
Hatinya sakit tapi tak sesakit saat Alan menyembunyikan semuanya dari dirinya.
“ mereka semua sama saja mereka membohongiku “ ucap Evelyn
Dia menghapus air matanya dan berjalan ke dalam kelas, dia melihat Nela sudah datang dai menghampiri Nela
“ Evelyn, kau masuk “ sapa Nela senang sekaligus terkejut
“ Iya tentu saja” jawab Evelyn lirih
“ ada apa ? Kau habis menangis? Apa dia melakukan hal buruk lagi padamu?” selidik Nela pada sahabatnya
“ tidak , aku tadi berjalan lalu aku di tampar oleh seorang wanita dan alan pun datang" jawab Evelyn
“ Untung saja Alan datang pasti perempuan itu sekarang sudah di beri pelajaran olehnya, benarkan " sahut Nela
“ Iya untung saja Alan datang kalau tidak aku tak akan pernah tau kebohongan yang di lakukannya selama ini padaku” sambil meneteskan air mata.
“ Apa maksudmu? Nela kebingungan
“ Alan sudah memiliki tunangan dan perempuan yang menamparku adalah tunangannya dia marah kepada ku “ kata Evelyn kesak
“ apa!? Kau serius " jawab Nela syok
“ Iya seriuslah " imbuh evelyn
“ sudah lah tak usah dipikirkan, mungkin saja Alan punya alasan sendiri menyembunyikan itu semua darimu " kata Nela menenangkan
" Iya mungkin, tapi aku juga heran kenapa dia juga menyebut soal kak Doni, dan saat dia berbicara dia seperti sangat marah , apa dia kenal dengan kak Doni atau jangan jangan mereka berdua punya hubungan " Evelyn mulai merasa curiga.
“ Hais, apa kau cemburu ? " goda Nela
“ tidak, untuk apa aku cemburu?" jawab Evelyn sinis
“ Tapi ada bagusnya kan kau ketemu dia, jika memang perempuan itu memiliki hubungan dengan Doni dan kau bisa membuktikan pada ayahmu, mungkin saja kau bisa bercerai dnegan nya" kata Nela memberi saran
“ Wahhh, nela bagus juga idemu itu? Tumben kau pintar “ Evelyn memuji Nela
__ADS_1
"Huh, dasar “ jawab Nela
Kelas pun di mulai, Evelyn pun mengikuti mata kuliahnya dengan baik sampai akhirnya kelas di bubarkan.
“ Mau makan dulu Vel? " tanya Nela
“ em boleh, kita nongkrong di tempat biasa saja" ajak Evelyn
" oke " jawab Nela singkat
Mereka pun ke tempat mereka bisa nokrong, Evelyn memesan satu smothie stroberi , satu capucino dan dua potong kue rasa coklat.
“ Evelyn, kau tidak apa-apa tak langsung pulang?" tanya Nela
“ Memang kenapa?" jawab Evelyn sambil memakan makanannya.
“ apa suamimu itu tak marah jika kau tak segera pulang? " tanya Nela lagi
“ Tidak, dia sedang di kantor dia pasti sibuk , tenang saja" jawab Evelyn santai
“ Baru saja di omongin" gerutu Evelyn
“ halo, ada apa? " jawab Evelyn dingin
“kau dimana ? " tanya Doni
“ Aku sekarang di cafe " jawab evelyn lagi-lagi dengan dingin.
“ kuliahmu sudah selesai?" tanya Doni
“ iya" kata Evelyn
“ dengan siapa kau di sana ? " tanya Doni penasaran
“ aku bersama Nela " jawab Evelyn.
“ oh baiklah, kalau gitu lanjutkan saja, nanti jika kau sudah mau pulang kau hubungi aku akan menjemputmu" imbuh Doni
__ADS_1
“ Tidak perlu kak , aku pulang dengan Nela saja kak Doni lanjutkan saja pekerjaannya, sampai ketemu di rumah " jawab Evelyn sambil menutup panggilan Doni .
“ Tapi,,,
“ huh, gadis ini selalu seenaknya sendiri " gumam Doni
“ Cie,, mulai mesra nih" goda Nela
“ Huh, itu cuma basa basi, biar dia tak marah denganku, lagi pula aku ingin mendekatinya supaya aku bisa mendapatkan bukti untuk lepas darinya" jelas Evelyn
“ gila , jika mereka berdua tidak ada hubungan gimana? Usaha mu akan sia-sia Vel" Nela menasehati Evelyn.
“ itu resiko, tapi kita tak tau hasilnya sebelum mencoba kan ?" tambah evelyn .
“ Terserah, tapi kamu harus hati-hati iya " jawab Nela pasrah
“iya iya” jawab Evelyn sambil mencubit pipi Nela karena gemas.mereka berdua menikmati waktu mereka bersama lalu.
" Udah sore, ayo antar aku pulang " pinta Evelyn
“ yuk" jawab Nala
Setibanya di rumah Doni
Evelyn segera masuk ke dalam kamar, dia memeriksa di semua laci tapi tapi tak menemukan apa pun dia pun pergi ke ruang kerja Doni namun tak ada hasil tapi dia teringat bahwa dulu Doni sebelum menikah dengannya dia menempati kamar di lantai yang sama namun dia berada di pojok .
Sialan ! Di kunci “ batu Evelyn
Dia ingin bertanya pada pelayan namun dia ragu, dia tahu sikap Doni, dia pasti yang menyimpan kunci itu.
Dia pun kembali ke ruang kerja suaminya dia memeruksa setiap tempat lalu dia melihat sebuah kotak kecil yang di taruh di pojok Kilemari, dia mengambil kotak tersebut dan dia pun melihat sebuah kunci . Evelyn tersenyum dia pun berlari ke arah kamar itu lagi dia mencoba membuka dan ternyata berhasil, kamar itu tampak gelap dan dia melihat ada tempat tidur besar dan dia membuka lemari, dia melihat banyak sekali pakaian wanita di dalam, dia kaget. Dia pun memeriksa lemari itu dan menemukan sebuah foto Lusi dan Doni. Di foto itu Doni hanya memasang wajah ynag datar tapi di sebelahnya Lusi tampak tersenyum bahagia sampul memegang seikat bunga mawar merah
“ Akhirnya aku menemukan bukti, tapi ini saja masih tidak cukup, aku akan membuat mereka sendiri yang mengakui semua ini “
Dia mengembalikan semuanya ke tempat semula dan masuk ke kamarnya sendiri.
Dia pun membersihkan dirinya, dia pun merebahkan dirinya di kasur dia memejamkan matanya.
__ADS_1