Continuous Love

Continuous Love
12


__ADS_3

Aku bergegas ke kamarku dan mandi. Tapi air di kamar mandi ku macet lalu aku pun turun ke lantai bawah hanya dengan memakai handuk, dan aku mandi di kamar mandi bawah.


Beberapa menit kemudian aku mendengar ketukan pintu, saat itu aku sudah selesai mandi dan ingin berganti baju tapi dengan refleks aku membuka pintu depan, saat aku membuka pintu ternyata itu adalan Alan.


“Sial, aku kira itu Nela atau Tante” gerutu ku,


“Kau bicara sesuatu” katanya.


“Cepat masuk,sekalian tutup pintunya” perintah ku,


Aku pun berlari ke kamarku.


“ bodoh sekali aku ini, aku membuka pintu hanya memakai handuk pendek, apa jadi nya jika itu bukan Alan pasti aku sudah jadi korban pemerkosaan, “ kata ku menyalahkan diri sendiri, kemudian aku berganti baju dan turun menemui Alan .


Dia sudah duduk di sofa sambil menonton tv. Aku juga ikut duduk di sebelahnya tapi tak begitu dekat dengannya.


“Vel” sapanya.


Aku pun menoleh, saat itu juga Alan mencium bibirku, aku sangat kaget aku berusaha mendorongnya namun dia semakin mendekap ku,


“emmm” beberapa saat kemudian dia melepaskan ciumannya.


“sial, ciuman pertama ku di ambilnya” batinku,


“Apa kau sudah tak waras,” kata ku kasar lalu aku pun berdiri , dia menarik tanganku dan aku pun jatuh menindihnya dia kembali memelukku.


“Hei, apa – apa an ini? Lepaskan aku Alan “ kata ku sambil berusaha lepas darinya.


“Kalau kau diam aku akan melepasmu,” katanya.


“Benarkah,” jawab ku. Dia mengangguk.


Aku berhenti meronta, dia melepas kan pelukannya, aku berdiri dan meninggalkan dia sendiri.


Hari sudah malam, tapi aku tak bisa tidur.

__ADS_1


aku mereka ada sesuatu yang aneh dalam diriku, aku terus memikirkan sikap Alan padaku.


"kenapa kau kembali, saat aku mencoba melepasmu, Alan " batinku.


perlakuan Alan membuat hati menjadi bimbang.


jam menunjukan pukul 3 pagi, aku masih tidak bisa tidur,aku merasa haus, akupun pergi ke dapur.


Saat itu lampu di ruang tengah dan dapur mati,


"mungkin Alan yang mematikan lampu, ini lebih bagus buat ku karena aku masih tak mau melihat wajah Alan , aku merasa malu dan juga marah.


aku mengambil gelas dengan pelan dan menuangkan air ke gelas ku lalu aku minum.


saat aku minum ada tangan yang tiba -tiba memelukku, aku kaget sekaligus ketakutan.


"sedang apa kau disini" tanya Alan.


"ternyata kau" jawab ku lega,


"kau belum tidur ?" tanya ku lagi.


"aku tidur,, tapi aku melihat ada orang yang mengendap endap ke dapur jadi aku bangun dan menangkapnya" jawab Alan tanpa rasa bersalah.


"kau kira aku maling" kata ku sinis.


"kapan aku berkata begitu" imbuhnya,


aku merasa kesal dan aku pun meninggalkanya di dapur.


Hari sudah pagi, tiba -tiba aku mendengar suara orang memanggilku,


aku membuka mata dan ternyata itu Alan .


"kau, kenapa kau di sini" tanyaku dalam ke adaan masih berbaring di kasur

__ADS_1


"membangunkanmu" jawabnya enteng.


"memang jam berapa ini" tanya ku lagi


" jam 8 " jawabnya sambil membuka jendela kamarku.


"apa?? aku sekarang ada kuliah" aku bergegas bangun dan turun untuk mandi.


" aku sampai lupa tak membawa handuk, " kataku.


lalu ada suara ketukan pintu " ini handuk mu" kata Alan .


aku membuka pintu dan mengambil handuknya .


setelah itu aku keluar, aku tak peduli dia melihatku dengan pandangan seperti apa saat aku hanya terbalut handuk kecil yang hanya menutupi sebagian tubuh.


aku berlari ke kamar dan bersiap -siap,


setelah semuanya selesai Alan mengajakku sarapan dia sudah membuatkan aku segelas susu dan roti panggang. aku pun memakannya dengan terburu-buru dan akhirnya kami pun berangkat.


Di kampus,


Aku dan Alan tiba tepat pada waktunya.


aku berpisah dengannya, aku menuju ke kelasku, aku menghampiri Nela


" hai Nel, " sapa ku sambil duduk di sampingnya.


" hai, " jawabnya lesu.


"ada apa dengan mu" tanya ku.


" pacarku pergi" katanya


" haaah, pergi kemana" tanya ku penasaran, belum sempat dia menjawab dosen kami datang, pelajaran pun di mulai.

__ADS_1


__ADS_2