Continuous Love

Continuous Love
51


__ADS_3

Dia membuka kotak tersebut dia terkejut melihat sebuah kalung yang begitu indah di dalamnya, kalung itu memiliki liotin berbentuk hati dengan permata berwarna biru gelap.


“ Alan, kalung ini cantik sekali? Dan ini seperti bukan kalung biasa ini seperti kalung permata asli “ kata Evelyn takjub melihat kalung itu.


“ iya itu memang bukan kalung biasa, itu adalah kalung peninggalan ibuku sebelum meninggal, ibu memberikan itu padaku, dia berkata aku harus memberikannya pada orang yang aku cintai saat aku dewasa nanti” jawab Alan penuh makna.


“ lalu kenapa kau memberikanya padaku?” tanya Evelyn polos


“ Iya tentu saja aku memberikannya padamu karena kau lah orang yang aku cintai sejak dulu sampai sekarang, tapi aku ragu dengan perasaanku dan juga karena tekanan dari keluarga kita aku tak bisa mengungkap semuanya dan akhirnya kau di ambil orang, aku sungguh menyesal karena aku tak memperjuangkan dirimu Vely , jika saja aku lebih berani mungkin kita sekarang bisa bersama dan kau tak harus menikah dengan Doni “ jawab Alan sejujur -jujurnya.


“ Alan semua sudah terlambat sekarang, mungkin semua ini sudah menjadi takdir kita, dan maaf aku tak bisa menerima pemberianmu ini, kita tak mungkin bisa bersama lagi Alan lebih baik kau memberikan ini kepada orang yang kau cintai kelak" jawab Evelyn sambil menyodorkan kalung itu pada Alan .


“ Tidak Vely , itu adalah pemberianku padamu sejak dulu dan itu pantas untukmu, meski kita tak akan pernah bisa bersama aku harap kau tetap memakainya, setidaknya anggaplah pemberianku sebagai tanda persahabatan kita” jawab Alan penuh perhatian


“ tapi Alan ini terlalu berharga untukku” kata Evelyn merasa tidak nyaman


“ Itu tak seberapa Vely di mataku kau lebih berharga dari segalanya, aku ingin kau selalu bahagia “ jawab Alan lagi membuat Evelyn hanya bisa menuruti ucapan Alan .


“ Baiklah jika itu maumu aku akan memakainya” kata Evelyn sambil memakai kalung tersebut


“ Terima kasih , kau terlihat semakin cantik dengan kalung itu “ puji Alan membuat Evelyn memerah .


“ ayo kita pulang hari sudah mulai gelap” ajak Evelyn mengalihkan pembicaraan.


“ baiklah, ayo” Alan pun mengikuti langkah Evelyn yang meninggalkan danau tersebut


“ Alan, kau mau menginap disini ? “ tanya Evelyn menawarkan


“ maaf Evelyn bukanya aku menolak tapi aku masih ada urusan “ jawab Alan

__ADS_1


“ hemm kalau begitu makan malamlah disini” pinta Evelyn


“ baiklah” jawab Alan sambil tersenyum


“ oh iya Alan aku ingin menanyakan sesuatu padamu” tanya Evelyn sambil berjalan


“ menanyakan apa? “ tanya balik Alan .


“ Emm, kenapa kau mau menerima pertunangan mu dengan Lusi” tanya Evelyn penasaran


“ Itu karena aku berharap dengan begitu kau hidup bahagia dengan Doni tanpa ada gangguan jika kalian menikah tapi jika seandainya pernikahan ini gagal aku juga akan melepaskan Lusi aku dan dirinya tak memeliki perasaan apapun di antara kami” jawab Alan polos dia menggandeng tangan evelyn .


“ kenapa kau tak memberitahu semua orang jika mereka memiliki hubungan Alan? " tanya Evelyn lagi


“ aku sudah berusaha tapi Doni mengancam jika aku bicara kau akan menderita Evelyn aku takut terjadi hal buruk padamu, dan aku mencoba mencari bukti tentang mereka tapi mereka terlalu pintar menyembunyikan hubungan mereka keluarga kita tak akan percaya jika aku tak memiliki cukup bukti “ jelas Alan membuat Evelyn berfikir


“ kalau begitu kita buat saja buktinya” sahut Evelyn .


Evelyn pun berbisik pada telinga Alan .


“ baiklah aku akan membantumu” jawab Alan sambil tersenyum


“ Terima kasih Alan” sambil memeluk Alan .


“ ehem “ Marcel melihat Alan dan Evelyn yang berpelukan , segera keduanya melepas pelukan mereka


“ Alan , Vely ayo kita makan malam” ajak Marcel


Alan dan Evelyn pun mengikuti Marcel ke ruang makan , mereka bertiga menyantap hidangan makan malam yang di siapkan oleh pelayan rumah itu.mereka menikmati makan malam mereka , melihat Evelyn yang tampak bahagia bersama Alan membuat Marcel merasa senang juga sedih, dia senang karena Evelyn bahagia tapi dia juga sedih karena dia telah membuat hidup putrinya sendiri hancur dia harus berpisah dengan orang yang di cintai nya demi keputusan yang Marcel buat yang pada akhirnya membuat Evelyn menderita.

__ADS_1


“ Alan menginap lah di sini “ pinta Marcel


“ Tapi paman “ jawab Alan tapi Evelyn tiba-tibaemotong percakapannya.


“ Ayah sudah memintamu untuk tinggal berarti itu perintah, kau tak bisa menolaknya, benarkan ayah ? “ sahut Evelyn sambil memandang ayahnya dengan tatapan penuh harap agar Marcel mengiyakan,Marcel pun mengangguk pelan.


“ Baiklah” jawab Alan sopan.


Evelyn merasa senang, setelah selesai makan Marcel pun kembali ke ruang kerjanya dan untuk Alan dia menonton televisi sedangkan Evelyn merapikan kamar untuk Alan .


“ Alan, kamarmu sudah siap, kau bersihkan dirimu ! “ perintah Evelyn


“ Iya iya kau cerewet sekali” dia berjalan ke arah kamar nya dan melihat sudah ada handuk dan baju tidur untuknya


“ kau yang menyiapkan ini semua? “ tanya Alan


“Tentu saja, aku meminjam baju tidur ayah untukmu “ jawab Evelyn merasa bangga


“ terima kasih” ucap Alan


Evelyn hanya tersenyum lalu meninggalkan Alan di kamar sendirian, Alan pun membuka baju dan celananya dan dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu dia keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan nya di pinggang. Dia pun memakai baju yang sudah di sediakan Evelyn .Alan keluar kamar untuk kembali menonton televisi tapi langkahnya terhenti . Dia melihat ke arah kamar Evelyn yang sedikit terbuka dan saat Alan masuk dia melihat pemandangan yang sebenarnya tak pantas dia lihat.


“ Alan “ sambil menutupi tubuh Evelyn dengan handuk .


Alan mendekat ke arah Evelyn semakin memundurkan dirinya, sampai dia terpojok ke arah dinding.


Alan hanya diam, dan terus menatap Evelyn. Evelyn sudah merasa takut tapi tiba-tiba saja Alan pergi keluar dari kamarnya. Evelyn menghela nafas lega. Sementara Alan di dalam kamarnya merasa seperti hilang kontrol tapi itu semua dia tahan. Dia pun ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar dia merasa lebih baik.


“ hampir saja “ batin Alan sambil menatap dirinya di cermin.

__ADS_1


Pintu kamarnya di ketuk dia segera membuka pintu.


__ADS_2