
Setengah jam kemudian sampailah mereka di rumah Doni.
Mereka di sambut baik oleh pelayan dan pelayan itu menyuruh mereka menunggu di ruang tamu .
Tok tok tok
Bunyi pintu di ketuk, Doni pun membuka matanya dan melihat Evelyn masih tertidur di sampingnya , dia perlahan turun dari ranjang, dia tak ingin Evelyn terbangun, dan dia memakai kaos setelah itu dia membuka pintu .
“ ada apa” tanya Doni dengan wajah khas bangun tidur
“ Tuan,, di luar ada tamu mencari nona “ kata pelayan itu.
“ siapa? “ ucap Doni datar
“ Tuan muda Alan dan temannya perempuannya tuan, mereka bilang mereka ingin bertemu nona muda dan mengucapkan selamat atas pernikahan nya" jawab pelayan itu sambil menundukkan kepala
“ Ya sudah suruh mereka menunggu” perintah Doni kepada pelayan tersebut, pelayan itu mengangguk dan menjalankan apa yang tuanya perintahkan .
Doni tersenyum dan dia pun pergi ke kamar mandi setelah beberapa saat dia bersiap-siap tapi dia tak membangunkan Evelyn yang masih tertidur pulas .
Doni keluar dari kamarnya dan turun menemui Alan dan nela .
“ jadi dia yang menikahi Evelyn, gila ,, ganteng juga,, dan terlihat lebih manis dari si Alan sialan ini “ batin Nela.
“ Hai Alan , kenapa kau datang begitu pagi?” Tanya Doni sambil menghampiri Alan dan Nela yang duduk di sofa ruang tamunya itu.
“ kenapa kau yang kemari, aku ke sini datang untuk bertemu Vely bukan bertemu denganmu? ucap Alan kesal
“ ahh,, aku sungguh sakit hati melihat kau selalu berkata kasar padaku Alan, bukan kah kita ini masih saudara ? kata Doni sambil menyeringai . Alan dan Doni adalah saudara sepupu , ayah Doni merupakan Kakak dari ayah Alan , meski mereka saudara mereka tak pernah akrab sejak kecil karena Doni selalu berbuat buruk dan merendahkan Alan permusuhan mereka semakin parah saat Evelyn datang di antara kebidupan mereka, sejak kecil Doni telah jatuh cinta dengan Evelyn tapi dia sedih karena Evelyn lebih dekat dengan Alan .
“ Aku tak punya saudara seperti dirimu" jawab Alan kesal
“ hei, jangan berdebat, aku ingin bertemu dengan sahabatku, dimana dia ?” tanya Nela
__ADS_1
“ kau vampir? Alan .. kenapa kau mengajak nya kesini ,, apa kalian bersekongkol untuk membawanya pergi dariku" selidik Doni
“ hei kau,, jaga bicaramu ya aku kesini karena aku ingin bertemu dengan sahabatku, dia menikah tapi dia bahkan tak mengabari diriku, aku ingin menemuinya " jawab Nela sinis
“sayang sekali, dia sekarang tak bisa menemui kalian" ucap Doni
“ Kembalilah kesini lain kali, mungkin dia bisa menemui kalian nanti " imbuh Doni beranjak pergi meninggalkan Alan dan Nela
“ Hei apa kau sudah kau lakukan padanya, katakan dimana Vely" tanya Alan sambil menarik kaos Doni .
“ Alan stop jangan membuat kekacauan di sini, ingat kita kesini untuk Vely bukan untuk menghajarnya" Kata Nela berusaha menenangkan
Nela pun memohon pada Doni “ Tolong biarkan kami bertemu dengannya, kami janji tak akan melakukan apapun, kau suaminya kau pasti mengerti perasaan Vely saat ini, biarkan kami menghiburnya "
“ baiklah dia sedang tidur dikamar, aku akan memanggilnya" jawab Doni sambil pergi menuju kamar .
Donipun kembali ke kamarnya, dan dia sudah melihat Evelyn tidak ada di ranjangnya, dia sempat curiga namun dia mendengar gemericik air di kamar mandi, tak lama kemudian Evelyn sudah mandi dan berganti pakaian.
“ ada temanmu datang mencarimu” kata Doni lembut
“ Vely, kau baik-baik saja” tanya alan , Evelyn hanya menangis
Kemudian Nela menghampiri mereka dan Evelyn melepas pelukan pada Alan dan sekarang dia memeluk tubuh sahabatnya itu
“ Vely, katakan ada apa? Apa dia menyakitimu?” kata Nela khawatir
Evelyn hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis .
Alan dan Nela semakin bingung dengan sikap Evelyn .
“ kenapa dia tak menjemputku, dia sudah berjanji bahwa dia akan selalu menemaniku kenapa dia tak menemui, kenapa dia meninggalkan ku hiks hiks hiks” kata Evelyn sambil menangis.
“ Vely, bukan aku bermaksud membelanya tapi paman sekarang dia juga dalam masalah “ jawab Nela sedih
__ADS_1
“ apa ,, apa sesuatu terjadi padanya?” tanya Evelyn.cemas
“ Entahlah, aku dan Alan masih menyelidikinya, saat kau pergi paman berusaha mencarimu tapi dia malah hilang tanpa kabar sampai sekarang” jawab Nela
“ benar,, dia tak bermaksud meninggalkan mu Vely, dia pasti sekarang berusaha keluar dari masalahnya, dan aku yakin Calvin pasti akan kembali padamu lagi" tambah Alan .
“ tapi semuanya sudah terlambat, aku dan dia tak akan pernah bisa bersama lagi Alan “ jawab Evelyn dengan putus asa
Evelyn menangis .
“ bersabarlah, kami pasti akan membantumu lepas dari psikopat ini” bisik Alan , Evelyn hanya mengangguk .
“ apa yang sedang kalian bicarakan” tanya Doni .
“ bukan urusanmu” jawab Alan kasar
“ cih, kau selalu saja keras kepala Alan, dengar jika masih ingib bertemu dengan evelyn tolong jaga sikap bicaramu padaku” kata Doni tegas .
“ Alan, jangan marah ,, turuti saja keinginannya” kata Evelyn berusaha menenangkan Alan , yang membuat Doni menjadi cemburu.
“ Vely ku, jika dia menyakiti mu kau hubungi saja diriku, aku pasti akan menghajarnya untukmu Vely sayang , aku dan Alan pulang dulu yah, kapan-kapan kita ketemu lagi “ pamit nela sambil mencium pipi Evelyn .
Nela menyeret Alan keluar dan akhirnya mereka pun pergi dari rumah itu.
Perasaan Evelyn sedikit lega, dia terlihat sedikit ceria dan itu membuat Doni sedikit tenang.
Doni menghampiri Evelyn yang menatap Alan dan sahabatnya itu pergi dari rumah mereka.
“ ayo masuk” ajak Doni pada Evelyn , mereka berdua pun masuk .
“ Apa kau ingin jalan-jalan sayang” tanya Doni pada Evelyn .
Tapi Evelyn hanya menggelengkan kepalanya dan pergi ke kamar.
__ADS_1
Di kamar Evelyn kembali ke ranjang dan duduk bersandar dan dia mengingat perkataan Nela dan Alan padanya, iya dia merasa sedikit tenang karena mereka masih memperhatikan Evelyn dan Evelyn juga berfikir tentang keadaan Calvin sekarang dia khawatir pada Calvin, dan dia juga bersalah karena menganggap Calvin sudah tak peduli dengannya.
Meski sekarang Evelyn tahu bahwa mereka tak akan mungkin dapat bersama tapi setidaknya Calvin pergi darinya bukan karena kehendaknya sendiri melainkan karena keadaan memaksa mereka untuk berpisah .