Continuous Love

Continuous Love
50


__ADS_3

“ Evelyn dengarkan ayah tak bermaksud menutupi semuanya darimu sayang, Dari dulu Doni sudah menyukaimu begitu juga sekarang tapi dia juga lelaki normal ada saatnya nafsu membuat dia kehilangan kendali, dan itulah yang membuat dia mengenal Lusi dia seorang wanita nakal, tapi Doni sudah berjanji pada ayah bahwa dia tak akan lagi berhubungan dengannya. Tapi untuk memastikannya ayah akan menyelidiki semua ini, sekarang istirahatlah di kamar “ jelas Marcel sambil mencium kening Evelyn, Evelyn hanya mengangguk pelan dan berjalan ke kamarnya.


Di dalam kamar dia pun menghempaskan tubuhnya di kasur, dia memejamkan matanya dan tersenyum , dia senang karena untuk sementara ini dia terlepas dari Doni tapi dia juga menitikkan airmata dia merasa semua orang membohonginya, kecewa sekaligus marah tapi dia masih bisa menahan itu semua sekarang .


Dia mengambil ponsel di celananya, dia menghungi Alan .


“ Alan kau dimana? “ tanya Evelyn


“ aku di rumah , ada apa? “ jawab Alan


“ emh bisakah kau kerumah ku? pinta Evelyn


“ apa tidak masalah jika aku rumahmu? Apa Doni tak marah ?” jawab Alan


“ aku sekarang di rumah ayah, cepatlah kemari “ kata Evelyn sambil mengakhiri panggilan.


Alan pun berangkat ke rumah Marcel, sesampainya di sana dia langsung masuk dan di sambut oleh Marcel .


“ paman Marcel , apa Evelyn di sini? “ tanya Alan sopan.


“ iya dia ke sini pagi tadi, sekarang dia di kamarnya, dari mana kau tau dia di sini?


“ Dia tadi menghubungiku dan menyuruhnya datang kemari


“ oh,,, Alan apa hubunganmu dengan Lusi baik-baik saja? tanya Marcel


“ Eh kenapa tiba-tiba paman menanyakan hal itu” batin Alan


“ Jawab lah dengan jujur “ tambah Marcel


“ Iya paman tahu sendiri bahwa aku terpaksa menerima perjodohan ini, dan paman juga pasti tahu sebenarnya siapa yang aku cintai “ jawab Alan canggung


Marcel memegang kepalanya dan kemudian berkata


“ Maafkan aku Alan, jika aku tak menikahkan Doni dengan Evelyn mungkin sekarang pasti Evelyn lebih bahagia bersamamu “ jawab Marcel dengan rasa bersalah dan menundukkan wajahnya.


“tidak perlu minta maaf paman aku sudah menerima semua ini asal Evelyn bahagia” balas Alan


“ Oh iya kenapa paman tiba-tiba menanyakan hal ini? tanya Alan penasaran.


“ Evelyn dan Doni bertengkar , Vely telah mengetahui bahwa Lusi dan Doni memiliki hubungan, dan tadi malam Doni tak pulang ke rumah jadi Evelyn semakin marah dan dia pulang kemari " jawab Marcel


“ apa! Jadi mereka masih tetap berhubungan! Aku sudah menerima perjodohan ini agar Lusi berhenti mengganggu Doni dan Evelyn tapi kenapa dia masih saja melakukan hal itu” kata Alan terkejut

__ADS_1


“ Alan apa maksudmu? tanya Marcel bingung


“ Maaf paman, aku memang sudah lama mengetahui ini semua tapi aku tak bisa berbuat apapun karena aku juga berada dalam tekanan keluarga, terakhir kali mereka bertemu se hari sebelum pernikahan Evelyn terjadi , dan saat aku ingin menyelamatkan Evelyn dari pernikahan ini aku datang di saat yang sudah terlambat “ jawab Alan merasa bersalah.


“ jadi benar yang di katakan oleh Evelyn “ imbuh Marcel


“ benar paman” jawab Alan


“ Seandainya kau mendapatkan kesempatan untuk bersama dengan Evelyn, apa kau mau? tanya Marcel serius


“ tentu saja paman, aku ingin bersamanya aku ingin membahagiakannya” jawab Alan spontan


Marcel tersenyum


“ temui Evelyn dia sekarang berada di kamarnya, dia pasti sudah menunggu mu” suruh Marcel pun meninggalkan Alan


“ Baik paman” jawab Alan.


Alan menuju ke kamar Evelyn dan dia masuk ke kamarnya


“ alan kenapa lama sekali ? “ kata Evelyn manja sambil memeluk tubuh Alan


“ Iya sebenarnya aku sudah datang dari tadi, tapi ayahmu mengajakku bicara sebentar” jawab Alan junur


“ Aku tahu “ sahut Evelyn sambil tersenyum karena tadi evelyn melihat dari cendela kamar bahwa Alan sudah tiba


“ Em tidak ada apa-apa aku hanya ingin mengajakmu bermain game” jawab Evelyn santai


“ apa! Kau menyuruhku ke sini hanya untuk itu" ucap Alan kesal merasa di permainkan Evelyn


“ kenapa kau tidak mau? Kau tak mau menghibur sahabatmu ini” tanya Evelyn


“ baiklah “ jawab Alan


Mereka berdua pun bermain game, mengobrol dan bercanda seperti tak ada beban dari keduanya.


“ Alan , apa kau sudah mendapatkan informasi keberadaan Calvin” tanya Evelyn di sela-sela kegiatan mereka


“ belum, tapi aku akan berusaha mencari lagi demi dirimu” jawab Alan sambil memandang wajah Evelyn .


Evelyn tersenyum .


“ ternyata aku sudah tak ada harapan lagi “ Batin Alan

__ADS_1


“ Alan kenapa diam” tanya Evelyn membuat Alan terkejut.


“ tidak, em bagaimana kalau kita pergi ke danau saja , di sini aku merasa jenuh “ ajak Alan mengalihkan pembicaraan


“ Boleh juga, ayo “ sambil menarik lengan Alan


“ hel jangan asal tarik “ kata Alan . Mereka berdua pun pergi menuju danau .


“ huh indahnya, aku selalu suka dengan tempat ini” puji Evelyn akan keindahan danau di dekat rumahnya.


“ Iya di danau ini kita dulu sering bermain dan berenang, mau berenang ? “ ajak Alan


“ Tidak, aku sedang datang bulan” jawab Evelyn canggung


“ Hem, bagaimana kalau kita memancing saja “ ajak Alan lagu


“ tidak, itu adalah hal yang membosankan, jika kau mau kau saja yang memancing, aku akan menunggu di pohon itu “ sambil menunjuk ke arah sebuah pohon.


“ Iya sudah aku juga tidak mau” jawab Alan mengikuti langkah Evelyn .


“ iya sudah kalau begitu” mereka berjalan menuju ke sebuah pohon besar di pinggir danau itu.


“ lihatlah pohon ini masih berdiri kokoh, dulu kita sering bermain di bawah pohon ini “ kata Alan.


“ oh iya aku ingat kau mengubur sesuatu di bahan pohon ini, saat aku bertanya apa yang kau kubur, kau hanya tersenyum dan menyuruhku membukanya saat aku bersama mu lagi ke sini jika kita sudah dewasa ” kata Evelyn pada Alan sambil menunjuk ke tanah yang dia yakini tempat benda itu di kubur.


“ Benarkah, apa aku berkata begitu? Kenapa aku tidak ingat” jawab Alan


“ huh, dasar pelupa, aku saja masih ingat, mumpung kita di sini sekarang ayo kita gali “ ajak Evelyn


“ jika kau ingat kenapa kau tak mengambilnya dari dulu " tanya Alan


“ iya kan sudah aku bilang aku boleh mengambilnya saat kau bersama denganku” jawab Evelyn .


“ hahah baiklah, aku akan mengambil alat untuk menggali kau tunggu di sini" pinta Alan tak lama kemudian Alan kembali dan membawa alat tersebut dia mulai menggali dan terus menggali sampai akhirnya dia seperti merasa ada benda yang keras. Dia pun mengambil benda tersebut.


“ wahh memang masih ada iya” sahut Evelyn .


“ bukalah” kata Alan sambil menyodorkan sebuah kotak ke arah Evelyn.


“ kenapa aku? Ini kan milikmu?” tanya Evelyn bingung


“ Em tidak,ini memang untukmu tapi aku ingin memberikannya saat kita dewasa “ jawab Alan sambil tersenyum

__ADS_1


“ baiklah, aku akan membukanya” jawab Evelyn senang


Dia membuka kotak tersebut dia terkejut melihat sebuah kalung yang begitu indah di dalamnya, kalung itu memiliki liotin berbentuk hati dengan permata berwarna biru gelap.


__ADS_2