
Drrrrt drrrttt , handphone Calvin bergetar pertanda ada panggilan masuk.
“ Ailene , Seila, aku pergi dulu oke,,,” kata Calvin berlalu pergi meninggalkan mereka sambil menerima panggilan.
Di dalam rumah Ailene tepatnya di kamar Ailene sedang melamun memikirkan Calvin, setiap memikirkan Calvin jantungnya berdetak kencang.
“ Dokter Calvin, dia tampan dan baik andai saja aku bisa mendapatkan cintanya pasti aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia, tapi untuk seorang pria tampan pasti dia sudah mempunyai kekasih,,, haihh kenapa aku memikirkan dia terus” katanya dalam hati.
Tok tok tok
“Ailene, apa kau tidur?” kata bibi Ailene sambil mengetuk pintu.
“tidak bibi, ada apa?" sambil berlari membuka pintu.
“ada seorang pemuda yang mencarimu umurnya sekitar 30 tahun an” jelas bibi.
“Siapa ?” tanya nya ke bibi.
“Sudahlah temui saja dulu nanti kau pasti tau, dia terlihat tampan “ imbuh bibinya.
Akhirnya dia menemui pemuda itu, pemuda itu adalah Calvin, dia sedang duduk di ruang tamu dan berbincang- bincang dengan Danu yang tak lain adalah paman Ailene.
“ panjang umur sekali dia, baru saja aku memikirkannya dia sudah menemuiku” batin Ailene.
“Ailene sini sayang, duduk lah “ kata Danu.
“baik paman” jawab Ailene sambil duduk di dekat Danu.
“Ailene, nak Calvin datang mencari untuk mengatakan sesuatu hal kepada mu, “ jelas Danu.
"mengatakan apa?“ tanya Ailene.
" dia ingin melamarmu " jawab Danu.
__ADS_1
" apa!!! Me me melamarku?”tanya Ailene terkejut.
Calvin pun mengangguk.
“Apa anda sedang bercanda dokter Calvin ? Kita berdua baru kenal beberapa hari yang lalu dok, dan anda melamarku” kata Ailene.
“iya Ailene aku tau kita baru mengenal tapi aku merasa aku telah jatuh cinta padamu sejak pertama bertemu, kita bisa lebih mengenal lagi setelah kita bertunangan” kata Calvin memberi penjelasan.
“Apa !!! Dokter calvin jatuh cinta padaku,,, apa aku bermimpi ,,, jika benar siapapun tolong bangunkan aku” batin Ailene.
“Ailene , katakan sesuatu nak” tegur Danu sambil menepuk bahu Ailene dan membuat Ailene tersadar.
“Menurut ku ini terlalu mendadak dan lagi pula aku belum mengenalmu lama, tapi aku akan memberikan mu kesempatan”kata Ailene.
“Baiklah, besok malam aku akan menjemputmu untuk pergi makan malam “ ajak Calvin lalu ia pun pamit pulang.
Di dalam kamar “ ahhh, apa yang harus aku lakukan , aku juga mencintainya, meski kami baru mengenal tapi rasa ini begitu kuat aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, tapi apa dia memang benar - benar mencintaiku?"
Sesuai janji, Calvin datang untuk menjemput Ailene.Dia memakai celana hitam,kemeja abu – abu dan jas lengan panjang berwarna hitam. Dia juga membawa buket bunga mawar merah untuk mengungkapkan perasaannya pada Ailene. Ailene pun turun menemui Calvin. Betapa terpesonanya Calvin melihat Ailen memakai dress abu- abu pendek melilit tubuh Ailene. Dress itu memperlihatkan lekuk tubuh Ailene yang indah dan memperlihatkan kakinya yang jenjang karena dress itu berada 7cm di atas lututnya, dan puasan make up tipis menghiasi wajahnya.
Dalam mobil mereka diam bagai patung hanya mata mereka yang saling memperhatikan, 30 menit akhirnya mereka tiba di sebuah restoran bintang 5 . Saat memasuki tempat itu mereka sudah di sambut oleh para pelayan dan menuntun mereka ke tempat yang telah di siapkan, Ailene melihat sekeliling restoran itu yang tak ada tamu sedikitpun.
“Ini kan restoran bintang 5 , kenapa tidak ada tamu yang datang ke sini, atau jangan - jangan dia sudah menyewa tempat ini” ucap Ailene dalam hati sambil memandang Calvin. Calvin membalasnya dengan senyum. Ailene pun berpaling karena malu.
Tiba di meja merekapun duduk bersebelahan, seorang pelayan dengan membawa makanan dan menghidangkan kepada Calvin dan Ailene.Tanpa basa basi Ailene melahap semua makanannya tanpa memperdulikan Calvin yang memperhatikan dia makan.
“Apa kau suka dengan makanan di sini?” tanya Calvin sambil mengusap makanan yang tersisa di bibir Ailene dengan tisu.
Ailene hanya mengangguk.
Tiba – tiba lampu di ruangan itu padam dan seketika itu Ailene ketakutan dengan reflek ia memeluk Calvin yang berada di sampingnya. Setelah beberapa detik ada cahaya dari banyak sekali lilin di ruangan itu dan ada bunyi dari piano dan beberapa alat musik lainnya membuat suasana menjadi sangat romantis.
“ Apa kau akan terus seperti ini” goda Calvin.
__ADS_1
Ailene pun melepaskan pelukannya.
“Ma,,, maaf” kata Ailene
“Maukah kau berdansa denganku” ajak Calvin
Ailene mengangguk.
Mereka pun berdansa dengan di iringi melodi yang indah mereka tenggelam dalam suasana tersebut, sambil berdansa mata mereka saling memandang seperti menjelaskan isi hati mereka dan tiba- tiba saja Calvin mencium kening Ailene, membuat muka Ailene memerah.Calvin pun tertawa,Mereka menikmati momen ini dan tak terasa sudah satu jam mereka berdansa.
“ aku ingin menunjukkan sesuatu padamu”kata Calvin serius sambil menyudahi dansa mereka dan mengajak Ailene ke suatu tempat.
“Wah indah sekali” memandangi banyak lampu yang di tata membentuk sebuah lukisan wajah Ailene, dia sangat bahagia dan merasa terharu.
“ Ailene, aku mencintaimu? “ kata Calvin pelan di telinga Ailene, dia hanya diam
“Mungkin ini terlalu mendadak buat dirimu Ailene , tapi aku merasa jika aku tidak mengungkapkan perasaanku secepatnya,aku akan kehilangan dirimu,” sambil menggenggam tangan Ailene.
“ Aku juga mencintaimu Calvin “ sambung Ailene.
Dengan refleks Calvin memeluk tubuh Ailene dengan erat kemudian di mengangkat dagu Ailene sehingga Ailene dan Calvin saling bertatapan muka, seketika itu Calvin mencium bibir mungil milik Ailene, sang pemilik bibir tersebut hanya diam dan memejamkan mata.
“Ya ampun,,,, ciuman pertama ku “ batin Ailene.
Mereka larut dalam ciuman itu.seakan- akan waktu berhenti , untung saja Calvin dapat mengendalikan dirinya, ia lalu melepaskan ciumannya pada Ailene.
" jadi kau menerima ku Ailene " tanya Calvin
Ailene mengangguk dan Calvin pun memakaikan sebuah cincin permata yang telah ia siapkan.
" wah indah sekali cincinnya" kagum Ailene.
“ ayo kita pulang” ajak Calvin sambil menggendong Ailene.
__ADS_1
“ hei , turunkan aku , aku bisa jalan sendiri” ujar Ailene tapi tak di gubris oleh Calvin ,mereka pun masuk ke mobil dan pulang.