
Pintu kamarnya di ketuk dia segera membuka pintu.
“ paman ?” sapa Alan kepada Marcel yang sudah berada di depan pintu kamarnya.
“ Alan ikut aku keluar sebentar “ ajak Marcel
Alan mengikutinya , Marcel dan Alan pergi ke sebuah ruangan yang berada jauh dari kamar Evelyn . Marcel duduk di kursi Alan pun mengikutinya dia duduk berhadapan dengan Marcel.
“ Alan , apa kau tahu kenapa aku mengajakmu kesini?” tanya Marcel kepada Alan
Alan menggelengkan kepalanya.
“ aku ingin membicarakan sesuatu yang serius dengan mu tentang masalah Evelyn “ kata Marcel menjelaskan maksudnya .
“ ada apa paman? “ tanya Alan penasaran.
“ aku sudah mendapatkan semua informasi tentang hubungan Doni dan Lusi, ternyata mereka punya hubungan yang sangat dekat , dan aku juga sudah mengurus perceraian Evelyn dan Doni “ sambil menyodorkan sebuah map yang berisi barang bukti .
Alan terkejut tapi dia merasa senang karena Evelyn akan segera bebas dari Doni .
“ tapi paman kenapa paman tak membicarakan semuanya dengan Vely saja ?” tanya Alan pada Marcel
“ aku tak perlu melakukan hal itu karena dia pasti setuju dengan semua ini karena dari awal dia tak menginginkan semua ini” jawab Marcel lirih .
“ tapi kenapa paman membicarakan semua ini kepada ku? “ tanya Alan lagi , Marcel menghela nafas
“ Aku ingin setelah Evelyn dan Doni berpisah aku akan mengirim kalian ke luar negeri, dengan begitu kalian bisa hidup bahagia bersama” jawab Marcel membuat Alan sedikit terkejut
“ Tapi paman aku dan Vely mungkin tak bisa bersama lagi" bantah Alan
“ tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Alan, kau adalah cinta pertamanya dan kalian bersama dari sejak kecil kau pasti bisa mendapatkan hati Vely lagi, jika yang kau khawatirkan adalah masalah Vely dan Calvin kau tenang saja, mereka hanya baru kenal lama-lama Evelyn pasti akan melupakan nya” jelas Marcel untuk membuat Alan tak putus asa.
“ tapi paman apa Evelyn akan setuju dengan semua ini?” tanya Alan sedikit cemas
__ADS_1
“ dia akan setuju Alan , aku akan memberikan alasan yang tepat untuk semua itu dan yang harus kau lakukan adalah membuat Vely bahagia di sana” jelas Marcel tegas
“ baiklah paman” jawab Alan sopan
Alan pun kembali ke kamarnya dan merenungi semua yang terjadi .
“ saat aku sudah mulai menyerah, ada jalan yang membuat ku bisa lagi bersamanya, tapi apa mungkin dia mau menerima ku ? apa dia akan melupakan orang itu? entah kenapa aku merasa perasaan Evelyn padaku tak seperti perasaannya pada Calvin , aku merasa perasaan mereka begitu kuat , bisa kah aku mendapatkan evelyn? huh baiklah jika dia belum mau menerima ku aku akan berusaha untuk membuatnya menerima diriku, aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, kau harus berjuang Alan ” batin Alan .
“Alan , kenapa kau senyum-senyum sendiri” tanya Evelyn membuyarkan lamunannya.
“ ahhh tidak apa -apa” jawab Alan sekenanya.
“ Huh, kau darimana ? Aku tadi mencarimu “ kata Evelyn sedikit kesal
“ aku dari luar mencari udara segar “ jawab Alan berbohong .
“ Oh “ Kata Evelyn singkat .
“ kau belum tidur? “ Tanya Alan
“ Tidak , kau tak boleh minum minuman seperti itu “ jawab Alan tegas
“ Ayolah Alan sekali saja” rengek Evelyn .
“ ini sudah malam, jika ayahmu tahu dia akan marah“ jelas Alan
“ Aku tadi melihat ayah keluar, ayolah ” jawab Evelyn manja
“ baiklah, dimana ayahmu menyimpan minuman itu” jawab Alan
“ Ada di ruang bawah , di belakang dapur “ jawab Evelyn semangat karena Alan memenuhi permintaannya.
“ baiklah aku akan mengambilnya” Alan berjalan keluar menuju tempat yang di beritahukan Evelyn dia mengambil dua botol dan membawanya kekamar .
__ADS_1
“ ayo kita bermain kartu jika kalah maka harus mendapat hukuman dengan meminum itu “ sambil menunjuk ke arah botol tersebut Alan pun menuruti Evelyn, mereka berdua bermain dan Evelyn selalu kalah dia pun harus meminum minumannya yang membuat dia menjadi mabuk Alan yang tahu Evelyn sudah mabuk menghentikan permainnya.
“ Evelyn kau sudah mabuk, ayo aku antarkan ke kamarmu” ajak Alan sambil berdiri
“ Tidak mau aku mau disini “ jawab Evelyn masih bersandar di kursi
“ Kau ini bicara apa sih ayo aku antar ke kamar “ jawab Alan sambil mengangkat tubuh Evelyn agar berdiri.
“ Alan badanku panas “ rengek Evelyn
“ ada apa lagi ? “ tanya Alan sedikit kesal karena tingkah Evelyn .
Evelyn memeluk tubuh Alan dan mendorongnya agar duduk . Evelyn duduk di pangkuan Alan
“ Vely lepaskan, jika kau seperti ini kau bisa membuatku kehilangan kendali atas diriku Vely, aku tak mau menyakiti dirimu” Evelyn tiba-tiba menangis sambil memeluk Alan
“ huhuhuhu kenapa mereka membohongi Alan, kenapa mereka tega melakukan hal ini pada ku “ kata Evelyn sambil menangis.
“vely sudah jangan menangis aku akan menjagamu aku tak akan membiarkan mu terluka lagi, sekarang diam lah” jawab Alan membuat Evelyn terdiam beberapa saat dan tiba-tiba saja Evelyn mencium Alan.
“ oh shit ! jangan salahkan aku Vely, kau dulu yang memulai” batin Alan dan dia pun membalas ciuman Evelyn mereka hanyut dalam ciuman itu, sampai-sampai evelyn sudah membuka baju Alan, ciuman Alan turun ke leher dan ke bawahnya lagi, dia melepas baju Evelyn dan melemparnya ke tempat lain, dan kemudian Alan membenamkan wajahnya ke dada Evelyn .
“ Ahh Alan “ teriak Evelyn
Alan menggendong Evelyn ke ranjang dan membaringkannya dia mencoba membuka pakaian bagian bawah Evelyn, dia teringat bahwa Evelyn sedang datang bulan. Alan pun mengurungkan niatnya.
“ oh sial “ teriak Alan frustasi dia pun menyelimuti Evelyn .
Alan lalu pergi kekamar mandi dan mengguyur tubuhnya agar panas dalam tubuhnya menjadi hilang .
Setelah selesai dari kamar mandi Alan pun tidur di samping Evelyn . Mereka berdua terlelap dalam tidur hingga ke esokan paginya.
Evelyn terbangun dan melihat Alan di sampingnya, Evelyn sedikit merasa pusing karena terlalu banyak minum , Evelyn bangun dari posisi tidurnya dan dia terkejut melihat dia sudah bertelanjang dada tapi dia sedikit lega karena pakaian bawahnya lengkap dia pun memungut baju dan memakainya Evelyn meninggalkan Alan sendiri di kamar . Evelyn kembali ke kamarnya dan mengingat kejadian semalam, dia merasa malu karena sikapnya yang agresif kepada Alan dan Evelyn takut itu semua membuat Alan merasa bahwa dirinya masih memberi harapan untuk Alan.
__ADS_1
Evelyn segera membersihkan dirinya . Dia hanya mengenakan hotpants dan kaos yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya.
Evelyn berjalan menuruni tangga dia ingin menuju ke dapur namun dia mendengar teriakan orang di luar rumahnya dia merasa familiar dengan suara tersebut .Dia pun keluar dia melihat Doni sedang berkelahi dengan para penjaga rumah sambil meneriaki Evelyn untuk segera keluar.