
“Siap dok!” kata Seila sambil mengangguk.
“Dokter, bisakah kita bisa di luar sebentar? “ tanya Ailene.
“ ehem,,, ciye kak Ailene,” goda Seila. Ailene melotot ke arah Seila pun takut.
“Baiklah,,,”kata Calvin sambil berjalan keluar di ikuti oleh Ailene..
“Dokter untuk hal tadi saya minta maaf saya tidak bermaksud mengganggu dokter”kata Ailene dengan malu-malu.
“Sudahlah,,,, aku juga sudah tak memikirkannya”kata Calvin meski dalam pikirannya masih mengingat ekspresi gadis itu saat bertemu.
“emm aku sebenarnya juga ingin mengucapkan terima kasih karena dokter telah merawat Seila dengan baik “ kata Ailene“tidak perlu berterima kasih nona, karena semua itu juga sudah menjadi tanggung jawabku sebagai dokter” jawab Calvin.
“tapi dokter juga menemani nya saat kami yang keluarganya sendiri tidak bersama nya “ kata Ailene dengan ekspresi sedih.
“Memang kenapa kalian tidak dapat menemani Seila,ma,,, maaf aku terlalu ingin tahu jadi tak usah kau jawab “ kata Calvin canggung.
“Tak apa apa,, kami tidak dapat menemaninya karena kami sedang ada masalah dan kami tidak ingin Seila tahu, kami takut dia menjadi shock” jelas Ailene.
“ Oh,,, jadi begitu, “ kata Calvin.
“Baiklah dokter Calvin sekali lagi terima kasih,,, saya harus kembali” sambil berlalu pergi.
“Hemm, Ailene nama yang indah , seperti pemiliknya” seringai Calvin.
Hari mulai gelap dan jam menunjukkan pukul 7 malam. Di sebuah halte ada seorang gadis berdiri menunggu bus lewat.Namun kasian karena bus yang di tunggunya tak kunjung tiba, udarapun menjadi dingin dan hujan juga turun dengan derasnya menambah hawa dingin yang di rasakan sang gadis yang hanya memakai dress pendek berwarna biru muda dengan motit bunga.Gadis itu Ailene.Sudah hampir setengah jam dia berdiri di situ.Tiba-tiba ada mobil sport warna merah menghampirinya, Ailene merasa takut.
__ADS_1
“ itu kan Ailene, kenapa dia di sini sendiri” kata Calvin, sambil membuka kaca mobilnya,
“ hai nona, naiklah ke mobil aku akan mengantarmu pulang” ajak Calvin.
“Tidak, aku akan pulang naik bus , aku takut merepotkan mu” jawab Ailene
“di cuaca seperti ini bus jarang lewat, ayolah ikutlah denganku, sekarang sudah malam,”imbuh Calvin setelah berfikir akhirnya Ailene pun masuk ke mobil.
“ Di mana rumah mu?” tanya Calvin.
“ Di daerah Blok M “ jawab Ailene singkat.
“ Kebetulan sekali, aku juga tinggal di daerah dekat situ, kita searah”kata Calvin.
Mereka pun berbincang- bincang di dalam mobil dan sampai lah mereka di depan rumah besar yang memiliki halaman luas.
“Loh bukankah ini rumah Seila ?” tanya Calvin.
“ohhh”
“terima kasih dokter, atas tumpangannya” kata Ailene sambil tersenyum melangkah keluar dari mobil,
“oke Ailene, sama- sama,,, lain kali bolehkah aku berkunjung ke sini? “ tanya Calvin.
“Tentu saja” lalu berlari masuk.
“Gadis yang pemalu” kata Calvin.
__ADS_1
Calvin pulang.
Calvin tinggal di sebuah rumah minimalis tapi terkesan mewah yang terdapat satu kamar tidur di lantai dasar dan ruang tamu kecil, ruang keluarga yang menyatu dengan dengan dapur serta ada sebuah ruangan kecil di lantai dasar yang dia jadikan gudang serta satu kamar mandi sedangkan di lantai dua ada kamar Calvin yang besar yang di dalamnya ada kamar mandi, di kamar itu ada lemari brangkas besar yang di tutupi oleh lukisan, disana lah Calvin menaruh darah dan wine untuknya minum.Calvin tinggal di rumahnya hanya seorang diri, dia berjalan ke kamarnya dan dia membuka brangkas lalu di ambillah sekantong darah segar lalu di tuangkan di dalam gelas lalu di teguknya sampai habis. Bagi Calvin sangatlah mudah untuk mendapatkan stok darah dengan posisinya sebagai dokter dan pemilik Rumah sakit tapi dia tidak melakukannya sendiri dia menyuruh orang kepercayaannya yang juga seorang vampir.
" aarggh,,,, kenapa dengan diriku ini, kenapa aku selalu berfikir tentang Ailene, aku bahkan baru bertemu dengannya, apa karena aroma yang ia miliki atau kah aku jatuh Jint cinta padanya," sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"bagaimana bisa kau jatuh cinta dengannya, kau baru kenal dengannya sehari ? Sadarlah Calvin,, Ailene itu manusia biasa dan kau seorang monster” dengan senyum kecut.
“Ahh bodoh amat, lebih baik aku mandi “ katanya pada diri sendiri.
Ke esokan paginya, seperti biasa Ailene menemui Seila di rumah sakit dia juga membawakan buah – buahan segar untuk saudaranya itu.
“Hai, Seila aku kesini membawakan buah untukmu” sapa Ailene.
“waahh terima kasih Ailene kau baik sekali” kata Seila.
“aku bantu kupas apelnya iya” tanya Ailene.
Seilapun mengangguk. Ailene mengupas buah dan memberikannya pada Seila pun memakannya dengan lahap sambil berbincang- bincang dengan Ailene. Kemudian Ailene mengajak Seila jalan-jalan di tataman. Di sanalah ia bertemu dengan Calvin.
“hai Ailene,,,” sapa Calvin.
“hai dokter, senang bertemu denganmu” kata Ailene.
“Dokter Calvin kau hanya menyapa Ailene?” sambung Seila kesal.
“hehehee,,,, apa kau cemburu Seila “ goda Calvin
__ADS_1
“Tidak” jawab Seila ketus.
Mereka berbincang- bincang lama sekali. Ailene dan Calvin semakin akrab.