Continuous Love

Continuous Love
17


__ADS_3

Ada seorang gadis yang membuka peti ku, aroma tubuhnya begitu familiar aku pun terbangun dari tidur panjang, aku mengikutinya , aku melihat dia berpelukan dengan seorang pria, hati ku terasa sesak, aku tak suka melihat dia dengan pria itu.


Beberapa saat kemudian mereka pergi,


Aku keluar ke kastil dan menuju ke villa ku di dekat sini,


Aku duduk di ruang tamu ada seseorang yang datang padaku, dia adalah Erwin , dia anak dari saudara tiri ayahku, dia juga adalah sahabatku, aku dan dirinya berbincang- bincang sangat lama sampai kemudian dia pergi menerima panggilan dari ponselnya.


Tak lama setelah itu ada lagi yang datang, ya mereka adalah orang orang yang tadi di kastil, salah satu dari mereka bertanya padaku tapi di jawab oleh Erwin, yang ternyata putri Erwin, tapi aku tak tertarik dengan hal itu, aku lebih tertarik dengan gadis yang saat ini menggandeng lengan pemuda itu dengan sangat erat, dalam hati aku bertanya apa hubungan mereka berdua.


Erwin menyuruh anak nya mengajak teman nya ke lantai atas. aku memperhatikan mereka yang saat ini tengah berjalan melewati tangga, aku melihat gadis itu masih bergandengan tangan dengan pemuda di sampingnya, saat aku memandangnya dia menoleh ke arah diriku, aku tersenyum padanya tapi dia menatap diriku ketakutan.


Saat aku berjalan melewati halaman samping, aku melihat gadis itu ,dia sedang melihat kunang-kunang yang beterbangan di sana , mereka indah tapi tak seindah dirinya, aku menghampirinya, dia sepertinya takut denganku, aku iseng menggodanya tapi dia malah memanggilku paman, hais apa aku terlihat setua itu? Di memintaku melepaskan tangannya, aku pun melepaskan dia dan dia pun pergi.


Aku masih penasaran dengan gadis itu, aku memanjat ke atas kamarnya, dari balkon aku melihat di sedang tidur di pelukan pemuda itu aku menjadi sangat kesal.


Aku pun kembali ke kamarku, ke esokan paginya


“ Nela, aku dan Alan akan pulang hari ini” pamitku pada Nela.


Tiba- tiba Calvin datang, aku merasa takut,


“ kenapa terburu-buru, lagi pula kaliankan berangkat bertiga? kenapa kalian pulang terpisah, dan aku juga masih belum mengajak kalian jalan-jalan?” tanya Calvin padaku.


“ em itu, aku hanya ingin segera bertemu Tante ku “ jawabku sekenanya.


“ Ahh Vely, kenapa harus pulang hari ini sih” tanya Nela padaku


" oh Vely nama nya" batin Calvin.


“kami harus pergi , terima kasih iya sudah mengajakku kemari” Kata ku pada Nela. aku dan Alan berpamitan, Calvin menyuruh sopir mengantar kami sampai ke bandara.


Akhirnya aku dan Alan pulang ku kota S.


Sesampainya kami di rumah, aku melihat kak Doni sedang berada di ruang tamu, sepertinya dia sangat sibuk memainkan ponsel di tangannya, tapi itu bukan urusanku.


“ wah, kalian sudah pulang iya” tanya nya pada kami,


Alan tak menghiraukannya dan berlalu pergi sambil membawa barang kami,


“Apa kau menikmati liburanmu Vely sayang” tanya nya padaku.


“ Em iya, kami sangat menikmatinya” jawabku


"tumben kak Doni ke sini?" tanyaku


“ Kenapa kau hanya mengajak Alan saja “ tanya balik Kak Doni sambil mendekati diriku,


“ kak Doni, aku akan ke kamar dulu yah, dah” kata ku sambil berlari ke kamar dan meninggalkannya sendiri di ruang tamu.


“ gila,,, masa aku harus bertunangan dengan playboy seperti dia,,” kata ku kesal. Aku berbaring di kasur ku,


Aku ingin memejamkan mata ku sebentar namun ada suara yang membangunkan diriku..

__ADS_1


“ Vely , kau meninggalkan ku di bawah sendiri dan sakarang kau malah enak-enak an berbaring di sini, kau tega sekali dengan calon suamimu ini " kata kak Doni padaku,


“ hah calon suami?” tanyaku berpura- pura tak mengerti.


" apa ayahmu belum memberitahu tentang perjodohan kita?" tanya nya lagi. aku menggelengkan kepala ku.


"karena kau sekarang sudah tau, jadi kau harus tau bagaimana caramu bersikap" jawabnya sinis.


“ dengar iya kak Doni aku masih muda, aku ingin bersenang- senang menikmati masa muda ku dulu, aku belum mau menikah , apa lagi denganmu!" jawabku tak kalah sinis


“ bersenang- senang, dengan siapa ? Hem” tanya nya kesal sambil menggenggam tanganku,


“ bukan urusan kakak” jawab ku cuek


“ Vely jangan membuat kesabaranku hilang, kau hanya milikku mengerti” teriak kak Doni padaku ,


“ ada apa ini” tanya Om Rudi


“ beritahu dia, untuk lebih menghormati diriku” kata Kak Doni sambil berlalu pergi.


“ Vely sayang ada apa ini, mengapa Doni marah”


“ om Rudi katakan padaku om, apa benar ayah menjodohkan diriku dengannya?” tanya ku penasaran


“ Benar sayang, tapi itu semua demi kebaikanmu” jawab Om Rudi , aku membanting pintu kamarku, di dalam kamar aku menangis.


“ kau tak pernah peduli padaku, dan sekarang kau ingin aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai, aku benci padamu ayah, sangat benci” kata ku sambil menangis


tok tok tok ,,


"Vel, buka pintunya" kata Alan di depan pintu kamarku.


aku pun bangun, dan membuka pintu.


" ada apa?" tanya ku


" kau dari tadi belum makan, ayo sekarang ikut aku " kata nya sambil menggandeng tanganku.


Di ruang makan aku melihat Kak Doni dan om Rudi yang sedang menikmati makan malam mereka.


aku duduk di samping Om Rudi, aku hanya diam.


" kenapa kau diam saja" tanya Alan.


aku hanya memandang kesal ke arahnya karena dia telah membangunkan diriku, dia seperti mengerti maksudku.


dia mengambilkan nasi dan beberapa lauk di piringku.


" wahh paman, Alan ternyata sangat begitu perhatian dengan calon istriku" kata Kak Doni seperti menyindir kami.


" yah mereka memang sudah tumbuh bersama sejak kecil jadi mereka begitu dekat, mereka seperti saudara, benarkah Vely sayang " sambil mengelus rambut ku.


" iyaa" jawab ku singkat.

__ADS_1


" hmmm, tapi perhatian Alan seperti perhatian yang di lakukan pada seorang kekasih" imbuhnya lagi


"uhuk" aku tersedak saat minum dan saat itu juga Alan berhenti makan,


" kau tidak apa-apa" tanya mereka berdua hampir bersamaan.


" aku sudah kenyang, aku akan kembali kekamar " jawabku sambil berdiri dari tempat duduk dan kemudian berjalan ke kamar.


"Vely tunggu" suara Kak Doni memanggilku, langkah terhenti.


" ada apa lagi?" tanya ku padanya.


" ada yang ingin aku bicarakan padamu, bisakah kau ikut denganku sebentar" katanya lembut. Aku mengangguk dan mengekorinya ke ruang baca milik om Rudi .


" ada apa cepat katakan" kata ku sinis.


" kau sudah tau tentang kami?" tanya nya dengan serius.


" Ya, memang kenapa?" jawab ku enteng. dia tersenyum lega dan dia kemudian memeluk diriku


" lepaskan , brengsek!!!" kataku kasar sambil mendorongnya dari diriku


dia menarikku dan mendekap diriku, aku melawan tapi tenaganya sangat kuat aku tak bisa lepas darinya, aku berteriak namun percuma karena ruangan itu kedap suara.


dia mendorongku ke kursi.


" apa, apa yang ingin kau lakukan?" tanya ku ketakutan, dia mencoba menodai ku, tapi aku berhasil kabur darinya.


" Vely , ada apa dengan mu" tanya Alan cemas melihat diriku yang berantakan.


Alan kaget melihat Kak Doni sudah berada di belakang ku,


" apa yang kau lakukan padanya" kata Alan dengan marah.


aku pun pergi ke kamar, aku tak peduli dengan mereka berdua. Aku membersihkan diriku dan aku tidur.


Paginya, aku berangkat pagi sekali ke kampus, aku tidak ingin berbicara dengan orang rumah itu.


" Vel, tumben kau datang tepat waktu" kata Nela padaku


" kenapa kau tak membalas pesanku tadi malam" tanya Nela lagi


" aku capek jadi aku tidur dan tak mendengar bunyi ponsel " kata ku singkat.


" hei, ada apa denganmu kau terlihat sangat kesal" tanya Nela penasaran. Tapi Aku hanya diam.


Dosen kami datang dan memperkenalkan dosen pengganti yang baru. pertama aku tak menghiraukan kata dosen, batinku mungkin dia seorang pria atauwanita tua, tapi banyak mahasiswi yang histeris saat dosen itu datang, ya aku ikut terkejut tapi bukan karena terpesona tapi lebih karena merasa takut.


" astaga, dia lagi" pikirku dalam hati.


Dia tersenyum ke arahku, aku menutup wajahku dengan buku.


setelah perkenalan dia mulai mengajar kami, sekitar jam 12 siang akhirnya mata kuliah ku selesai.

__ADS_1


__ADS_2