
Calvin merasa suntuk di rumah jadi dia memutuskan mencari udara segar, di jalan dia melihat Evelyn berjalan menuju danau tersebut , Calvin yang penasaran dia menghentikan mobilnya dan mengikuti kemana Evelyn pergi dia melihat Evelyn sangat bahagia bersama pria lain. Dalam hatinya dia bertanya-tanya siapa kah pria yang bersama Evelyn
" sial,, lagi-lagi aku merasakan sesak saat melihat dirinya dengan pria lain" kata Calvin sambil memukul sebuah pohon yang ada di hadapannya.
Dia kemudian pergi meninggalkan tempat itu dia takut mereka berdua akan melihat dirinya.Dia merasa kesal dia memutuskan untuk kembali pulang tiba- tiba ponselnya berbunyi dia meminggirkan mobilnya dan mengambil ponsel yang masih berdering , dia melihat panggilan itu dari Erwin.
“ halo, ada apa” tanya Calvin
“ Calvin, segera lah pulang ada hal yang aku bicarakan denganmu”
“ Baiklah, aku akan segera pulang” jawab Calvin singkat ia segera memutuskan panggilan Erwin,
Setengah jam kemudian, Calvin tiba dirumah, dia masuk ke kamarnya , terdengar langkah kaki menghampiri dirinya yang saat ini sedang berganti pakaian .
Ada apa Erwin” tanya Calvin sambil memakai kaos
“ aku ingin bertanya padamu Calvin”kata Erwin sambil duduk di sofa Calvin.
“ katakan” kata Calvin kemudian
Kenapa kau ingin mencari tahu latarbelakang gadis ini” sambil menyodorkan foto Evelyn . Calvin langsung merebut foto itu dari tangan Erwin .
"Ya aku penasaran saja” kata Calvin enteng
masih ingat kah dirimu 20 tahun lalu, aku tak ingin kau jatuh cinta dengan manusia , aku takut kau akan seperti dulu lagi” kata Erwin menasihati sahabatnya itu.
“ tenanglah, itu tak akan terjadi lagi” jawab Alan sambil berbaring di kasurnya
“ Calvin dengarkan aku, kau memiliki segalanya tidak kah kau mencari wanita lain saja, aku melihat kau lebih cocok dengan Aura” Kata Erwin
“ Aura? Hahaha,, kau tau aku dan dirinya tak memiliki hubungan apa-apa kami hanya sebatas tempat ranjang dan juga ini sudah dua puluh tahun, mungkin saja dia sudah mempunyai yang lain” kata Calvin
“ Dia masih menunggumu, aku sudah memintanya datang kemari, mungkin besok dia akan datang” jawab Erwin sambil keluar dari kamar Calvin.
“ Aura? Hem baguslah jika dia datang kesini, aku tak sabar bertemu dengannya” kata Calvin yang kemudian tertidur
Ke esokan paginya jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Calvin merasa ada yang sedang menindih tubuhnya.
Dia membuka mata.
“ kau,, “ kata Calvin kaget.
“ Calvin sayang kau sudah bangun “ sapa Aura yang masih duduk di atas perut Calvin .
“ Kapan kau datang” tanya Calvin
“barusan”sambil memeluk tubuh Calvin.
“Calvin, kau ingin berolahraga dengan ku sayang” goda Aura
Calvin tersenyum dan membalikkan tubuh aura dan posisinya, mereka pun melakukan hal yang biasa mereka berdua lakukan.
Dua jam kemudian, Calvin bergegas bangun dan mandi, setelah mandi dia bersiap -siap ke kampus , hari ini dia ada jadwal mengajar di sore hari.
“kau mau kemana” tanya Aura, yang masih berbaring di ranjang Calvin dengan tubuh yang hanya di tutupi selimut.
“ aku harus mengajar, sekarang aku bekerja sebagai dosen di universitas, “
__ADS_1
“ kenapa kau harus jadi dosen, kau sudah punya segalanya dan kau bukannya lebih sudah jadi dokter” kata aura lagi
“ ada hal yang membuatku tertarik untuk menjadi dosen” jawab Calvin sambil berlalu pergi. Aura kembali tidur.
Di kampus
Evelyn berjalan terburu-buru menuju kelasnya, hari ini dai ada kelas di sore hari , dia berjalan melewati lorong kampus yang tampak sepi tiba-tiba saja
“ Brugk” Evelyn menabrak seseorang. Dia sampai terjatuh.
“ auww” teriak Evelyn saat berusaha bangun tapi pinggulnya merasa sakit
“ Apa kau baik-baik saja Vely “ tanya Calvin.
Evelyn langsung mendongak melihat pria yang di tabraknya itu.
“ iya aku baik-baik saj” jawab Evelyn .
“ ayo , aku bantu berdiri “ sambil mengulurkan tangannya.
Evelyn meraih tangan Calvin dan Calvin membantunya berdiri.
“ Hais , lagi-lagi jantung ku berdebar” kata Evelyn dalam hati.
Dia saat yang sama Calvin juga merasakan apa yang dirasakan Evelyn, jantungnya juga berdebar, apalagi melihat Evelyn hari ini yang tampil beda, karena dia biasanya hanya memakai kaos pendek dan celana panjang dengan mengikat rambutnya seperti ekor kuda tapi hari ini Evelyn memakai rok span selutut berwarna hitam dan kemeja lengan panjang berwarna biru rambutnya di urai, rambut lurus berwarna coklat kehitam yang menggantung indah se punggungnya dan
di tambah sedikit lipstik berwarna pink yang sangat cocok dengan dirinya.
“ Gila,, cantik sekali dia, tak dandan saja cantik apalagi dandan” batin Calvin.
“ ada apa? Kenapa menatapku seperti itu” tanya Evelyn
“ ya aku tau” jawab Evelyn acuh sambil berjalan ke dalam kelas meski terlihat acuh tapi sebenarnya Evelyn merasa malu.
“Apa dia tadi bilang aku cantik” pikir Evelyn
Dia berjalan ke bangkunya, jantungnya masih berdebar dan pipinya memerah mengingat pujian dari Calvin tapi Evelyn tak ingin Calvin tau jika dia tersipu,
Pelajaran pun dimulai, Evelyn berusaha berkonsentrasi tapi tak bisa setiap kali ia memandang ke depan , dan Calvin melihatnya, Calvin malah memberi senyum kepadanya, itu membuat dia tak bisa berkonsentrasi belajar.
Pukul 7 malam, akhirnya kuliahnya selesai.
Evelyn berjalan keluar dan menghampiri Calvin
“ Calvin tunggu” sapa Evelyn.
“ ada apa” tanya Calvin.
“ em Nela kemana, hari ini mengapa dia tak masuk” tanya Evelyn
“ mana aku tau” jawab Calvin
“ kau kan pamannya” tanya lagi.
“ kenapa jika aku pamannya, aku tak tau dia kemana , aku tak tinggal bersama dengannya” jawab Calvin.
“ Oh” kata Evelyn
__ADS_1
“ Calvin, maukah kau memberiku tumpangan untuk pulang, ponsel ku tertinggal jadi aku tak bisa menghubungi siapa pun untuk menjemput ku" pinta Evelyn .
Calvin tersenyum.
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang”
Mereka berjalan ke luar kampus menuju parkiran , Calvin dan Evelyn pun masuk ke mobil dan mereka pun pulang, di perjalanan pulang.
“ kemana kekasihmu itu” tanya Calvin
“ kekasih? Aku tak punya kekasih” jawab Evelyn datar.
“ benarkah lalu apa hubunganmu dengan Alan” tanah Calvin
“ Tidak ada, dia hanya teman masa kecil” jawab Evelyn. mendengar pernyataan dari Evelyn dia merasa lega.
“ benarkah, kau tampak terlihat mesra dengannya” kata Calvin.
“ yaa “ jawab singkat Evelyn.
“ Lalu, siapa pria yang bersama mu di danau kemarin malam” tanya Calvin keceplosan.
Evelyn melirik ke arah Calvin
“ hais, dia itu tunangan ku” jawab Evelyn singkat.
“ Apa! Tunangan” kata Calvin terkejut.
Evelyn mengangguk.
"Dia sudah punya tunangan, astaga,, untung aku belum menyatakan perasaanku padanya," batin Calvin.
“ Tapi aku tak mencintainya, kami berdua di jodohkan” jelas Evelyn.
“ kau tak mencintainya tapi kau terlihat senang bersamanya” imbuh Calvin.
“ Iyaa , memang kalau tidak cinta harus membencinya” jawab Evelyn ketus
“ iya nggak juga sih, tapi jika kau baik kepada nya kau akan membuatnya semakin cinta terhadapmu" kata Calvin lagi
“ aku tak peduli, itu bukan urusanku" jawab Evelyn.
" dimana rumahmu" tanya Calvin mengalihkan pembicaraan.
" sebentar lagi sampai" jawab Evelyn singkat.
" oh iya, hari ini penampilanmu berubah, aku sampai tak mengenali dirimu" goda Calvin
" iya, aku ingin ada sedikit perubahan" jawab Evelyn .
" hahaha, lucunya" batin Calvin melihat ekspresi di wajah Evelyn.
" berhenti, kita sudah sampai"
Calvin pun menghentikan mobilnya, Evelyn membuka pintu dan keluar
Calvin menyusul Evelyn keluar, dia melihat ada seorang pria berjalan ke arah Evelyn , Evelyn juga menyadari hal itu, tiba-tiba dia berjalan ke arah Calvin dan Evelyn mencium bibir seksi milik Calvin, Calvin merasa terkejut tapi dia malah memeluk erat tubuh Evelyn dan membalas ciumannya, Evelyn mencubit pinggang Calvin. mereka pun menghentikan ciuman mereka.
__ADS_1
"sampai jumpa" kata Evelyn dan mendorong Calvin memasuki mobilnya.
Calvin pun merasa aneh dengan sikap Evelyn tapi dia hanya menuruti kata Evelyn dia pun mengendarai mobilnya pulang.