Continuous Love

Continuous Love
11


__ADS_3

Di menghampiriku dan mendorongku ke sofa di ruang tengah, aku di gelitiki olehnya, aku semakin tak dapat menahan tawa, nafasku pun sampai terengah-engah,


“Alan, lepaskan,,, aku minta maaf ,, aku tan bermaksud begitu, hanya itu baju yang ukurannya besar” kata ku mejelaskan,


Kemudian Alan berhenti, dia tiba-tiba menarikku dalam dekapannya, aku hanya terdiam, tanpa sadar kedua tanganku juga ikut memeluknya, wajah ku terbenam dalam dadanya yang bidang dan sedikit ada bulu, kami saling memeluk satu sama lain.


“Vely, maaf ya “ kata Alan pelan.


“Maaf,,, untuk apa?” kataku sambil mendongak, saat itu aku melihat mata Alan berkaca -kaca.


“Maaf,, karena aku selalu menghindarimu Vel, sebenarnya aku hanya ingin kau bertemu dan bergaul dengan yang lain, bukan hanya terpaku pada diriku, tapi aku malah membuat mu semakin jauh dariku” kata Alan sambil memeluk tubuh ku semakin erat, aku hanya diam, Airmata ku tak dapat aku bendung, aku menangis dalam pelukannya, aku ingin marah pada Alan tapi aku tak bisa aku malah semakin memeluknya erat dalam tangisku.


Alan membelai punggung ku dengan lembut, di tiba- tiba mengendorkan pelukannya, dia membalikkan tubuhku, sehingga sekarang dia memeluk tubuhku dari belakang, dia mengecup pipiku, membuatku merasa malu. Kami menghabiskan malam itu berdua sambil menonton acara televisi, sebenarnya aku tak begitu memperhatikan acara itu, aku merasa malu dan canggung berada dalam dekapan Alan. Aku tak ada tenaga untuk meloloskan diri karena aku habis menangis tadi.


Akhirnya aku terlelap dalam dekapannya, sampai keesokan harinya.


“ emm,,,” sambil menggeliat.aku merasa sulit untuk bergerak.


Ada lengan yang kekar memeluk pinggangku, aku pun membuka mata,


“ astaga,,, ternyata itu tangan Alan “ ucapku dalam hati.


Aku menoleh kesamping, wajahku bertemu dengan wajahnya


Dia masih tertidur, aku melepaskan pelukannya dari pinggangku, kemudian aku bangun dan berlari ke kamarku,


Aku mendengar ponsel ku berdering, aku lalu mengambil ponsel.


Ternyata tanteku menghubungiku.


“Halo Tante, “ kata ku.


“ Vely ku sayang, maaf iya Tante tadi malam tidak bisa pulang ke rumah, Tante terlalu sibuk, kamu jadi di rumah sendiri lagi” kata Tante Merry di telfon.


“Tidak apa-apa kok Tan, aku di rumah baik – baik saja, lagi pula Alan menemaniku” jawabku keceplosan.

__ADS_1


“Apa?? Alan menemani mu, apa kalian sudah baikan?” tanya Tante penasaran.


“Aku aku mau mandi dulu Tante, dah” jawabku sambil mematikan telepon.


Setelah aku mandi, aku bersiap-siap turun kebawah untuk membuat sarapan, hari ini adalah hari Minggu jadi tidak ada kuliah,seperti biasa saat di rumah aku hanya memakai celana pendek dan kaos.


Saat aku akan menuju dapur aku melewati ruang tengah di sana aku sudah tak melihat Alan


“mungkin dia sudah pulang” pikirku.


Aku pun ke dapur, saat aku ingin mengambil roti di kulkas, aku kaget melihat Alan berdiri di samping ku.


“Buatkan satu untukku” pinta nya.


Aku hanya mengangguk. Akhirnya kami berdua pun sarapan.


“Kau, tidak pulang” tanyaku.


“Ya nanti aku akan pulang” jawabnya santai sambil memakan rotinya.


Tok tok tok, ada orang yang mengetuk pintu.


“ Alan “ aku teringat Alan masih berada di rumah, aku takut Nela berpikir macam-macam tentangku, aku mengejarnya namun terlambat, mereka sudah bertemu.


“Ya ampun Vely, ternyata kalian ,,,” kata Nela.


“ hei, berhenti berfikir macam- macam, “ jawab ku


“ada apa kau kesini”tanya ku padanya.


Tapi Nela seperti tak menghiraukan diriku, dia masih tetap memandang i Alan tepatnya memandang tubuh Alan yang masih bertelanjang dada itu.


“ hei, “ kata ku mengagetkan Nela.


“Aku, ke sini di suruh tante Merry menemui mu, dia bilang kau tak mengangkat teleponnya tadi malam, jadi Tante khawatir dan menyuruh ku ke sini, tapi tak di sangka kau malah,,, pantas saja kau tak mengdengar telepon dari Tante Merry” goda Nela.

__ADS_1


Alan hanya diam saja, itu malsh membuatku semakin malu.


Setelah makan,Alan pun mandi dan berganti pakaian dengan pakaiannya kemarin dan dia berpamitan pulang.


Setelah Alan pulang aku dan Nela menuju ke kamarku.


“ Hei, apa saja yang kalian lakukan tadi malam” tanya Nela sambil mencubit pinggangku,


“tidak,,, kami tidak melakukan apa- apa” jawabku sedikit kesal.


“hahaha, kenapa kau begitu sensitif sekali saat aku bertanya, pasti sudah terjadi sesuatu” godanya lagi,


“Aku bilang, tidak ada apa-apa, kami hanya ,,,, “ aku hampir saja keceplosan.


Hayo... Hanya apa” Nela semakin menggodaku


“Hanya mengobrol” kataku.


Nela tertawa puas karena telah menggoda ku.Nela berada di rumahku hingga sore.


Malamnya aku kembali sendiri lagi, aku duduk di sofa ruang tengah aku kembali mengingat saat Alan mencium pipi, wajah ku tiba- tiba merah. Ponsel ku kembali berdering, ternyata Tante menelpon ku lagi, dia berkata bahwa dia tak dapat pulang lagi hari ini.


Sebuah nomor tak di kenal menghubungiku aku tak menjawabnya tapi dia terus menghubungi, aku kesal lalu menerima panggilan itu.


“Halo siapa ini?” kata ku kasar.


“Kau ada di rumah? Aku Alan “ jawab nya.


“Kau,,, tau darimana nomorku” tanyaku.


“Tadi tantemu menghubungi ayah, katanya dia tak bisa pulang jadi dia menyuruhku untuk menemanimu dia juga yang memberikan nomormu” jelas Alan .


“ Tak perlu, aku di temani Nela” jawab ku.


“Tante mu juga berkata padaku sebelum dia menyuruhku dia menghubungi temanmu tapi temanmu ada keperluan jadi dia menyuruhku" jelas Alan lagi.

__ADS_1


“kalau begitu, aku akan kesana oke” imbuh Alan.


“Halo” kata ku, tapi panggilannya sudah di matikan.


__ADS_2