
Alan yang masih berdiri diam pun tersadar.
" brengsek! aku tak akan membiarkanmu melakukan apapun kepadanya, " kata Alan kesal bercampur cemburu dia berfikir macam-macam tentang mereka berdua, ponselnya berbunyi.
" ada apa?" kata Alan ketus
" bagaimana , kau sudah menemukan calon istriku?" tanya Doni.
" meski aku sudah menemukannya aku tak akan memberitahu dirimu, kau tak pantas dengannya " kata Alan kesal mendengar Doni menyebut Evelyn sebagai calon istrinya namun Doni hanya tertawa
" hahaha, kau pikir kau juga pantas bersamanya, kau bahkan tak mampu berbuat apapun kau itu seorang pengecut, dan kau juga tahu benar bagaimana watak Vely, dia tak akan mau dengan seorang pengecut dia akan lebih memilih orang yang ingin berusaha mendapatkannya meski ada tidaknya perasaan Vely pada orang itu,, kau pahamkan maksudku " kata Doni
"cihh, kau jangan terlalu percaya diri ,, dia juga takkan pernah memilihmu karena kau adalah pilihan dari orang yang sangat dia benci,, satu hal lagi meski aku tak akan bisa mendapatkannya aku tak akan membiarkanmu mendapatkan dirinya " kata Alan memperingatkan
" kau berani mengancamku Alan , kau pikir kau berhadapan dengan siapa hah?" kata Doni yang mulai marah
" tentu saja aku tahu tapi yang akan melawan dirimu bukanlah aku,, lihat saja kau tak akan pernah bisa mendapatkan Vely dan merebut Vely darinya " kata Alan meledek
" apa maksudmu? siapa yang sedang kau bicarakan?" tanya Doni mulai penasaran.
" huh, kau mengatakan bahwa kau adalah calon suaminya tapi kau tak tau tentang calon istrimu dan kekasihnya itu? aku sangat kasihan dengan dirimu,, " Alan menutup teleponnya.
" hei brengsek,, " Doni membanting ponselnya.
__ADS_1
" siapa yang di maksud Alan ?" batin Doni dia pun pergi menemui seseorang .
orang yang di temuinya adalah ayah Evelyn.
" paman, apa kau sedang sibuk?" tanya Doni
" tentu saja seperti yang kau lihat " kata ayah Vely sambil menghadap ke laptopnya.
" baiklah, nanti saja kita bicarakan" kata Doni yang mulai beranjak pergi dari ruangan ayah Evelyn .
" katakan ada apa ?" ayah Evelyn mulai menutup laptopnya dan beranjak dari tempat duduknya menghampiri Doni.
" kenapa kau seperti memikirkan sesuatu?" tanya ayah Evelyn.
" paman kenapa kau ingin menjodohkan aku dengan putrimu?" tanya Doni
" tapi,, apa kau sudah memberitahu Vely tentang semua ini?" tanya Doni
" iya aku sudah berbicara padanya" jawab ayah Evelyn
" apakah dia setuju ? " Doni terus saja bertanya dan ayah Evelyn kemudian menghampirinya dan memegang bahu Doni.
" aku tak perlu mendengar persetujuan apapun darinya, dia hanya bisa menuruti ku,, kau kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu? apa kau ada masalah dengan Evelyn ,, apa Alan masih mendekatinya ,, tenang saja aku dan Rudi sudah menyiapkan segalanya, Alan tidak akan mengganggu dirimu dan Evelyn lagi " jelas Ayah Evelyn .
__ADS_1
" apa paman sudah tahu kalau putrimu kabur dari rumah Alan ?"
" kabur? bagaimana bisa ? aku sudah menyuruh Alan mengawasi nya" jawab ayah Evelyn.
" kau menyuruh Alan yang mengawasi,, paman kenapa kau terlalu percaya dengan Alan dia jelas-jelas sangat menentang ku, bisa saja dia yang membawa Vely pergi"
" cukup Doni, aku percaya Alan , Alan tak akan melakukan hal itu, tapi jika putri ku sendiri yang menentangku aku masih percaya " jawab Ayah Evelyn.
"maksud paman, Evelyn sendiri yang ingin pergi ? " tanya Doni merasa tak percaya.
" jadi benar yang di katakan Alan ,jika Vely pergi dengan kekasihnya" imbuh Doni
" kekasih? huh,, aku kira putriku itu hanya berbohong padaku , tenyata dia memang memiliki kekasih " kata Ayah Evelyn sambil duduk kembali di kursinya.
"paman sudah tau" tanya Doni , dan di jawabnya dengan anggukan pelan.
" carilah putriku dan bawa dia pulang kau adalah calon suaminya kau harus berusaha menjauhkan dia dari laki-laki lain, aku sudah membantumu mengurus Alan sekarang kau harus bertindak sendiri untuk mendapatkan hati putriku,, aku sudah memberimu kepercayaan kau harus menggunakannya sebaik mungkin , tapi jika kau melakukan hal buruk padanya kau akan mendapat perhitungan dariku,, sekarang pergilah aku masih ada urusan" jawab Ayah Evelyn sambil menyuruh Doni pergi. Doni pun segera pergi dari ruangan itu.
di kampus.
" hei ada yang ingin aku bicarakan padamu" kata Alan sambil menghampiri Nela.
"ada apa? " tanya Nela dengan cuek
__ADS_1
" kau tau sahabatmu dimana? aku ingin menemuinya" tanya Alan langsung
" dia di rumah pamanku, tapi aku tak akan membiarkanya menemuimu, aku tak suka kau membuat Evelyn sedih ,, biarkan Evelyn bersama paman , aku yakin paman bisa menjaga Evelyn dengan baik,, " kata Nela yang kemudian berlalu meninggalkan Alan sendiri.