku seolah- olah menyalakan ku atas semua yang terjadi, dia terus saja mencari alasan untuk jauh dari ku dan saat aku tak butuh dirinya dia muncul dan menyuruhku menikah, hiiks hiks " tangis Evelyn


mendengar cerita Evelyn entah mengapa hatinya juga ikut sedih, dia tak terlalu memperdulikan tentang kematian orang yang di cintai nya dulu tapi dia lebih peduli dengan apa yang di alami oleh Evelyn .


Calvin memeluk tubuh Evelyn dia berusaha menenangkan Evelyn .

__ADS_1


" sudahlah jangan menangis " kata Calvin berusaha menenangkan.


__ADS_2