
Hingga suatu hari ada seorang gadis yang datang dalam hidupnya.Gadis itu baru saja pindah ke kota tersebut. Gadis itu juga termasuk kerabat dari salah satu pasien yang ditangani oleh Calvin.Ailene namanya.Dia adalah gadis yang pendiam dan polos,dia baik meski terkesan acuh.Ailene memiliki kulit putih yang halus tanpa ada goresan mempunyai rambut hitam lurus sepanjang bahu dan dia terlihat seperti boneka.Dia sangat dekat dengan saudaranya jadi setelah Ailene pindah ke kota ini dia sering mengunjungi saudaranya di rumah sakit.Saudara Ailene berumur 20 tahun dan dia lebih muda 2 tahun dari Ailene.Namanya Seila , dia di rawat di rumah sakit sudah 4 bulan karena dia menderita kanker otak stadium dua.Berkat kemampuan dari dokter Calvin dan usaha serta doa Seila akhirnya membaik dan sembuh. Aileen berencana untuk menemui dokter Calvin.Dia bertanya pada salah satu perawat yang bertugas.
“ Suster, bisakah saya saya bertemu dengan dokter yang menangani pasien kamar 002?”
“ maaf ya nona dokter Calvin saat ini sedang sibuk” jawab perawat tersebut dengan ketus.
“Lalu kapan saya bisa menemuinya ? saya ingin mengucapkan terima kasih kepada beliau,” tanya Ailene lagi.
“ Apa nona sudah membuat janji? Maaf jika nona belum ada janji nona tidak bisa menemuinya” kata perawat itu sambil berlalu meninggalkan Ailene.
“Uhh,,, menyebalkan sekali sih perawat itu, orang tanya itu seharusnya di beri solusi ini malah di cuek in” kata Aileen dalam hati.Dia merasa sangat sebal hingga dia tanpa saat masuk ke sebuah ruangan.Di ruangan tersebut ada seorang pria yang tertidur di sofa.Pertama Ailene merasa panik tapi juga penasaran ia pun mendekati pria itu.Dia mendekati pria itu dan memandangi wajah pria tersebut.
“wah.. tampan sekali pria ini, baru pertama kali ini aku melihat pria yang begitu tampan meski saat tertidur” batin Ailene.
“beruntung sekali wanita yang bisa bersanding dengannya, andai saja itu aku ,hehehe “batinnya lagi. Ailene yang terlena dalam lamunannya itu tak menyadari bahwa pria itu bangun “ Aroma ini ,,, belum pernah aku mencium bau ini ? “ batin pria itu. Ya pria itu adalah Calvin, dokter yang sedang di cari Ailene.
Seketika Calvin membuka mata ia terkejut bahwa di hadapannya.
__ADS_1
“Si..siapa kau?” tanya Calvin. Ailene pun tersadar dari lamunannya itu dan di terkejut mendapati pria yang ia pandangi itu terbangun dan bertanya padanya.
“Akhh,,,ak,,akuuu aku,,” kata Ailene bingung dan malu.
“siapa yang mengizinkanmu masuk kesini”tanya Calvin tegas.
“ma...maaf kan aku tuan , aku tidak sengaja masuk keruangan mu aku tersesat” balas Aileen.
“tersesat,,,,????” apa kau pikir ini hutan? apa kau tidak bisa membaca atau kau tak bertanya pada orang lain sampai kau tersesat ? Kata Calvin sinis.
“Ma,,, maafkan aku aku tidak bermaksud buruk kepadamu aku benar-benar tidak sengaja masuk kesini “ kata Ailene dengan wajah sedih.
Akhirnya Aileen pun keluar dari ruangan.
“Siapa gadis itu? Aku hampir saja kehilangan kendali karena aromanya? “kata Calvin kepada dirinya sendiri.Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, waktunya Calvin untuk memeriksa pasiennya sebelum ia pulang. Calvin mengambil alat yang biasa dia gunakan untuk memeriksa pasien tsb dan tak lupa ia juga membawa buku kecil dan alat tulis.Dia memeriksa setiap pasien yang di tanganinya dengan lembut dan teliti, sekali-kali iya juga berbincang-bincang dengan pasien dan juga bergurau, ya Calvin sangat perhatian kepada pasien jadi mereka sangat akrab.Sampailah Calvin ke sebuah kamar.
“ Selamat sore ,,, “ sapa Calvin yang berada di depan pintu kamar tersebut.
__ADS_1
“ ahh dokter Calvin akhirnya kau datang “ kata Seila.
“ahhh,,, itu dia gadis yang masuk ke ruangan ku tadi, mengapa dia di sini, apa ini takdir ?” batin Calvin.
Ailene menoleh ke arah orang yang berbicara dengan Seila.” Astaga,,, itu pria tadi,,, dan Seila memanggilnya dokter Calvin, jadi dia orang yang aku cari , sial sekali aku tadi bertemu dengannya dengan cara tidak baik, bagai mana ini ,,,” ucap Ailene dalam hati.
“Oh, iya dokter dia adalah saudara yang sering aku ceritakan pada namanya...” belum selesai Seila berbicara Calvin memotongnya
“Ailene kan” potong Calvin menatap Aileen yang tertunduk malu.
“Hahaha iya ,,,ternyata dokter masih mengingatnya” tambah Seila.
“ tentu saja aku ingat, kau selalu menceritakan dia setiap kali kita bertemu” goda Calvin sambil mencubit hidung Seila.
“Baiklah, aku akan memeriksa mu dulu” kata Calvin lalu ia pun memeriksa Seila di samping itu Aileen mencuri pandang ke arah Calvin, jantung Ailene berdebar kencang seperti terkena serangan jantung apalagi Calvin tiba- tiba tersenyum ke arahnya.
“Ya Tuhan,,,, dia tersenyum kepada ku, rasanya aku seperti meleleh “ batin Ailene.
__ADS_1
“keadaanmu semakin membaik Seila, menurut hasil lab pun menyatakan penyakitmu sembuh hanya saja kondisimu masih lemah jadi kau harus banyak istirahat oke “ kata Calvin sambil mengusap kepala Seila.