Continuous Love

Continuous Love
45


__ADS_3

Keesokan paginya, Evelyn membuka matanya dia pun segera bergegas ke kamar mandi, dia membersihkan dirinya dan mulai menangis


“ Aku tidak bisa terus menjalani hubungan ini, aku tak bisa terus bersama dengan orang yang tidak aku cintai bukan hanya hatiku yang sakit tapi dia pun juga akan merasa sakit, kenapa semua ini terjadi padaku? Tidak bisakah aku mendapatkan kebahagian seperti yang lain? Tidak bisa kah aku mendapatkan apa yang aku inginkan? Tidak bisa kah aku bersama melewati hari tua ku bersama orang yang kucintai? kenapa aku harus mengikuti seluruh perintah orang lain? Kenapa tak ada yang peduli dengan perasaanku ? Hikhikhiks”


“ Evelyn, cepat sedikit sayang , aku juga ingin mandi, aku harus segera pergi kekantor “ sahut Doni dari luar .


Evelyn bergegas membersihkan diri dan beberapa menit kemudian dia keluar .


“ada apa dengan mu? Kenapa wajah mu merah ? Apa kau sakit ?


Tanya Doni cemas sambi memeriksa pipi Evelyn


“ Tidak,, sudahlah ini hanya efek semalam, cepatlah mandi “ sambil mendorong tubuh Doni menjauhinya


Doni pun masuk ke kamar mandi, Evelyn pun sudah siap pergi ke kampus dia memakai kemeja pink yang ukurannya agak besar serta celana jeans hitam, dia pun berjalan menuju ruang makan untuk sarapan, di tempat makan dia mengambil selembar roti lalu di olesinya dengan selai kacang kesukaannya.


Tiba-tiba Doni menyusul ke ruang makan itu tapi dia tak memakan sarapannya dan dia hanya datang untuk menghampiri istri tercintanya itu


“ Kau mau kemana? “ tanya Doni yang sudah rapi dengan pakaian kantornya.


“ Ya ke kampus lah” jawab Evelyn cuek


“ kalau begitu , aku akan mengantarmu “ ajak Doni


“ tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri atau aku akan meminta Alan menjemput ku , kau pergi lah ke kantor” jawab Evelyn


“ Ck, kau punya suami, kenapa harus Alan hah? Sudah ayo aku akan mengantarmu” sambil menarik Evelyn berdiri dari kursinya

__ADS_1


“ Kak, aku belum selesai sarapan ? “ jawab Evelyn kesal


“ Kau bisa sarapan di mobil “ mereka berdua pun pergi keluar rumah, Doni menyuruh Evelyn masuk ke dalam mobilnya . Evelyn hanya menurut karena dia sudah malas bertengkar dengan Doni dia tak ingin suasana hatinya di pagi hari menjadi kacau karena sikap Doni yang pemarah .


“ Kau selalu saja bertindak semaumu” gerutu Evelyn sambil mengunyah makanannya.


“ Telan lah dulu makananmu itu baru bicara “ jawab Doni .


Evelyn pun kesal dan tiba-tiba saja Doni mendekat ke arah Evelyn menjadi terkejut.


“ kau mau apa? “ tanya Evelyn


“ Lihatlah, kau makan seperti anak kecil saja “ sambil mengelap bibir Evelyn yang belepotan oleh selai kacang.


“ Huh itu semua karena mu, kau tadi menarikku “ jawab Evelyn kesal , Doni tertawa


“ ayo cepat jalan” pinta Evelyn


Doni pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah mereka , dia mengendarai mobil itu dengan kecepatan yang agak tinggi karena dia takut terlambat ke kantor . Evelyn hanya diam saja di perjalanan sampai tibalah mereka di depan kampus Evelyn .


Evelyn membuka pintu mobil dia akan keluar namun tangannya di tarik Doni dan membuatnya terduduk kembali


“ Ada apa la” belum sempat Evelyn menyelesaikan perkataannya Doni langsung mencium bibir Evelyn .


“ belajarlah yang rajin “ ucap Doni setelah melepaskan ciumannya dari Evelyn


“ Hm” lalu Evelyn pun keluar dari mobil tersebut. Evelyn melangkah ke dalam area kampus dan tiba-tiba dia di berpapasan dengan seorang wanita lalu wanita itu tiba-tiba saja menamparnya.

__ADS_1


Evelyn sedikit meringis kesakitan.


“ dasar perempuan murahan! Apa satu pria saja tak cukup untukmu? Dulu Alan sekarang kau dengan Doni huh dasar perempuan tak tau diri ! " maki perempuan itu


“ apa maksudmu ? “ tanya Evelyn tak mengerti


“ huh, pandai sekali kau bersandiwara, tapi lihat saja aku akan merebut semuanya darimu ! Ancam wanita itu .


“ ada apa ini?” tanya Alan.


“ Alan, dia tiba-tiba saja menamparku!” evelyn mengadukan hal itu pada Alan .


“ Lusi , sudah ku peringatkan padamu kalau kau sampai melukai Evelyn kau akan membayarnya berkali-kali lipat apa kau meremehkan kata-kata ku Lusi “ sambil memegang muka Lusi dan menekannya.


Lusi tiba-tiba menangis, Evelyn dan Alan pun menjadi bingung .


“ Kau, demi wanita itu , kau mengancamku Alan, aku ini tunanganmu Alan kenapa kau malah membelanya “ jawab Lusi sambil menangis .


Evelyn pun terkejut.


“ Benarkah itu Alan ? Kau sudah bertunangan dengannya ? Kenapa kau tak memberitahuku Alan? " tanya Evelyn


“ hei perempuan brengsek , aku beritahu kau iya aku dan Alan sudah bertunangan dengannya sudah enam bulan yang lalu tapi kau datang diantara kami " jawab Lusi sinis


Evelyn pun kaget dia pun menatap Alan meminta dia untuk menjelaskan semuanya tapi Alan hanya diam .


Evelyn pun berlari meninggalkan mereka .

__ADS_1


Hatinya sakit tapi tak sesakit saat Alan menyembunyikan semuanya dari dirinya.


__ADS_2