
Setelah makan Evelyn mulai mengantuk.
" dasar babi, habis makan sudah mau tidur" ledek Calvin.
" biarin ,, wekk" balas Evelyn .
" hei Calvin,, apa kau tak kesepian tinggal di sini sendiri? mengapa kau tinggal bersama dengan Nela, kau kan keluarganya" tanya Evelyn .
" tidak,, aku tidak suka tinggal dengan mereka" kata Calvin sambil bersandar di kursi.
" kenapa? " tanya Evelyn penasaran dia pun ikut duduk di kursi
" Erwin terlalu cerewet, aku tak suka dia selalu mengatur diriku" kata Calvin
" mengatur ?"
" iya dia ingin aku segera menikah dengan aura " jawab Calvin sambil melirik ke arah
Evelyn, dia melihat Evelyn sedikit kesal.
" siapa aura ?" tanya Evelyn dia merasa sedikit cemburu saat Calvin menekankan nada bicaranya saat menyebut nama itu.
" dia,, dia teman ku dia juga seorang vampir ,, kata Erwin dia masih mencintaiku dia menunggu ku selama 20 tahun" jelas Calvin , Calvin melirik kembali ekspresi yang ada di wajah Evelyn ,
" ohh, kenapa kau tak menikah dengannya?" kata Evelyn ketus. Calvin tersenyum
" kenapa kau tersenyum? apa pertanyaanku itu lucu?" tanya Evelyn semakin kesal.
" jika aku menikah dengannya bagaimana dengan dirimu" kata Calvin
" kenapa dengan ku?" tanya Evelyn polos.
"aku takut jika aku menikahinya kau akan terluka" jawab Calvin
" lagi pula aku hanya ingin menikah dengan mu" imbuh Calvin sekarang menatap wajah Evelyn dengan serius.
__ADS_1
Memerah lah muka Evelyn .
" hei berhentilah bercanda,," kata Evelyn itu membuat Calvin sedikit kesal.
" kenapa kau selalu menganggapku bercanda hah, apa aku terlihat seperti sedang bercanda" kata Calvin kesal.
Evelyn merasa takut melihat Calvin mulai memasang tatapan yang tajam ke arahnya.
" hei, kau tau kan aku dan dirimu berbeda, apa jadinya jika kita menikah" kata Evelyn
" aku tak peduli, aku hanya ingin kau yang menikah denganku, entah apapun perbedaan itu aku tetap akan memperjuangkan dirimu, apa kau mengerti " jelas Calvin sambil mengangkat dagu Evelyn. Evelyn mengangguk .
"sudahlah , sekarang sudah malam cepatlah tidur" suruh Calvin.
" aku ingin menemani mu di sini" jawab Evelyn yang mulai bersandar di bahu Calvin.
" baiklah jika itu maumu" Calvin hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya, sementara Evelyn sudah terlelap dalam mimpinya.
Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, Calvin menyudahi pekerjaannya karena dia sudah merasa lelah di tambah lagi Evelyn yang bersandar di bahunya.
Dia mengangkat tubuh Evelyn dan menggendongnya ke kamar.
setelah berada di kamar Calvin membaringkan Evelyn di ranjangnya tiba- tiba saja Evelyn memeluk tubuh Calvin.
" jangan tinggalkan aku" kata Evelyn sambil tertidur. Calvin melepaskan pelukan gadis itu dan nyelimutinya, dia berbaring di sebelah Evelyn dan matanya mulai terpejam.
ponsel Calvin berbunyi, Calvin pun bangun dan menerima panggilan tersebut lalu dia turun ke bawah dan membuka pintu .
"kenapa paman menyuruhku membelikan makanan dan baju wanita? apa paman sedang bersama seorang wanita di dalam? " tanya Nela.
" sudahlah, mana bajunya" kata Calvin tak menghiraukan Nela.
" coba aku lihat seperti apa wanita itu" kata Nela sambil berlari menuju kamar Calvin, Calvin berusaha menghentikan Nela tapi gagal. Nela berhasil masuk dan dia terkejut melihat sosok yang ada di kamar itu .
" Gila,, ternyata kalian sudah,," sebelum Nela melanjutkan bicaranya Calvin segera menutup mulutnya dan di ajaknya keluar
__ADS_1
" mmm" kata Nela.
" jangan berisik nanti Vely bangun" kata Calvin
"paman kau dan Vely,, kalian" kata Nela penasaran.
" aku dan dia tak melakukan apa-apa dia menginap di sini karena dia kabur dari rumah"
" apa!!! kabur? kenapa dia tak cerita padaku" kata Nela kesal.
" jangan marah, dia mungkin tak mau menyusahkanmu, sekarang pulanglah, dia tak tau jika kau di sini,jika dia tahu kau di sini pasti dia akan memarahi ku " kata Calvin
" baiklah, tapi tolong jaga dia paman"kata Nela sanbil berjalan keluar dari rumah Calvin.
" iya,, " jawab Calvin . Akhirnya Nela pergi dari rumah itu.
" huft ,,, hampir saja " Calvin menaruh makanannya di dapur dan bergegas menuju kamarnya, dia berniat membangunkan Evelyn . ternyata Evelyn sudah bangun tapi matanya masih terpejam. pakaian yang kebesaran membuat sebagian dada terlihat.
" kau sudah bangun, aku baru saja akan membangunkan dirimu" kata Calvin sambil membuka tirai yang menutup cendela kamarnya, sinar matahari pagi pun membuat Evelyn semakin memejamkan matanya karena silau.
" jam berapa ini?" tanya Evelyn sambil perlahan membuka mata dan melihat letak jam dinding
" tenanglah, sekarang masih pagi , kelas mu di mulai nanti sore " jawab Calvin
" oh ,, tapi aku malas kuliah, kita jalan-jalan saja yah " ajak Evelyn .
" dasar pemalas, sudah cepat lah bangun, aku sudah menyiapkan makanan di dapur kau tinggal memanaskannya, dan bajumu aku taruh di sofa" kata Calvin sambil masuk ke kamar mandi.
Evelyn yang masih malas meninggalkan ranjang pun mengambil ponselnya yang ada di meja.
" ya ampun, banyak sekali panggilan dari Nela dan Alan , aku telepon saja Nela pasti khawatir dengan diriku " katanya sambil menghubungi Nela.
Nela yang masih menyetir tak menerima panggilan dari Evelyn .
" huh tak di angkat, aku hubungi saja Alan, akh tidak ,, kalo aku menghubungi dia pasti mengatakan pada ayah dan Kak Doni lalu mereka pasti akan membawaku,, aku matikan saja ponsel ku biar aku suruh Calvin yang menghubungi Nela nanti " kata Evelyn berbicara sendiri. ponsel Evelyn pun di matikan. tak lama Calvin sudah keluar dari kamar mandi, dia hanya memakai celana panjang, Evelyn terkesima melihat badan Calvin, tapi Evelyn berlari ke kamar mandi dia takut Alan melihat mukanya yang memerah .
__ADS_1
Calvin pun memakai kosnya dan beranjak pergi ke dapur untuk memanaskan makanan.