
Meski sekarang Evelyn tahu bahwa mereka tak akan mungkin dapat bersama tapi setidaknya Calvin pergi darinya bukan karena kehendaknya sendiri melainkan karena keadaan memaksa mereka untuk berpisah .
“ ehem” celetuh Doni sambil menghampiri Evelyn .
“ Kau sedang memikirkan siapa? ” tanya Doni
“ aku tidak memikirkan siapapun” jawab Evelyn ketus
“ dengar iya sekarang kau adalah istriku, jadi kau tak boleh memikirkan siapapun “ kata Doni tegas sambil memegang wajah Evelyn sambil menatapnya
“lepaskan aku kak, ini sakit” pinta Evelyn karena merasa kesakitan karena Doni menekan wajahnya.
Doni segera melepaskan tangannya dari Evelyn , dia pun pergi meninggalkan Evelyn .
“ kenapa dengan diriku? Kenapa aku menjadi sangat kasar padanya? Aku harus bisa mengontrol emosiku kalau tidak dia pasti akan lebih membenci diriku” batin Doni dia pun segera pergi ke kantor.
Di waktu yang sama ponsel Evelyn berdering, Evelyn langsung mengambil ponselnya
“ Halo Tante Merry? “ ucap Evelyn senang
“ Hai sayang, apa Doni memperlakukanmu dengan baik? “ tanya Merry
“ ya dia sedikit lebih lembut “ jawab Evelyn lirih
“ Hais, kenapa kau seperti tidak bersemangat sayang? apa kau sedang lelah ?" goda Merry
“ Aku tidak suka di sini Tante, aku ingin tinggal bersama Tante saja" jawab Evelyn
“ Vely sayang, kamu sekarang sudah menjadi istri Doni jadi kamu harus tinggal dengannya, jika kau tinggal dengan tantemu ini Doni bagaimana? " jawab Merry lembut
“ kalau begitu Tante ikut temani aku di sini saja ya" ajak Evelyn
“ hahaha sayang kau ini lucu sekali, dengar iya jika Tante ikut bersama mu nanti akan mengganggu waktumu dengannya " kata Merry gemas karena Evelyn merengek seperti anak kecil
“ Tante tau kan aku tak suka dengannya" jelas Evelyn
“ Belajarlah untuk menerimanya sayang, lama lama pasti kau akan menyukainya " ucap Merry tegas.
__ADS_1
“ Tidak ,, sampai kapanpun aku tak akan pernah menyukainya" jawab Evelyn kesal karena tantenya itu menolak ajakannya
“ Vely jangan keras kepala sayang, kau harus bisa menerimanya mau tidak mau kau adalah istri sahnya kau harus mematuhi dan melayani Doni dengan baik, kau mengerti sayang" omel Merry
“ mengapa Tante membelanya, apa Tante juga mendukungnya" jawab Evelyn semakin kesal dengan nada yang sedikit kencang
“ bukan itu maksud Tante sayang, hanya saja .." belum selesai Merry berbicara Evelyn memotong
“ Sudahlah Tante, menurut ku kejadian ini memang sudah kalian rencanakan, benarkan" selidik Evelyn
“ Vely apa maksudmu sayang, kau menuduh Tante" kata Merry dengan nada yang sedikit panik
“ aku tak berkata seperti itu, sudah dulu ya Tan, terima kasih karena telah mengkhawatirkan ku" pamit Evelyn sambil menutup telepon
“ Vely,, sayang dengarkan Tante mu ini” kata Merry tapi Evelyn sudah menutup panggilannya. Merry mulai cemas
“Bagaimana ini, Vely sepertinya mulai mencurigai diriku , jika Vely mengetahui semuanya aku takut dia akan membenciku" gumam Merry. dia mencoba menghubungi seseorang .
Dan di waktu yang bersamaan di tempat Evelyn hanya melamun di kamar
Tok tok tok
Mendengar pintu kamarnya di ketuk Evelyn pun membuka pintu
“ permisi nona , tuan Marcel datang untuk mengunjungi anda “ jelas pelayan itu.
“ dimana dia ?” tanya Evelyn
“ tuan menunggu di ruang tamu nona “ jawab pelayan tersebut.
“ baiklah , aku akan menemuinya” sambung Evelyn
Evelyn berjalan menuju tempat ayahnya berada dan ayahnya saat ini duduk di sofa
“ ada apa?” tanya Evelyn sambil memandang ayahnya dengan tatapan dingin
“ Vely, ayah kesini untuk menemuimu sayang, apa ayah mengganggu waktu kalian?" jawab Marcel dengan lembut
__ADS_1
“ Tidak" kata Evelyn ketus , Marcel merasa sedih karena sikap Evelyn padanya tapi dia masih bersabar dia ingin mengambil hati anaknya itu.
“ kemana Doni , aku dari tadi tak melihatnya “ tanya Marcel sambil melihat kesana kemari
“ dia pergi ke kantor" jawab Evelyn masih dengan ekspresi dingin
“ apa!!! Kalian baru saja menikah kenapa dia tak mengambil cuti dulu" ucap Marcel kaget, dia merasa kesal karena Doni masih bekerja dan tak menemani putrinya tapi dia kembali berfikir mungkin ada alasan Doni pergi bekerja
“ ya mungkin dia merasa bosan di rumah dengan diriku" jawab Evelyn santai
“ Vely, apa kau membuatnya marah? Dia itu suami kau seharusnya bersikap baik padanya" kata Marcel menasehati putrinya
“ kenapa kau marah? Sebenarnya anakmu itu aku atau dia !" Evelyn mulai kesal karena ayahnya selalu membela Doni
“ Vely kenapa kau masih saja keras kepala, kau sudah menikah kau harus merubah sikap mu, jangan seperti anak kecil Vely " sambung Marcel
“ Sudahlah jika anda hanya ingin datang unfuk menceramahiku lebih baik anda pulang saja dari sini " jawab Evelyn . Marcel merasa kesal atas ucapan Evelyn dia berdiri dan menghampiri Evelyn
“ Beraninya kau mengusirku" kata Marcel kasar sambil mengayunkan tangannya ke arah Evelyn , Evelyn kaget dia tak bisa menghindar
Plak !!! tangan Marcel mendarat di pipi Evelyn yang halus itu dan meninggalkan bekas merah .
“ kau menamparku? “ sambil memegangi wajahnya yang mulai merah dan sedikit meringis karena kesakitan.
“ Vely , dengarkan ayah tidak bermaksud”
“stop ! jangan dekati aku! kau ingin aku bersikap baik padanya kan ? baiklah jika itu yang kau inginkan , aku akan menurutinya tapi sekarang pergi lah dari sini , aku ingin istirahat “ kata Evelyn sambil menahan rasa sakit .
“ Vely “ Marcel berusaha memanggil putrinya yang kini sudah berlari ke tangga dan
Evelyn pergi ke kamarnya dan menutup pintu dengan suara yang keras
“ hiks hiks ,, kau menamparku demi dia ,, kau bahkan tak pernah peduli terhadapku selama ini tapi demi dirinya kau melakukan apapun“ Evelyn menangis setelah beberapa saat dia mulai tenang.
Dia kemudian menghapus air matanya dan mengambil tas serta ponselnya dan berjalan keluar kamar dengan buru-buru.
Dia melihat di ruang tamu sudah kosong dan dia pergi keluar .
__ADS_1