Continuous Love

Continuous Love
24


__ADS_3

Melihat Evelyn tertidur, Calvin pun hanya tersenyum, dia menghentikan mobilnya, dan memandang wajah Evelyn yang tertidur pulas , tiba -tiba saja air mata nya menetes.


" kau tau, kau sangat mirip dengannya" Kata Calvin lirih.


Calvin mencium kening Evelyn kemudian kembali melanjutkan perjalanan pulang,


"Vely bangun, kita sudah sampai" kata Calvin membangunkan Evelyn .


Evelyn membuka matanya,


"terima kasih yah" kata Evelyn sambil mencium pipi Calvin, Calvin menarik tubuh Evelyn dan mencium bibirnya,


"kau,, " kata Evelyn yang mulai kesal dia keluar dari mobil dan membanting pintu mobil tersebut.


Calvin hanya tertawa melihat Evelyn kesal terhadap tindakannya, dia melihat Evelyn sangat lucu saat sedang kesal.


"cepat lah tidur, " kata Calvin sambil mengendarai mobilnya keluar rumah


Evelyn pergi ke dalam rumah, dia melihat Alan duduk di ruang tamu, tapi Evelyn tak menghiraukan keberadaan Alan,

__ADS_1


" hei, dari mana aja kau, jam segini baru pulang" tanya Alan .


Evelyn mengabaikan pertanyaan yang di lontarkan Alan padanya,


dia masuk ke kamar dan dia mengunci kamar tersebut, dia takut Alan tiba-tiba masuk ke dalam


dia merebahkan dirinya di kasur dan kembali teringat Calvin, jantungnya berdetak dengan kencang hanya karena dia memikirkan nya saja, bagaimana saat mereka bersama, yang pasti itu semua membuat Evelyn sangat bahagia.


terdengar bunyi ketukan di pintu, tapi Evelyn malah memasang penutup telinga di daun telinga, dia memilih untuk tidur.


di tempat lain, Calvin sudah sampai di rumahnya di masuk ke kamar dia hanya tersenyum sambil berbaring di sofa.


"hais, dia selalu muncul di dalam pikiranku,kali ini aku takkan dia meninggalkan diriku" batinnya


" halo, ada apa win?" kata Calvin


"apa kau sudah gila, Vin ingat lah dia itu berbeda dengan kita, kau tak bisa bersamanya" jawab Erwin di sebrang sana sambil memarahi Calvin


" tenanglah, aku tau apa yang harus ku lakukan, apa kau tidak senang melihat sahabatmu ini bahagia, Hem" jelas Calvin

__ADS_1


" tapi dengarkan aku dulu Calvin , dia sudah punya tunangan,, dia bertunangan dengan musuh kita,, kau tau kan artinya itu" kata Erwin lagi


" aku sudah tau semuanya, memang kenapa Hem, bangsa mereka dulu juga sudah merebut apa yang aku miliki, sekarang aku tak akan membiarkan itu semua menimpa ku lagi,, jika memang harus ada pertumpahan darah aku sudah siap,, " jelas Calvin lalu mematikan teleponnya.


" Evelyn , aku tak akan membiarkan dirimu di rebut siapapun" kata Calvin


Di rumah Evelyn , tepatnya rumah ayah Evelyn , ayah Evelyn terus mondar mandir d kamar nya, dan kemudian seorang lelaki berpakaian serba hitam datang


" bagaiman keadaannya" tanya ayah Evelyn .


"tuan, nona muda baik -baik saja hanya saja.." kata orang itu terpotong.


" hanya saja dia sering bertemu dengan seseorang tuan, dia adalah dosen di tempat kuliah Nona muda, mereka begitu dekat dan sepertinya mereka menjalin hubungan ynag lebih dari sekedar dosen dan muridnya," jelas orang itu.


" apa kau sudah mencari informasi tentang dirinya?" tanya ayah Evelyn


" sudah , tapi saya tidak bisa menemukan apapun tuan, sepertinya dia bukan orang biasa" jawab orang itu lagi,


" ya sudah terus awasi putriku" suruh ayah Evelyn pada orang itu dan orang itu pun pergi menghilang.

__ADS_1


" Evelyn jangan salahkan ayah jika kau tak menurut" batin ayah Evelyn .


Hari-haripun berlalu, Calvin dan Evelyn semakin dekat satu sama lain, mereka sering pergi makan, belanja ataupun nonton bersama, Evelyn mulai menyadari rasa cintanya pada Calvin begitu juga sebaliknya, dan untuk hubungan Evelyn dan Alan mereka semakin hari semakin menjauh dan jarang bertemu meski di rumah, sementara itu di tempat lain ayah Evelyn sudah mempersiapkan segala persiapan pernikahan putri tunggalnya itu dia tak ingin ada penolakan dari Evelyn dan dia melakukan rencana untuk membuat Evelyn mau menikah dengan Doni.


__ADS_2