
Mereka berdua pun pulang, di perjalanan Evelyn sibuk bermain ponsel.
Dia mengirim pesan pada Alan dan mengucapkan terima kasih karena mau datang untuk makan malam bersama , setelah itu dia menghapus semua pesan agar tak di ketahui oleh Doni .
“ Kak sepertinya ini bukan arah pulang” kata Evelyn sambil melihat ke arah samping.
“ iya kita akan mampir ke suatu tempat sebentar " jawab Doni lembut
“ Kemana ? “ tanya Evelyn penasaran .
“Nanti kau juga akan tahu” jawab Doni membuat Evelyn semakin penasaran .
akhirnya mereka sampai di rumah Merry .
“ Kak kenapa ke rumah tante? “ tanya Evelyn
“ apa kau tidak senang ? tanya balik Doni
“ iya tentu saja senang tapi ini sudah malam, aku takut kita menggangu Tante " jawab Evelyn
“ tenang saja tante mu tak akan marah padamu" jelas Doni sambil keluar dari mobilnya
, Evelyn pun mengikutinya.
Evelyn mengetuk pintu, dan Merry membuka pintu dia terkejut sekaligus senang karena Evelyn datang mengunjunginya.
“ Vely sayang kau datang? Tante sangat rindu padamu” sapa Tante Merry sambil memeluk Evelyn dan menciumnya.
“ aku juga rindu Tante “ jawab Evelyn senang
Merry pun mengajak mereka berdua masuk .
“oh iya Doni , kalian sudah bulan madu ? " tanya Merry pada Doni
“ Belum “ jawab Doni
“ hais, kalian pengantin baru kenapa tak pergi bulan madu" goda Merry
“ Tante sudahlah jangan menggoda kami terus“ jawab Evelyn
“ Ternyata keponakan Tante masih malu-malu" kata Merry sambil tertawa
Mereka bertiga banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol.
“ Kak, aku ngantuk , ayo kita pulang” rengek Evelyn
“ ayo , tapi pamit dulu pada Tante mu " jawab Doni
“ kalian ingin pulang? Sebaiknya kalian menginap saja di sini, sekarang sudah terlalu malam” pinta Merry
__ADS_1
“ emm baiklah Tante “ jawab evelyn
Evelyn tanpa sadar mengajak Doni ke kamarnya Doni hanya diam saja saat tangannya di tarik oleh Evelyn,
“ Huft aku rindu sekali dengan kasur kesayanganku “ kata Evelyn sambil merebahkan dirinya di kasur nya yang empuk.
Matanya mulai terpejam, namun Doni tidak, dia mengamati setiap sudut di kamar Evelyn , dan dia tertarik pada sebuah kotak musik di meja Evelyn, dia tersenyum
“ Setidaknya dulu aku berarti bagimu” batin Doni yang memegang kotak musik pemberiannya pada Evelyn .
Doni merasa panas dia baru menyadari bahwa sekarang adalah bulan purnama, dia segera bergegas turun dan berlari ke arah luar, dia tak ingin Evelyn mengetahui wujudnya karena selama ini Evelyn tak tahu apapun, padahal Evelyn sudah tahu semuanya dari Alan .
Di pagi hari nya Evelyn bangun tapi dia tak melihat Doni di samping nya, Evelyn berfikir mungkin Doni tidur di bawah karena kasurnya sempit tapi begitu di bawa dia tak melihat Doni , Evelyn mencoba mencarinya di luar tapi mobilnya masih ada diapun berjalan ke arah mobil tapi kosong,
Tiba-tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang .
“Kau sudah bangun? “ sapa Doni
“ Kak Doni habis darimana ? “ tanya Evelyn
“ aku hanya keluar sebentar, udara di sini sejuk, jadi aku berjalan-jalan sebentar" jawab Doni berbohong.
“ oh “ ucap Evelyn singkat
“kapan kita pulang” tambah Doni
“ em terserah kakak saja " jawab Evelyn .
“ Tapi kak kita belum pamitan ke Tante Merry , dan aku juga belum mandi “ jawab Evelyn
“ Tante mu sudah pergi dari tadi pagi, mandi di rumah saja” jawab Doni sambil masuk ke mobil
“ huh , baiklah aku akan pergi mengambil barang ku dulu dan mengunci pintu” tambah evelyn sambil berjalan masuk kedalam rumah,
"jangan lama-lama" jawab Doni
Setelah beberapa menit Evelyn masuk ke dalam mobil ,
Mereka pun pulang ke rumah, Evelyn berlari ke dalam kamar dan segera ke kamar mandi, dia segera mandi, tapi karena terburu-buru dia lupa membawa pakaian ganti, dia pun keluar sambil mengenakan handuk yang melilit tubuhnya, dia segera mencari pakaian tapi saat dia mencari pakaiannya Doni memeluk tubuhnya.
“ Harum “ bisik Doni di telinga Evelyn,
“ em kak, tolong lepaskan aku ingin ganti baju” pinta Evelyn sambil berusaha melepas pelukan Doni
“ tidak mau” sambil mencium leher Evelyn dari belakang, itu semua membuat Evelyn mulai panas,
“ ahh” kata yang membuat Doni seperti mendapat lampu hijau dia segera melumat bibir Evelyn , Evelyn mendorongnya menjauh
“ kak ini masih pagi, kau harus segera ke kantor “ kata Evelyn sambil merapikan dirinya
__ADS_1
“ Baiklah kita selesaikan ini nanti malam” ujar Doni sambil mengecup kening Evelyn dan Doni pun bersiap siap setelah itu dia berengkat ke kantornya.
“ huh untung dia segera pergi” batin Evelyn
Tiba- tiba saja Evelyn merasa nyeri di perutnya dia pun segera ke kamar mandi, beberapa saat dia pun keluar, dia tersenyum .
“ Ahh akhirnya aku punya alasan untuk menghindari kak Doni “ dia senang karena dia sekarang sedang datang bulan.
Tapi dia juga tidak senang karena dia merasa nyeri di perutnya akhirnya dia pun hanya berbaring di kamar seharian.
Sepulang dari kantor Doni segera masuk ke dalam rumahnya dia melihat sekeliling tapi tak melihat istrinya dia pun segera pergi kekamar, ketika membuka pintu dia melihat istrinya tidur di ranjang besarnya itu. Doni berjalan mendekati istrinya dan diapun ikut naik ke ranjang, dia memandang wajah istrinya yang cantik meski tertidur dia pun mencium kening istrinya supaya bangun tapi tak ada tanggapan dia mencium pipi nya tapi istrinya tetap tertidur dia pun mencium bibir istrinya yang mungil ciuman itu berubah menjadi lumatan yang membuat istrinya terbangun karena merasa sesak , istrinya yang kaget mendorongnya.
“ Kak Doni “ kata Evelyn kaget
Doni mendekati Evelyn dan menciumnya dan tangan nya mengelus setiap lekuk tubuh Evelyn menjadi panas, dia merasa nyaman di perlakukan begitu dia pun membalas ciuman Doni, Doni segera membuka baju Evelyn, dan memainkan bagian atasnya itu, Evelyn semakin panas dan ciuman Doni perlahan ke arah leher dan dadanya ketika Doni mencoba membuka celana Evelyn menghentikannya
“ Kenapa?” tanya Doni
“ maaf kak, aku sedang datang bulan “ jawab Evelyn lirih
“ sejak kapan?” tanya Doni
“ Em tadi pagi” jawab Evelyn
“ hais, seharusnya aku memakanmu dari kemarin “ kata Doni sambil merapikan dirinya.
“ Hah, maksud kak Doni “ tanya Evelyn polos
“ em bukan apa-apa “ jawab Doni sedikit kesal karena hasratnya yang tertunda
“ Apa kau sudah makan ?” tanya Doni lagi
“ belum, tapi aku tak bernapsu makan, perut ku sakit setiap datang bulan” jawab Evelyn .
“ apa perlu aku pijit “ kata Doni
“ akh tidak usah, aku akan tiduran saja , besok juga akan baikan" jawab Evelyn
“ Iya sudah kalau begitu” sambil mengambil handuknya.
Doni bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dia merasa tubuhnya tidak tenang karena hasratnya yang tak tersalurkan, setelah selesai mandi dia melihat Evelyn kembali tertidur.
Pikirannya sekarang di penuhi dengan nafsu, Doni menghubungi
seseorang dia segera pergi mengambil jaketnya dan meninggalkan Evelyn sendiri di rumah.
Dia tiba di sebuah apartemen dan seorang wanita membuka pintu, mereka berdua pun masuk .
“ Doni, tumben kau menghubungi ku” kata Lusi sambil memeluk lengan kekar milik Doni .
__ADS_1
Tanpa menjawab Doni menggendong tubuh Lusi ke kamarnya dan di rebahkan nya dia secara kasar , Doni yang gairahnya sudah di ubun-ubun pun membuka baju dan mereka berdua melakukan hubungan terlarang, Lusi merasa bahagia karena Doni tak melupakannya.