Continuous Love

Continuous Love
38


__ADS_3

Lusi bangun dari tidurnya, dia meraba -raba di samping nya, kemudian dia bangun dan melihat ke samping tempat tidurnya tapi dia sudah tak mendapati Doni di sisinya.


dia mencari di kamar mandi pun tak ada dia merasa kesal karena Doni tak berpamitan padanya. dia pun bangun dan pergi kekamar mandi, setelah itu dia merapikan dirinya berniat turun tapi sebelum dia membuka pintu kamar dia mendengar suara Doni .


Doni menyuruh para pelayan menyiapkan gaun dan merias seorang wanita. Lusi merasa kesal karena dia tak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Doni .


" sial,, kenapa dia begitu perhatian dengan wanita lain? siapa sebenarnya wanita itu,, Evelyn juga tak mungkin bersama Doni " gumam Lusi .


Rasa penasaran Lusi semakin meningkat dia melihat ke arah luar dari cendela kamarnya, dia terkejut melihat Doni sedang menggandeng tangan Evelyn menuju ke mobil, mereka berdua masuk dan meninggalkan rumah itu.


" kurang ajar,, kenapa Doni bisa bersama Evelyn , bukannya Evelyn menolak pernikahan ini,, sial kenapa Doni begitu perhatian dengan Evelyn,,, apa Doni sudah jatuh cinta dengan perempuan itu ? Evelyn lihat saja jika kau berani merebut Doni dariku, aku juga akan berbuat sebaliknya aku pasti akan membuatmu jauh dari Alan .." kata Lusi kesal .


di perjalanan Doni dan Evelyn hanya terdiam . hingga sampailah mereka di rumah Evelyn , Evelyn langsung turun dari mobil dan berlari ke dalam rumah , dia melihat bahwa tantenya sudah menunggu di ruang tamu dia pun menghampiri Merry dan memeluknya.


" Tante,, apa Tante baik-baik saja? " tanya Evelyn dengan cemas.


" iya sayang Tante baik-baik saja, bagaimana dengan dirimu sayang, maafkan Tante ya karena Tante dirimu .." sebelum kata-kata Merry selesai Marcel berkata" sayang, apa kau baik-baik saja " sambil berusaha menyentuh kepala Evelyn tapi Evelyn menjauhi Marcel .


" jangan sentuh aku" kata Evelyn ketus.


" sayang jangan begitu dia adalah ayahmu " kata Merry menasehati .


" kenapa Tante sekarang membela ayahku, apa sekarang Tante sudah tak sayang padaku " kata Evelyn mulai kesal.

__ADS_1


" sayang , bukan begitu maksud Tante itu " jawab Merry tapi Evelyn mengabaikannya dan pergi berlari ke kamar.


Di dalam kamar evelyn merebakan tubuhnya di kasur empuk miliknya itu.


tiba-tiba air matanya mengalir dia teringat tentang Calvin . dia berharap Calvin datang menjemputnya .


" sayang, Tante tau kau menolak pernikahan ini tapi mungkin saja ini yang terbaik untukmu Vely, Doni sudah banyak berusaha sayang hargai usahanya berilah dia kesempatan di hatimu,, lupakan semua yang telah berlalu sayang, jika dia mencintaimu dia pasti akan memperjuangkan dirimu Vely, tolong lah beri Doni kesempatan , oke " kata Merry sambut mengelus- elus rambut Evelyn .


Evelyn hanya mengangguk sambil tetap menangis .


" iya sudah , sekarang istirahatlah , karena besok adalah hari pernikahan mu " kata Merry sambil berlalu pergi meninggalkan Evelyn .


" Calvin jemput aku,, bawa aku pergi dari sini,, aku tak mau menikah dengannya" kata Evelyn sambil terus menangis , terlalu lama menangis membuatnya tertidur.


Doni yang sudah berdiri menunggu Evelyn pun terpesona melihat Evelyn yang begitu cantik .


akhirnya mereka pun berdiri berdampingan dan acara pemberkatan dimulai, setelah selesai Doni mencium bibir Evelyn yang kini sudah menjadi istrinya, Evelyn hanya bisa pasrah karena dia takut membuat orang lain yang menghadiri acara tersebut curiga dengan sikapnya.


setelah acara pernikahan selesai Doni mengajak Evelyn pulang ke rumahnya, setelah sampai dirumah evelyn masuk ke dalam kamar yang sudah dihias menjadi begitu cantik .


Evelyn melepas perhiasan dan sanggulnya dia juga membersihkan Make up yang menempel di wajahnya, sekarang rambutnya terurai, Evelyn menatap dirinya di cermin, dia merasa kecewa karena lelaki yang dicintainya tak datang untuk membawanya pergi.


" kau pembohong Calvin, kau berjanji tak akan meninggalkan ku dan kau juga berjanji akan selalu menemaniku tapi kau malah membiarkan ku menikah dengan orang lain, kau jahat,, kau sama saja seperti Alan ,, pengecut " batin Evelyn .

__ADS_1


tiba- tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang, Evelyn pun tersadar dari lamunannya .


" kau sedang memikirkan apa ?" tanya Doni .


" lepaskan aku" jawab Evelyn, tapi Doni malah memeluk tubuh Evelyn dengan erat .


" kenapa aku harus melepasmu? sekarang kau adalah istriku" jawab Doni sambil mencium bahu Evelyn.


Doni membalikkan tubuh Evelyn sehingga mereka berhadapan,


" Vely sayang dengarkan aku, tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan cintaku padamu , aku janji akan menjadi suami ynag baik untukmu, bisakah kau melakukannya untukku ?" tanya Doni sambil memandang wajah Evelyn .


Evelyn hanya mengangguk .


" terima kasih sayang" Kata Doni sambil tersenyum.


meski dalam hati Evelyn menolak tapi dia sudah menjadi istri Doni mau tak mau dia harus menerima Doni, Evelyn tak mau menjadi istri yang tidak baik .


Doni mencium bibir Evelyn , pertama Evelyn sempat memberontak tapi lama-lama dia juga membalas ciuman Doni , mereka hanyut dalam ciuman tersebut, Doni mengelus -elus punggung Evelyn yang terbuka, kemudian menjilati bagian telinga dan leher Evelyn , serta meninggalkan bekas merah di leher tersebut, Evelyn mulai merasa panas dalam tubuhnya meningkat, Doni melepaskan gaun yang di pakai Evelyn, dan kembali mencium bibir Evelyn, tangan Doni mulai meraba tubuh Evelyn , dan meremas dua gunung milik Evelyn yang lumayan besar, ciumannya kembali ke leher dan kemudian ke dada Evelyn, dia mencium menggigit bagian tersebut dengan gemas , Evelyn hanya bisa mendesah , dan meremas rambut Doni yang sedang asyik menyusu pada Evelyn .


" ahhh,, sakit kak " teriak Evelyn saat Doni menggigit , tapi Doni semakin keras menggigit setiap kali Evelyn berteriak.


Doni membaringkan Evelyn ke ranjang dan kembali memainkan dada Evelyn , Evelyn hanya pasrah dia tak bisa menolak karena itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Doni pun segera membuka bajunya dan Doni mulai memasuki milik Evelyn pun hanya bisa mendesah yang semakin membangkitkan gairah Doni , dua jam mereka bermain dan akhirnya Doni sudah mencapai puncaknya dan terkulai lemas sambil memeluk Evelyn yang sudah kelelahan, mereka pun tertidur .


__ADS_2