
Marcel merasa tidak tenang, dia memikirkan perkataan Merry dan putrinya itu. dia berjalan mondar-mandir dia terus berfikir apa yang harus dia lakukan dia tau bahwa Merry akan melakukan apapun demi Evelyn dan dia takut jika Merry membawa putrinya pergi. di sisi lain Marcel juga merasa bersalah kepada Merry karena perkataannya, tapi Marcel terbawa emosi saat itu, sebenarnya Marcel juga sudah mulai memiliki perasaan pada Merry tapi dia takut jika Merry menolaknya karena Marcel dulu selalu menyakiti Merry . Akhirnya Marcel memutuskan untuk pergi ke kamar Evelyn untuk memberi penjelasan kepada putrjnya itu, dia tak mau jika putrinya semakin membenci dirinya, dia kembali untuk mendapatkan kembali hati putrinya itu.
Marcel berjalan ke kamar Evelyn , dia mengetuk pintu kamar Evelyn .
" sayang, buka pintunya , ayah ingin bicara denganmu" kata Marcel tapi dia tak mendengar jawaban dari Evelyn
" sayang, apa kau masih marah dengan ayahmu ini? ayolah jangan marah oke, ayah janji akan meminta maaf pada tantemu itu,, jika perlu kau bisa menyuruhnya tinggal di sini, " rayu Marcel tapi dia tetap tak mendapatkan jawaban dia mulai kesal dia mencoba membuka pintu dan mendobraknya .
" Evelyn " teriak Marcel dengan ekspresi marah , karena melihat putrinya tidak ada di tempat dia mencari kekamar mandi juga tidak ada akhirnya dia melihat ke arah luar dia melihat tali yang menggantung .
" dasar anak kurang ajar, dia berani kabur dariku" gumam Marcel .
dengan marah Marcel memerintahkan anak buahnya untuk mencari Evelyn .
dia menelpon seseorang, tapi dia merasa kesal karena orang itu tak kunjung menjawab telepon darinya, akhirnya dia menelpon Alan .
" halo Alan, apa Vely bersama dengan mu?" tanya Marcel.
" tidak paman, dia tidak ada di sini " jawab Alan
" baiklah jika kau bertemu dengannya tolong bawa dia pulang ke sini" kata Marcel sambil menutup telepon.
" Vely kabur lagi? apa Calvin sudah membawanya pergi? sebaiknya aku hubungi Nela" kata Alan sambil mencoba menghubungi Nela .
" ada apa Alan ?" tanya Nela .
" apa Vely ke rumah mu?" tanya Alan
__ADS_1
" tidak,, dia tak ada di sini, ada apa?" kata Nela
" dia kabur lagi,, apa mungkin dia ada bersama pamanmu? coba kau tanyakan padanya" balas Alan.
" oke ,, akan ku coba" jawab Nela mematikan telepon , dia mencoba menghubungi Calvin tapi tak ada jawaban .
Di rumah Marcel masih tampak marah dia masih mencoba menghubungi seseorang, dan akhirnya dia berhasil .
"halo,, apa Vely ada di rumah mu?" tanya Marcel canggung.
" tidak,, Vely tak ada di sini" jawab Merry ketus
" ayolah katakan padaku yang sebenarnya pasti dia sedang berada bersamamu, kemana lagi dia jika tidak bertemu denganmu" kata Marcel kesal.
" kalau aku bilang tidak ada yang memang tidak ada, Evelyn tak pernah seperti itu saat bersamaku pasti kau yang membuat dia kabur dari rumahnya sendiri, kau memang ayah yang tidak berguna Marcel " jawab Merry kesal dan menutup teleponnya .
" kurang ajar,, berani dia memakiku" Marcel merasa sangat kesal kemudian dia teringat dengan satu orang.
Marcel bergegas keluar dan melajukan mobilnya ke rumah Calvin, tapi rumah itu tampak gelap dan kosong .
" jangan -jangan dia sudah membawa putriku kabur, aku tak akan membiarkannya lolos kali ini" Marcel pun kembali ke rumahnya, dia melihat Merry sudah ada di dalam rumah, Merry sangat merasa khawatir dengan Evelyn .
"Marcel, apa kau sudah menemukannya?" tanya Merry cemas.
Marcel menggeleng
" kemana dia pergi? bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padanya" kata Merry cemas
__ADS_1
" sudahlah, dia pasti baik-baik saja , dia sekarang pasti sedang bersama dengan kekasihnya itu" gerutu Marcel kesal .
" siapa dia? kenapa Vely tak pernah bercerita padaku" tanya Merry penasaran.
"cih, bagaimana dia bisa cerita , kau mungkin juga tidak akan suka kalau Vely dengan kekasihnya itu" jawab Marcel.
" apa maksudmu" Merry mulai penasaran
" dia jatuh cinta dengan dosennya sendiri, dan yang lebih menggelikan dia seorang vampir "jawab Marcel
" hanya itu" kata Merry
" dia adalah orang yang di cintai adikmu" jawab Marcel membuat Merry terkejut .
" bagaimana bisa terjadi,, dia sudah lama tak muncul bukan ,, kenapa sekarang dia bisa bertemu Evelyn " kata Merry terkejut
" iya itulah yang tidak aku mengerti, aku mendengar bahwa dia di hukum karena menghabisi bangsanya sendiri tapi tenyata dia malah dekat dengan putriku sendiri,," Marcel kesal
" Marcel kita harus mencari Evelyn, aku takut dia akan menyakiti Vely Marcel " ajak Merry sambil menarik tangan Marcel
" tenanglah, dia tak akan melakukan hal itu, dia pasti hanya ingin menggunakan Vely kita untuk membalaskan dendamnya saja" kata Marcel menenangkan Merry, tak sadar Marcel malah memeluk erat tubuh Merry , mereka berpelukan.
" lalu apa yang harus kita lakukan Marcel ?" tanya Merry
" tenanglah, aku akan mengurus semuanya " jawab Marcel .
Di tempat lain, di sebuah ruangan yang gelap ada seorang pria yang duduk bersandar di kursi yang menghadap ke arah cendela. dia seperti sedang memikirkan sesuatu .
__ADS_1
" Vely, kenapa kau harus bersama dengan dia? dia hanya akan menyakitimu, lebih baik kau bersama denganku aku pasti akan membuat dirimu bahagia, " kata pria misterius itu sambil meneguk gelas yang berisi darah .
" aku pasti akan mendapatkan dirimu Evelyn, tapi tidak sekarang, aku akan membiarkanmu bermain sebentar dengannya tapi jika sudah waktunya tiba aku akan membawamu pergi, nikmatilah waktu mu yang tersisa" kata pria tersebut sambil tersenyum licik.