Continuous Love

Continuous Love
5


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Ailene tertidur dan Calvin sangat merasa bahagia.


Sampai di rumah Ailene, Calvin membangunkannya.


“Ailene sayang, kita sudah sampai” bisik Calvin di telinga Ailene.


“Emmm,,, cepat sekali” sambil membuka pintu mobil dan keluar.


“Eh, kenapa lampunya mati, apa paman bibi sedang tidak ada di rumah”kata Ailene.


“Memangnya mereka tidak berkata apapun padamu sayang” tanya Calvin.


Ailene menggeleng.


“Apa kau takut? aku akan menemanimu masuk”imbuh Calvin .


“Baiklah,” ucap Ailene.


Mereka berjalan masuk, semakin mendekati rumah Calvin merasa ada hal yang tidak baik terjadi di rumah itu.


“Lohh,, mengapa pintunya tidak terkunci?” kata Ailene.


“Ailene, sebaik nya kita cepat masuk” kata Calvin tegas.


Merekapun bergegas masuk, betapa terkejutnya Ailene melihat mayat yang tergeletak di lantai dasar rumah itu.


“ ahhhh,,,” teriak Ailene lalu ia pun terkulai lemas tak berdaya karena melihat mayat tersebut adalah paman dan bibinya.


Mayat itu penuh dengan luka dan di leher mereka terdapat sebuah gigitan yang membiru.


Calvin juga kaget, dia memeriksa mayat itu dan dia mengamati setiap luka yang ada.


“jangan- jangan ini ulah mereka” pikir Calvin dalam hati.


Dia kembali ke sisi Ailene untuk menenangkan Ailene yang menangis.


“Hiks hiks, kenapa mereka jadi seperti ini, siapa yang telah melakukan hal ini kepada mereka Calvin?"kata Ailene sambil memeluk Calvin.


“Tenanglah Ailene, kau harus merelakan semua ini, kau harus kuat sayang, paman bibimu akan sangat sedih melihatmu seperti ini”kata Calvin menenangkan.


Kring kring ponsel Calvin berbunyi dia pun menerima panggilan tersebut sambil terus memeluk Ailene .


“apa!!! “ kata Calvin kaget.


Dia pun menjatuhkan handphonenya ke lantai.


“Ada apa Calvin” tanya Ailene.


“Sei..Seila meninggal “ jawab Calvin dengan sedih.


Seketika itu juga Ailene pingsan dan akhirnya Calvin membawa Ailene ke rumah sakit dan Calvin juga yang mengurus pemakaman Keluarga Ailene. Keesokan Harinya.


“ Dimana ini?” Ailene mulai tersadar.


“Ailene sayang, kau sudah sadar” tanya Calvin sambil memegang tangan Ailene.


“Dimana aku?” tanya Ailene.

__ADS_1


“Kau ada di rumah sakit, kemarin kau pingsan jadi aku membawamu kesini” jawab Calvin.


Ailene kembali mengingat kejadian kemarin dan ia mulai menangis.


“tenanglah Ailene aku sudah mengurus semuanya, setelah kau pulih kita akan mengunjungi mereka” imbuh Calvin.


Ailene mengangguk setuju.


“Calvin, bisakah aku meminjam handphone mu? Handphone tidak ada ,,, aku ingin menghubungi seseorang” pinta Ailene.


“tentu saja “ kata Calvin sambil memberikan Handphonenya.


“terima kasih” balas Ailene.


Calvin pun berkata” kau bisa mengembalikannya nanti , sekarang aku harus bekerja, setelah ini istirahatlah” sambil mencium kening kekasihnya itu lalu ia pun pergi.


Ailene merasa nyaman atas perhatian yang di berikan Calvin padanya.


Tut Tut Tut, Ailene menghubungi sebuah nomor dengan Handphone Calvin.


“halo, siapa ini?” Suara seseorang di telepon.


“ha halo,,,Marcel ,,, ini aku Ailene” jawab Ailene.


“ailene,,, kenapa kau menghubungiku dengan nomor lain?” tanya Marcel lagi.


Ailene kembali menjawab” Marcel tolong datanglah ke sini,,, paman bibi ,,,,”sambil menangis.


"ada apa Ailene tolong beritahu aku " tanya Marcel. Akhirnya Ailene pun menceritakan semuanya kepada Marcel.


“Baiklah ,,, aku akan kesana” jawab Marcel mengakhiri telepon itu.


Setelah itu ailene beristirahat.


Sore pun tiba Calvin membangunkan Ailene dan mengajaknya untuk pergi ke pemakaman keluarga Ailene . Setelah mereka ke pemakaman Calvin pun mengantarkan Ailene pulang.


Di perjalanan Ailene hanya diam termenung, Calvin yang melihat itupun semakin sedih.


Waktu berlalu, merekapun tiba di rumah.Mereka keluar mobil.


Ailene Menarik nafas dalam saat melangkah kakinya ke rumah, sepertinya dia masih trauma tapi Calvin yang peduli terhadap Ailene menggandeng tangan Ailene dan mengajaknya masuk, rasa takut Ailene pun mereda.


“Ailene ,,,,” teriak seorang pemuda bernama Marcel sambil berlari menghampiri Ailene dan Calvin.


Ailene dan Calvinpun menoleh hampir bersamaan, pemuda it memeluk Ailene begitu juga dengan Ailene.


Calvin terkejut dengan sikap mereka dia juga merasa cemburu.tapi lebih besar dari itu Calvin seperti merasakan Aura yang aneh dari pemuda yang memeluk kekasihnya.


“Ehemm” ucap Calvin membuyarkan pelukan mereka berdua.


“Calvin dia adalah Marcel , dan Marcel dia ,,Calvin” kata Ailene


“hai, aku sahabat Ailene “ kata Marcel memperkenalkan diri.


“Aku tunangannya” kata Calvin memperkenalkan dirinya juga.


“Ailene,,, kau sudah bertunangan? Kau tidak cerita apapun kepada ku” kata Marcel kesal.

__ADS_1


“Dia baru saja melamarku tadi malam, dan saat kami pulan,,,” raut wajah Ailene menjadi pucat.


“Aku mengerti,,, ayo kita masuk” kata Marcel mengalihkan pembicaraan, mereka bertiga akhirnya masuk ke rumah.


Ailene mempersilahkan kedua pemuda itu duduk.


“Marcel bisakah kau membantuku?” tanya Ailene.


“ya tentu saja, katakan apa yang kau inginkan” kata Marcel.


“tolong Carikan aku pembunuh paman bibi dan Seila, “ pinta Ailene.


“Aku bisa saja membantumu tapi melihat dari ceritamu ini semua ulah vampir, ini hal yang sangat berbahaya Ailene “ jelas Marcel.


“entah itu vampir atau apapun aku tidak peduli aku ingin membalas kematian mereka “ kata Ailene marah.


Calvin yang baru saja melihat amarah Ailene pun berusaha menenangkannya.


“Ailene, balas dendam bukanlah hal baik, apalagi kita tidak tau siapa yang kita hadapi”kata Calvin menenangkan


Marcel pun mengangguk.


“Oh iya kenapa kau berfikir mereka lah yang membunuh keluarga om Danu ? Bukankah mereka hanya sebuah mitos ?” tanya Calvin ke Marcel.


“Emm,,, mereka bukan mitos ,,, mereka memang ada,dan sekarang sepertinya mereka mulai memperlihatkan taringnya” ujar Marcel.


Calvin bertanya – tanya dalam dirinya sendiri“Siapa sebenarnya orang ini?mengapa dia sangat tahu banayk tentang kami”


Tiba- tiba ia teringat ada urusan jadi Calvin pun pulang dan meninggalkan mereka berdua.


“Ailene aku harus pergi, ada urusan yang penting” pamit Calvin sambil mencium kening Ailene.


“Iya ,, pergilah ,,, ada Marcel disini ,,, terimaksih Calvin atas semuanya” kata Ailene sambil tersenyum


Calvin pun akhirnya pergi dari rumah itu.


“Lalu, apa yang akan kau lakukan jika sudah mengetahui semuanya?” tanya Marcel tiba- tiba.


“Entahlah”jawab Ailene.


“Aku sudah menyuruh anak buahku mencari orang itu, dan mereka sudah menemukannya,mereka berjumlah 3 orang, dua diantara mereka menyerang paman dan bibi di rumah dan satu orang menyerang Seila, di sini mereka telah mengaku bahwa orang yang menyuruh mereka seorang vampir berjubah hitam dan memakai kerudung, mereka tidak melihat dengan jelas karena wajah pria itu tertutup oleh rambut yang panjang, tapi dia memakai kalung berliontin kunci emas” jelas Marcel .


“Apa !!! Liontin kunci emas ,” kata Ailene terkejut.


“Dia kemudian menangis.


“Ailene sudahlah relakan semuanya, jika kau berhadapan dengannya aku takut kau terkena masalah” kata Marcel.


“Bisakah kau menghabisinya demi aku?” tanya Ailene sambil menatap Marcel.


“Maaf Ailene,aku tak bisa dia mempunyai kekuasaan dan aku tidak, dan juga dia adalah saudaramu sendiri Ailene , apa kau tega ?”jawab Marcel.


“memang kenapa jika dia saudara, dia berbuat jahat pada ku kenapa aku tidak boleh membalasnya” kata Ailene sambil marah.


“Ailene yang ku kenal tidak akan berbuat jahat, jadi lupakan semua, fokuslah dengan kehidupan barumu “ kata Marcel.


“sekarang tidurlah, aku akan menginap di sini” bujuk Marcel.

__ADS_1


__ADS_2