Continuous Love

Continuous Love
42


__ADS_3

Merry mulai cemas dia pun menghubungi seseorang .


" halo Marcel kau dimana?" tanya Merry


" aku di kantor, ada apa?" jawab Marcel


" emm, Marcel jika kau tidak sibuk tolong datanglah ke tempat Vely , hibur dia iya " pinta Merry


" memangnya ada apa dengan putriku?" tanya Marcel mulai cemas


" dia baik-baik saja, tapi dia mulai curiga jadi aku ingin kau menemaninya agar dia tak memikirkan hal itu lagi " jelas Merry


" kenapa kau bisa berfikir seperti itu?" tanya Marcel


" tadi aku menelponnya dan dia mengatakan bahwa semua ini memang sudah terencana, tapi aku berusaha menjelaskan tapi dia malah menutup telepon, kau tau kan watak dia seperti apa" jawab Merry


" kenapa tidak kau saja yang kesana?" kata Marcel


" Marcel dia itu putrimu , kau saja yang kesana" jawab Merry kesal karena Marcel tak segera mengiyakan permintaannya


" bukannya kau juga menganggapnya sebagai putrimu " goda Marcel


" sudahlah jika kau tak mau menemuinya, tidak apa-apa" Merry semakin kesal


" baiklah aku akan mengunjunginya, aku juga ingin melihat keadaannya" kata Marcel


" iya sudah" Merry pun menutup panggilannya


"huh, dasar wanita " gumam Marcel , dia pun menyuruh sekretarisnya untuk menunda jadwal pekerjaannya dulu dan dia pun bergegas ke tempat Evelyn . Namun sayang sekali di tempat Evelyn dia malah bertengkar dengan putrinya itu dan karena emosi atas ucapan Evelyn yang kasar diapun menampar putrinya dia ingin meminta maaf namun Evelyn berlalu pergi meninggalkannya sendiri di ruang tamu.


" dia masih saja keras kepala, baiklah biarkan dia menenangkan diri dulu, nanti aku akan menghubunginya lagi " ucap Marcel, akhirnya Marcel meninggalkan rumah Evelyn dia kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaannya .


Hari semakin sore dia ingin pulang tapi dia menyempatkan untuk menghubungi menantunya.


" halo Doni " sapa Marcel


" ada apa paman?" jawab Doni sopan


" jangan panggil paman, kau sekarang adalah menantu ku , kau juga adalah anak ku sekarang jadi kau harus memanggil ku ayah kau mengerti " kata Marcel


" baiklah ayah" jawab Doni canggung


" nah begitu, oh iya Doni nanti malam aku ingin kau mengajak Vely untuk makan malam di rumah, tolong kau bujuk Vely untuk datang iya, aku sangat berharap kalian berdua datang " pinta Marcel


" baiklah, nanti aku akan mengajaknya kesana ayah " jawab Doni

__ADS_1


" iya sudah , segeralah pulang dan bersiap-siap, aku menunggu kalian di rumah " suruh Marcel


" baik ayah " jawab Doni kaku karena belum terbiasa dengan panggilan baru untuk Marcel.


Marcel pun mengakhiri panggilannya.


dan bergegas pulang , begitu juga dengan Doni dia segera merapikan barangnya dan pulang dia sudah tak sabar untuk mengajak Evelyn pergi makan malam ke rumah ayahnya, dia berfikir Evelyn pasti senang dengan hal tersebut.


Di saat itu Evelyn pergi meninggalkan rumah, dia pergi ke rumah sahabatnya , dia pergi kesana karena dia selalu mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya dan juga dia ingin mengajak sahabatnya itu pergi jalan-jalan karena dia ingin melupakan semua yang di alaminya.


Setelah sampai di rumah sahabatnya dia pun masuk di sana dia di sambut oleh pelayan dengan ramah karena Evelyn sudah sering kemari dia sangat akrab dengan orang yang berada di rumah itu kecuali orang tua Nela karena Evelyn sangat jarang bertemu dengan mereka.


“ Apa Nela ada ? “ tanya nya pada seorang pelayan


" nona kami ada di kamarnya , non Vely bisa langsung menemuinya sendiri di kamar " jawab pelayan tersebut. Evelyn hanya mengangguk dan pelayan itu pun pergi.


Evelyn berjalan menuju kamar Nela yang berada di lantai atas dan dia pun masuk ke kamar Nela yang tidak terkunci dia melihat nela sedang tidur , sang pemilik kamar merasa ada yang datang ke kamarnya pun membuka matanya , saat itu Evelyn sudah berada di sampingnya dengan raut wajah yang sedih .


" Vely, kau ke sini ? kenapa kau tak menghubungi ku dulu ?" tanya Nela sambil bangun dari posisi tidurnya.


“ iya aku bosan di rumah" jawab Evelyn


“ hemm, pasti kau ada masalah atau kau yang sengaja membuat masalah" ucap Nela


“ padahal kau baru saja menikah seharusnya kau bersama dengan suamimu menikmati bulan madu kalian " goda Nela


“ Ayolah Nel, kau tau benarkan bagaimana kondisiku jangan kau mengungkit hal itu " kata Evelyn ketus


“ tunggu ,, kenapa wajahmu? Tadi sepertinya tidak begini? Apa dia memukulmu?" selidik Nela samping memeriksa wajah Evelyn yang sedikit merah


“tidak,, “ jawab Evelyn sambil menghindari Nela


“ lalu kenapa ? katakan yang sebenarnya Vel" tanya Nela tegas


“ ayah yang menamparku" jawab Evelyn sedih, airmatanya seperti ingin meledak tapi masih bisa dia tahan


“ gila ,, Vely kenapa semua ini terjadi padamu" kata Nela sambil memeluk tubuh sahabatnya


“ mungkin sudah takdir ku, oh iyaa apa sudah ada kabar dari Calvin ?" tanya Evelyn penasaran


“belum Vel,, aku dan Alan sudah mencari tapi sepertinya ini bukan hal yang biasa" jawab Nela murung


“ hais, dimana dia? bagaimana keadaannya?" kata Evelyn khawatir


“ tenanglah, kami akan terus berusaha mencarinya aku yakin dia pasti baik-baik saja" jawab Nela sambil menenangkan

__ADS_1


“ Iya ,, semoga saja,, ayo kita pergi jalan – jalan" ajak Evelyn pada Nela


“ ayo" jawab Nela


Mereka berdua bergegas turun untuk pergi jalan-jalan tapi tiba-tiba langkah mereka terhenti .


“ Mau kemana “ tanya Erwin


“ Ayah,, aku ingin pergi jalan -jalan dengan Vely" jawab Nela


“ tidak boleh ! " ucap Erwin


“ kenapa ayah? " tanya Nela


“ jika kau pergi dengannya kau bisa terkena masalah sayang , lebih baik kau jaga jarak dengannya" kata Erwin memberi penjelasan


“ Tapi ayah aku dan Vely sudah lama berteman" bantah Nela


“ sudahlah dengarkan saja kata ayahmu , aku akan pulang" imbuh Evelyn


“ Masuk lah ke kamar" perintah Erwin


“ ayah jahat"Nela berlari ke kamarnya.


“ Vely aku ingin bicara dengan mu sebentar, ikuti aku" ajak Erwin, Evelyn pun mengikuti langkah Erwin ke suatu ruangan yang sepi.


“ dengarkan aku vely, tolong mulai sekarang jauhi keluarga kami" pinta Erwin


“ Kenapa? " tanya Evelyn heran


“ keluarga mu dan keluarga kami berbeda " jelas Erwin


“ tapi paman aku dan nela sudah berteman lama, kenapa melibatkan keluarga ?" kata Evelyn


“ jika kau benar menyayangi Nela maka jauhi lah dia,apa lagi kau sudah menikah degan pria itu, aku takut Nela berada dalam bahaya" imbuh Erwin


“ paman tau dari mana jika aku sudah menikah?" tanya Evelyn penasaran


“ Itu,, kau tak perlu tau" jawab Erwin kaku


“ atau jangan – jangan paman juga tau keberadaan Calvin sekarang? " tanya Evelyn


“ Tidak, aku tidak tau" jawab Erwin canggung


“ kau seperti menyembunyikan sesuatu paman , tapi ya sudahlah jika itu keinginan paman aku tak akan mendekati keluarga kalian lagi, tapi jika Calvin tau kalau paman juga terlibat di dalam ini semua pasti dia akan sangat kecewa , aku permisi dulu “ Evelyn pun meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2