Continuous Love

Continuous Love
10


__ADS_3

Namaku Alan,aku adalah teman Evelyn, aku juga kuliah di Universitas yang sama dengannya, tapi sejak Evelyn menyatakan cinta padaku, aku tak lagi berhubungan dengannya aku terlalu takut untuk bertemu dengannya, mungkin sekarang dia membenciku, aku selalu berusaha menghindarinya, akhirnya saat aku berjalan menuju ruang kelasku,aku tak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu terjatuh dan aku berusaha memembantunya berdiri tapi tangan ku di tepisnya dan dia berkata sinis.


Saat aku akan melangkah pergi diapun memanggil namaku, aku merasa tak asing dengan suara itu.


Aku menoleh, dan ternyata itu Evelyn, aku bertanya padanya tapi dia jawab dengan cuek dan dia pun pergi.


Saat di parkiran, aku melihat Evelyn dan temannya di ganggu oleh mahasiswa lain, aku menghampiri mereka dan menyuruh mereka pergi, akhirnya orang-orang itu kabur.


Karena khawatir aku bertanya kepada Evelyn dan temannya, temannya menjawab bahwa mereka baik-baik saja, Evelyn hanya diam lalu aku mengajaknya pulang tapi dia menolak, saat itu juga aku merasa bahwa Evelyn sangat membenciku, akhirnya aku pun pergi.


Di perjalanan pulang aku masih memikirkan dirinya, tiba- tiba aku menghentikan motorku di sebuah rumah, rumah itu tak terlalu besar tapi penuh dengan bunga di pelataran rumah tersebut.


Rumah itu tampak sepi, aku mencoba mengetuk pintu depan tapi tak ada jawaban, akhirnya aku duduk di kursi kayu di teras rumah sambil menunggu sang pemilik pulang.


Beberapa menit aku menunggu sang pemilik rumah akhirnya tiba. Dia melihatku dengan tatapan terkejut.


“Alan,, kenapa kau di sini?” tanyanya.


Aku menjawab” aku kebetulan lewat jadi aku sekalian mampir” dengan asal.


Rumah itu adalah rumah Evelyn, aku dan Evelyn dulu tinggal bersama tapi 2 tahun lalu Evelyn pindah dengan tantenya, sejak saat itu aku dan Evelyn tak lagi bertemu meski jarak rumah ku dan rumahnya tak begitu jauh hanya empat puluh lima menit perjalanan tapi aku tak pernah datang ke sini, Evelyn dan Tante juga tak pernah lagi ke rumah.


“Ayo masuk” ajak Evelyn padaku, aku pun mengekorinya masuk ke dalam.


“duduklah, akan ku buat kan minum dulu” kata Evelyn mempersilahkan.


“tak perlu repot- repot, aku ke sini untuk bertemu Tante “ jawabku.


“Tante sedang bekerja, dia selalu pulang malam, jika kau ingin menemuinya kau bisa pergi ke tempat kerjanya, kau tau kan ?” jelas Evelyn .


“Em, tidak perlu ,,, aku bisa menunggunya di sini” kata ku mencari alasan agar bisa menemaninya.


“apa Tante sering pulang malam?” Tanya ku,


“ Iyaa,,, “ jawab Evelyn singkat.


Aku merasa bersalah, dalam hati ku” jadi selama ini dia sering di tinggal sendiri, dia seorang gadis , bagaimana bisa tante membiarkan nya sendiri di rumah malam-malam, jika terjadi apa-apa, stop Alan jangan berpikiran macam-macam,”


Hari mulai sore, aku masih di rumah Evelyn, di sebrang sana aku melihat Evelyn sibuk dengan ponselnya.


“Apa kau sudah makan” kataku,

__ADS_1


Dia hanya menjawab dengan menggeleng kan kepalanya,


Aku menariknya dan mengajak dia keluar.


“ayo ikut aku,”


“hei, jangan menarikku seperti ini,,, tanganku sakit” katanya


“Maaf” jawabku


aku melihat pergelangan tangannya memerah,


“Ya Tuhan ,,, aku melukainya”batinku.


Dia seperti sedang sangat kesal.


Aku membantunya mengunci pintu, dan akhirnya kami berangkat menuju sebuah restoran tempat kami dulu sering menghabiskan waktu berdua.


Di perjalanan aku dan dirinya hanya diam, sampailah kami di sebuah restoran favorit kami, aku menghentikan motor dan kami pun berjalan bersama memasuki tempat itu. Kami duduk di tempat yang agak terpojok tapi di sampingnya ada kaca besar yang memperlihatkan taman yang indah dan juga air mancur, ini adalah spot favorit kami di sini.


"kau , mau pesan apa?" tanya ku dengan penuh perhatian.


"apa kau masih marah padaku" tanya ku lagi.


"tidakk"jawabnya.


Aku memesan beberapa makanan favoritnya.


Beberapa saat makanan pun datang.


aku memesan pasta bolognaise untuk nya dan jus stroberi serta ice cream vanila kesukaannya, sedangkan untuk ku, aku hanya memesan capucino, aku tak memesan makanan berat karena tadi siang aku sudah makan terlalu banyak.


"kau tidak makan?" tanyanya.


"tidak,, aku sudah makan tadi"kataku.


"mau coba punyaku "dengan menyodorkan miliknya padaku,


"tidak usah," kataku lagi.


tiba-tiba dia menyuapiku,

__ADS_1


dia tertawa melihat ku terpaksa mengunyah makanan itu.


setelah selasai makan, kami bergegas pulang.


saat di parkiran aku memakaikan jaketku pada Evelyn,aku takut dia kedinginan karena dia hanya memakai kaos dan celana yang sangat pendek.


Satu jam perjalanan kami pun tiba di rumah, Kami tiba pukul 9 malam,


“tante masih belum pulang?” tanya Alan padaku.


“seperti nya belum, “ jawabku,


“Kalau begitu, ada akan tetap di sini sampai tante pulang” jelas Alan padaku.


“Apa!!! Kau tidak usah menemaniku, aku sudah terbiasa kok” jawab ku. Tapi sepertinya Alan mengabaikanku.


“Aku ingin mandi, di mana kamar mandinya?“


Lalu aku menjawab” di ruang makan kau terus saja lalu belok kiri, di sana ada kamar mandi”


“Tapi, aku tak membawa baju ganti, bisakah kau meminjamkan untukku?” tanya Alan


“Ya aku akan meminjami mu baju, kau mandi lah dulu, nanti akan ku siapkan” jawabku,


Aku naik ke atas untuk mengambil handuk dan baju itu


“Alan, ini handuk dan baju nya aku taruh di depan pintu iya” kata ku sambil teriak, Suara pintu terbuka,


“Mana handuknya" tnaya Alan.aku memberikan handuk itu padanya, dia hanya muncul di balik pintu hanya memperlihatkan wajah dan tangannya, lalu ia kembali menutup pintu.


Aku pun juga mandi, tapi aku mandi di kamar mandi yang ada di lantai atas, setelah aku selesai mandi aku berjalan menuju lantai dasar, saat aku berada di tangga aku melihat Alan yang memakai celana panjang yang aku berikan padanya, dia berlenjang dada, aku melihat otot – otot tubuhnya yang bagus itu.


“Sial,, kenapa Alan sangat keren tanpa baju, “ batinku,


“Kenapa kau tak memakai baju yang aku berikan?” tanya ku sambil tersenyum


“Kau mau aku memakai baju ini, “ sambil memperlihatkan baju itu,


Aku pun hanya tertawa mengejek.


Untuk celana yang ia kenakan memang pas untuk ya dan modelnya juga bagus meski di pakai seorang pria tapi untuk kaosnya meski lengan panjang kaos itu cukup ketat untuknya.

__ADS_1


__ADS_2