Continuous Love

Continuous Love
18


__ADS_3

“Akhirnya selesai juga” kata ku sambil berjalan keluar kelas


“ Iya, otak ku seperti akan pecah jika kita terus mengikuti pelajarannya, jika dia bukan pamanku mungkin aku akan bolos saat mata kuliah nya” celoteh Nela padaku,


“ Hem, bukannya dia itu pamanmu? Seharusnya kau senang jika dia yang mengajarimu?” Sambil menyenggol bahu nya.


“Iya dia memang pamanku tapi otak kita berbeda” jawabnya kesal


“ hahaha, ayo kita ke perpustakaan” ajak ku pada Nela


Kami pergi ke perpustakaan di kampus, aku mengambil sebuah buku tapi buku tersebut terletak di rak yang paling atas, aku mengambil kursi dan menaikinya tapi masih tak sampai, aku hampir tergelincir dan jatuh dari kursi tapi ada tangan kekar yang menyangga tubuhku, aku dibantunya turun dari kursi.


“ Terima kasih” kata ku padanya


“ tak masalah, apa kau baik- baik saja Vel ?” tanya nya kepadaku


“ Kau lagi” kataku dengan nada suara yang sedikit keras, pengunjung perpus pun melirik ke arah kami , kemudian dia menarik tangan ku dan di ajak nya berpindah tempat agar tak mengganggu yang lain, saat dia memegang tanganku sambil berjalan jantung ku serasa ingin lepas dari tempatnya, entah karena sangat takutnya diriku padanya atau karena hal lain,


“ ehem, bisakah kau lepaskan tanganku” pinta ku pada Calvin.


Calvin lah yang menolongku tadi dan dia juga yang membuat jantung ku berdebar-debar.


“ maaf” katanya sambil melepas tanganku, aku merasa tangan itu tak sedingin saat dia memegang tanganku di villa.


“Paman kenapa kau di sini” tanya ku dengan polos


Dengan sedikit kesal dia menjawab” berhenti memanggilku paman, panggil dengan namaku”


“ Em, kenapa kau di sini Calvin” tanya ku lagi.


“ hais, aku bosan di ruanganku jadi aku ke sini untuk membaca buku” jelasnya.


“ Ohh” kata ku.

__ADS_1


“ Kenapa kau tak pulang, dimana Nela” tanya lagi. Ini kali pertama aku merasa dekat dengannya, sepertinya dia tak semengerikan yang aku kira.


“ aku juga ingin membaca buku dulu sebelum pulang dan aku juga merasa sedikit bosan di rumah, aku tadi bersama Nela tapi aku pergi mencari buku dan kami terpisah” jawab ku.


“ Kau sudah makan?” tanya Calvin.


“ Belum” jawab ku.


“ Ayo, ikutlah dengan ku” ajaknya sambil menarik ku keluar perpus


“ Tapi bagaimana degan Nela?” tanya ku padanya.


“Nanti suruh dia menyusul kita” jawab nya tegas.


Saat kami berjalan dengan bergandengan tangan banyak pasang mata yang memandang, aku merasa tidak nyaman tapi jika aku tiba-tiba melepas genggamannya dengan paksa, aku takut semakin menarik perhatian yang lain .


Tiba di cafe dekat Kampus ku


Aku memesan makananku dan tak lama setelah itu makanan ku datang. Aku memakan dengan lahap. Tiba-tiba saja dia membersihkan mulut ku yang terkenal saus dari makananku, jantungku semakin berdebar-debar dan wajahku mulai memerah. Dia hanya tersenyum melihat pipiku yang seperti udang rebus ini


Setengah jam kemudian Nela datang menghampiri kami. Dia datang tak hanya seorang diri, dia datang dengan Alan .


“ huh, ternyata kau di sini, aku mencarimu dari tadi” kata Nela sebal


“ Vel, kenapa kau bersama nya?” Tanya Alan sedikit kesal


“ Hei, tenang lah ,,, aku hanya mengajaknya makan, aku lihat dia sangat lemas jadi aku mengajaknya ke sini” jelas Calvin.


“ Duduklah,,” suruh ku kepada Alan sambil menyeret kursi ke sampingku


Dia pun duduk di sampingku.


“ Kenapa kau tadi pagi tak menunggu ku” tanya nya padaku

__ADS_1


“ Aku melihatmu masih tidur jadi aku berangkat duluan” jawab ku


“ tapi seharusnya kau menunggu ku, kenapa kau tak membangunkan diriku” kata Alan memarahi ku.


“iya,, iya aku salah” kataku sambil memakan makanan terakhir.


“Vel, kalian masih tinggal serumah?” tanya Nela


“ Iya,, Tante Merry masih belum juga kembali dari perjalanan bisnisnya” jawabku ke Nela.


“ kalian tinggal bersama , dalam satu rumah?” sahut Calvin


“ Iya kami memang tinggal bersama memang kenapa?” kata Alan sinis sambil mendekatkan diriku padanya seakan menjelaskan bahwa aku adalah miliknya.


Calvin hanya tertawa.


“ Baiklah aku akan kembali dulu, aku harus mengajar, Vely sampai ketemu lagi” kata Calvin sambil berjalan pergi meninggalkan kami bertiga.


“Eh Vel , aku pulang dulu iya dah” Nela juga ikut pergi.


“Kau mau pulang sekarang?” tanya Alan.


Aku mengangguk, dan kami pun pulang bersama.


Di dalam sebuah ruangan kerja Calvin.


“ Mereka tinggal bersama? Apa saja yang telah mereka lakukan berdua? “ batin Calvin.


“Sial, kenapa aku terus memikirkannya ? Sadarlah Calvin dia itu sepantaran dengan keponakan mu, masa kau jatuh cinta dengan gadis itu” kepala Calvin pusing karena terus memikirkan Evelyn.Dia memilih memejamkan matanya.


Dalam keadaan mata terpejam pun dia masih dapat melihat sosok Evelyn .


Dia membuka mata dan menghubungi seseorang.Dia tersenyum setelah menghubungi seseorang. Akhirnya dia keluar dari ruangan nya dan pergi mengajar.

__ADS_1


__ADS_2