Continuous Love

Continuous Love
25


__ADS_3

Evelyn berjalan keluar rumah Alan , dia terlihat sangat kesal.entah apa yang membuat dia kesal di pagi hari . Evelyn berjalan di tepi jalan dia seperti sedang menunggu taksi tapi tak ada taksi yang lewat. dia mengambil ponselnya di dalam tas, dia menghubungi seseorang dan lima belas menit kemudian sebuah mobil spot berwarna hitam menghampirinya, Dia kemudian masuk ke dalam mobil tersebut, mobil itu pun melaju melintasi jalan dengan cepat.


" hei, kenapa kau terlihat kesal?" sambil melirik Evelyn yang terlihat kesal .


Evelyn menjawab" biasa lah, Alan menceramahi ku lagi" dengan memasang wajah cemberut yang membuat pemiliknya semakin terlihat imut.


" apa karena aku?" tanya Calvin


Evelyn hanya mengangguk pertanda mengiyakan.


" diakan bukan siapa-siapa mu kenapa dia selalu mencampuri urusanmu, kau harus lebih tegas padanya, lagi pula aku sebenarnya juga tidak suka melihat mu terus di kekang olehnya, bagaimana kalau kau tinggal di tempatku" ajak Calvin sambil tersenyum pada Evelyn .


" cih, kau ini bukan malah membantu malah akan membuat masalah" jawab Evelyn .


" loh memang kenapa? kau kan kekasihku.." goda Calvin.


" berhenti mengungkit hal itu, oke aku sangat malas memikirkannya,,, di tambah lagi ayahku sudah menetapkan tanggal pernikahan ku dengan kak Doni" jelas Evelyn yang di sambut Calvin dengan tatapan yang tajam.


" lalu,, kau tak bilang pada ayahmu kalau kau sudah punya kekasih?" tanya Evelyn lagi.


" sudah,, aku sudah bilang padanya tapi dia tetap saja tak mendengarkan aku, menurutnya pilihan nya lebih baik daripada pilihanku, aku sangat benci dengannya, kenapa aku harus punya ayah seperti dia" kata Evelyn sambil marah-marah


" hei kau tak boleh berkata seperti itu, berhentilah marah -marah kau terlihat sangat jelek jika marah" kata Calvin sambil mencubit pipi Evelyn .


" Calvin ,,," kata Evelyn manja,


" ada apa sayang, kau ingin aku menemui ayahmu?" tanya Calvin.

__ADS_1


" maksudmu.." kata Evelyn ynag tak mengerti maksud ucapan Calvin


" yaa,, bisa saja setelah melihatku ayah mu langsung membatalkan pernikahanmu" kata Calvin sambil tersenyum


" mengapa begitu?" kata Evelyn yang masih tidak paham.


" ya karena putrinya memiliki kekasih yang lebih tampan dari calon suaminya" jawab Calvin sambil tertawa


"hahaha, apa menurut mu itu lucu,, lalu setelah kau berhasil meyakinkan ayahku bagaimana?" tanya Evelyn


" yaa aku akan mengajakmu menikah, untuk apa aku datang menemuimu ayah mu jika tidak ingin menikahi mu" kata Calvin sambil menyunggingkan senyuman.


" kau,, berhenti bercanda" Evelyn mulai kesal.


" tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?" kata Calvin lagi


" kenapa ? " tanya Calvin penasaran.


"ya karena kau sangat senang bisa menikah dengan seorang Evelyn, dan bisa jadi kau mati karena saking senangnya" jawab Evelyn sambil tertawa.


" ya mungkin itu benar, tapi aku tak akan mati, aku akan terus bersamamu selamanya" imbuh Calvin sambil menggenggam tangan Evelyn ,


deg jantung Evelyn berdetak cepat,


"kita akan pergi kemana?" tanya Evelyn .


" terserah , dirimu" jawab Calvin yang masih memegang tangan Evelyn.

__ADS_1


" emm bagaimana kalau kita ke rumahmu, aku belum pernah ke rumahmu" ajak Evelyn .


"baiklah" jawab Calvin .


akhirnya mereka Samapi di sebuah rumah yang tak begitu besar namun masih terlihat mewah dengan desain minimalis,


" wow, keren juga rumahmu" puji Evelyn sambil membuka pintu mobil dan di susul oleh Calvin. mereka keluar dari mobil , dan Calvin mengajak nya masuk ke dalam.


" ayo masuk" ajak Calvin,


" kau tinggal sendiri?" tanya Evelyn yang mulai penasaran karena dia tak melihat seorang pembantu di rumah itu .


" yaa ,, aku lebih suka sendiri" jawab Calvin sambil duduk di kursi.


" duduklah,," kata Calvin mempersilahkan, Evelyn duduk di sebelah Calvin,


" maaf iya aku tak punya cemilan untuk manusia" kata Calvin lagi.


" tak apa" jawab Evelyn singkat, Evelyn mulai memejamkan matanya di kursi Calvin.


" kau ingin tidur?" tanya Calvin.


" iya tadi malam aku tak tidur dengan baik" jawab Evelyn .


" naiklah ke atas di situ ada kamarku, kau tidur lah di sana, aku tak akan mengganggumu" suruh Calvin.


Evelyn pun naik ke lantai atas dan dia memasuki kamar Calvin, kamar itu terlihat rapi dengan warna monocrome , Evelyn pun berbaring di ranjang Calvin dan ia pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2