Continuous Love

Continuous Love
32


__ADS_3

"haciih,, kenapa aku tiba-tiba terkena flu " kata Evelyn pada dirinya sendiri.


tok tok tok


" Vely sayang buka pintu nya" kata suara di balik pintu.


Evelyn segera berlari ke arah sumber suara tersebut, dia membuka pintu.


" Tante Merry , kapan Tante pulang ?" tanya Evelyn yang sekarang sudah berada dalam pelukannya.


" Tante pulang tadi pagi, bagaimana kabarmu sayang , kau terlihat agak kurus, apa Alan menyakitimu lagi" tanya Merry


" tidak Tante, Tante kenapa kau lama sekali , kau tau aku sangat merindukan mu" kata Evelyn manja


Evelyn memang sangat dekat dengan Merry dulu saat masih kecil Evelyn memanggilnya ibu hanya saja Merry melarangnya , tapi dalam hati Evelyn dia lah satu-satunya ibu yang dimilikinya, Evelyn sebenarnya ingin menyuruh ayahnya untuk menikah i Merry karena dia tahu bahwa sebenarnya Merry sangat mencintai ayahnya namun Merry tak berani memperlihatkannya langsung .


Hubungan Evelyn semakin jauh dari ayahnya juga karena dia merasa ayahnya tak pernah memperdulikan dirinya dan setiap menatap Evelyn ayahnya seperti merasa bersalah sekaligus marah, semakin bertambahnya usia Evelyn semakin mengerti ekspresi yang ada pada ayahnya, ayah Evelyn merasa bahwa karena melahirkan Evelyn ayahnya kehilangan istrinya, dan karena muka mereka yang hampir mirip juga membuat ayahnya tak bisa berpaling dari mendiang ibunya sehingga ayahnya tak mampu melihat cinta dari Merry .


karena itu Evelyn juga membenci ibunya dia tak mau melihat ada satupun barang dari mendiang ibunya.


" Tante, ayo kita pulang ke rumah kita aku tak nyaman berada di sini" ajak Evelyn manja.


" tidak bisa sayang, ayahmu pasti akan marah jika kau pergi meninggalkannya" jawab Merry sambil mencium kening Evelyn , dia sangat merindukan keponakan tersayangnya itu .


" kalau begitu Tante juga harus tinggal di sini menemaniku, tante maukan?" pinta Evelyn sambil memasang muka sok imut nya .


" jika Tante disini , tante nanti akan mengganggu waktu kalian berdua, kaliankan sudah lama tak bertemu pasti ayahmu ingin menghabiskan waktu denganmu" jawab Merry.


" tidak,,ayah pulang bukan karena diriku,, dia pulang hanya ingin menikahkan ku dengan kak Doni " balas Evelyn kesal.


" apa!! bagaimana bisa dia tiba-tiba ingin menikahkan mu dengan Doni, kenapa dia tak bilang dulu kepadaku , dia selalu saja keras kepala, tenanglah sayang Tante mu ini akan bicara dengan ayahmu" kata Merry sedikit kesal .


Evelyn hanya mengangguk.

__ADS_1


" kau sudah makan?" tanya Merry


" belum, aku tak berselera makan" jawab Evelyn manja


" ayo ikut Tante, Tante akan buatkan makanan kesukaanmu," ajak Merry , mereka pun berjalan menuju dapur dan Evelyn hanya duduk memperhatikan. Merry yang sedang memasak, sejak dulu Evelyn tak pernah di perbolehkan Merry untuk membantunya, dia selalu mengerjakan semua sendiri, Merry terlalu memanjakan keponakannya itu.


tapi semua dia lakukan karena dia sangat menyayangi Evelyn .


setengah jam kemudian masakan Merry sudah siap dan tanpa di suruh Evelyn mulai memakan masakan buatan Merry, melihat Evelyn yang makan dengan lahap Merry tersenyum.


" oh iya sayang , kapan ayahmu pulang?" tanya Merry .


" tidak tau" kata Evelyn sambil mengunyah makanannya.


" yah sudah habiskan makananmu dulu , Tante akan menghubunginya sebentar" Merry pun pergi meninggalkan Evelyn di ruang makan.


Merry pergi untuk menghubungi ayah Evelyn .


" halo, ada apa kau menghubungi ku"


" kenapa aku harus memberitahu mu , kau bukan ibunya" jawab Marcel dingin, Marcel memang selalu bersikap dingin kepada Merry dia hanya bersikap baik saat mereka bersama Evelyn .


deg ,, hati Merry terasa sakit mendengar ucapan Marcel , dia tahu bahwa dia bukanlah ibu kandungnya tapi baginya Evelyn adalah putrinya


" tapi aku adalah tantenya, aku adalah orang yang merawatnya sejak kecil, saat kau terpuruk atas kematian istrimu, dan saat kau meninggalkannya demi bisnismu " kata Merry kasar.


" kau,, apa maumu, hah?" tanya Marcel kesal


" aku ingin kau membatalkan perjodohan ini, Evelyn masih terlalu muda, dan aku lebih senang jika dia bisa menikah dengan orang yang dia cintai" kata Merry


" hah, cinta ??? menikah dengan orang yang di cintai akan membuatnya menderita" kata Marcel tak mau kalah.


" Marcel jangan bandingkan semua itu dengan masa lalumu ,, aku tak akan membiarkan kau merusak hidup Evelyn " kata Merry kemudian mematikan teleponnya.

__ADS_1


"Marcel , kau tak pernah berubah, jika kau masih tetap seperti ini kau akan kehilangan putrimu"kata Merry dalam hati.


" Tante kenapa melamun?" tanya Evelyn yang tiba-tiba muncul.


" Vely sayang , kau mengagetkan Tante saja, Tante tidak melamun Tante hanya sedang berfikir" jawab Merry.


" oh iya Tante lupa memberitahumu kalo tadi Tante ketemu Alan di jalan, Tante menyuruhnya mampir jika urusannya sudah selesai" kata Merry


" apa! Tante menyuruhnya kesini? Tante kenapa tak bilang dulu padaku" kata Evelyn kesal.


Evelyn berusaha menghindari Alan sekarang dia akan bertemu dengannya.


" memang kenapa Hem? ahh, apa kalian sedang bertengkar ? sepasang kekasih memang sudah biasa begitu," goda Merry


" Tante , aku dan Alan bukan lah seperti yang Tante bayangkan," kata Evelyn lirih


" lalu , siapa kekasihmu itu sayang? aku lihat seperti ada yang hilang dari dirimu " sambil menatap ke arah bibir Evelyn .


Merry tersenyum dan memeluk Evelyn .


" ternyata putriku ini sudah besar yah, coba ceritakan siapa pemuda itu " goda Merry


"sudahlah Tante, aku tak ingin mengatakan apapun tentang okey, dan juga aku tak mau bertemu dengan Alan , dia pasti akan memberikan aku beribu-ribu pertanya " kata Evelyn kesal.


"hei, aku tak akan memberimu banyak pertanyaan seperti yang kau katakan barusan jika kau mau berterus terang Vely " kata Alan yang tiba-tiba muncul di antara Evelyn dan Merry .


" baiklah, aku masih ada urusan kalian lanjutkan dulu mengobrol nya" Merry meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


" kenapa kau tak pergi dari sini , hem,,


aku sudah menyuruh kalian pergi bukan,, kenapa sekarang kau malah tinggal di sini,, apa ayahmu sudah melakukan sesuatu pada kalian?" tanya Alan khawatir


" kau menyuruh orang lain membawa ku pergi Alan , kenapa tak dari dulu kau membawa pergi diriku hah, kau pengecut Alan , satu hal lagi aku tak mau kau mengungkit masalah ini " jawab Evelyn kesal dia pergi meninggal kan. Alan .

__ADS_1


Evelyn berlari keluar rumahnya dia tak mau orang lain melihatnya menangis,


di dekat rumah nya ada sebuah danau dia pergi ke danau dia ingin menghilangkan semua yang ada di pikirannya saat ini.


__ADS_2